
Wakaf Ambulans ke-6 untuk Palestina
Dompet Dhuafa 
Saat tubuh-tubuh itu beterbangan tanpa nyawa?
Saat bumi tak sanggup lagi menyerap darah yang terus tumpah?
Setiap jasad yang terangkat bukan sekadar korban—
Mereka adalah dakwah bisu yang lebih lantang dari ribuan khutbah.
Mereka adalah jeritan pengaduan, yang naik langsung ke langit—melewati doa-doa kita yang setengah hati. 🥹
---------------------------
Lalu kita… apa kita akan terus menjadi penonton?
Sesekali menangis. Lalu lupa. Lalu tertawa lagi.
sementara ambulans terakhir mereka telah dihancurkan,
sementara banyak korban harus dibawa dengan motor roda tiga, gerobak, bahkan digendong dengan kain seadanya…

“Terima kasih ambulans… terima kasih ambulans…”
Suaranya parau. Tubuhnya luka. Tapi ada harapan.
Karena ada yang datang menjemputnya walau dengan tandu.

Bukan hanya untuk membawa korban luka,
tapi untuk menjaga harapan.
Untuk menjaga hidup mereka yang masih tersisa.
Untuk menjawab seruan mereka yang masih bertahan.
Wakaf Ambulans ke-6 untuk Palestina
Sebab meski ambulans-ambulans itu hancur berkali-kali,
ikhtiar ini akan terus kita lanjutkan.
Agar suara anak kecil itu, “Terima kasih ambulans,”
terus terdengar di setiap lorong Gaza yang berlumur luka.
Mari ikut ambil bagian dalam perjuangan ini.
Dengan wakaf ambulans, kita hadir bukan hanya membawa kendaraan—
tapi juga membawa cinta, solidaritas, dan keberpihakan.
Klik Wakaf Sekarang. Jangan tunggu lagi, karena setiap detik berarti bagi nyawa yang sedang menanti.
Ambulans Wakaf Dompet Dhuafa, Menembus Reruntuhan Gaza
Ledakan demi ledakan kembali mengguncang Gaza. Serangan udara Israel terus menghantam gedung-gedung tinggi setiap hari.
Warga sipil kembali jadi korban.
Ribuan keluarga terpaksa meninggalkan rumah, mengungsi ke Gaza bagian Selatan dengan hanya membawa sisa hidup seadanya.
Selasa lalu, sebuah apartemen di Jalan Hamid milik keluarga Siyam hancur rata akibat rudal.
Jeritan memenuhi udara. Lebih dari 20 orang terluka di lokasi, barat Kota Gaza. Di tengah kepanikan dan reruntuhan debu, Ambulans Wakaf Dompet Dhuafa hadir.
Tim medis berlari mengevakuasi tubuh-tubuh berlumuran darah, anak-anak yang menangis kehilangan orang tuanya, dan ibu-ibu yang mendekap putra mereka yang tak lagi bernyawa.
Namun, di tengah serangan tanpa henti, armada ambulans tak sebanding dengan jumlah korban. Satu ambulans harus mengevakuasi banyak pasien sekaligus, membuat mereka harus berdesakan, menahan sakit dalam ketidaknyamanan.
Sahabat, mari jangan biarkan harapan itu padam. Ambulans wakaf ini harus terus ada, terus bergerak, dan terus menyelamatkan nyawa di Gaza.
Klik di sini untuk Wakaf Ambulans Palestina
[NEWS] Ambulans Terakhir Dompet Dhuafa Nyaris Terbakar di Gaza
Kami ingin berbagi kabar terbaru dari Palestina, khususnya mengenai Ambulans Dompet Dhuafa yang tersisa.
Pada hari Selasa, 2 September 2025, Ambulans yang kami salurkan nyaris terbakar dalam sebuah serangan di kompleks Seikh Radwan, Gaza. Tim medis di lapangan melaporkan setidaknya delapan ledakan akibat serangan pesawat nirawak Israel.

Sebuah Ambulans yang terparkir di dekat Ambulans Dompet Dhuafa terbakar hebat. Dengan peralatan seadanya, warga sekitar dan petugas bergotong royong memadamkan api agar tidak merembet ke ambulans lainnya. Syukurlah, berkat kesigapan mereka, ambulans Dompet Dhuafa selamat dari kobaran api dan masih bisa beroperasi.
Serangan ini juga menimpa tenda pemukiman Al-Nash, di mana salah satu warga kehilangan kedua kakinya. Tim medis Bulan Sabit Palestina segera mengevakuasi korban ke RS Al-Rantisi untuk mendapatkan pertolongan.

Kondisi di Gaza memang masih penuh tantangan. Namun, dengan dukungan Sahabat, Ambulans ini akan terus bergerak dan menjadi harapan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan medis. Di tengah terbatasnya jumlah Ambulans di Gaza saat ini. Ambulans ini menjadi representasi bukti nyata solidaritas kita untuk saudara kita di Palestina.
Mari terus satukan tekad untuk "Solidaritas Bersama Palestina." Dukung terus perjuangan mereka dengan berwakaf.
GAZA butuh Ambulansss!!
Sudah lebih dari 682 hari sejak 7 Oktober 2023, penderitaan di Gaza tak pernah berhenti.
Ledakan terus terjadi, korban terus berjatuhan, dan ambulans Dompet Dhuafa masih berjuang menembus reruntuhan untuk merespons panggilan darurat.
Ambulans Dompet Dhuafa hadiah dari Rakyat Indonesia seperti Anda lalu lalang membawa korban dari lokasi ke rumah sakit.
Banyakanya jumlah korban membuat satu ambulans harus membawa lebih banyak pasien dalam sekali jalan.
Pasien harus saling berhimpitan, menahan rasa sakit dalam ketidaknyamanan.
Di Gaza, kebutuhan akan ambulans adalah kebutuhan akan kehidupan itu sendiri. Satu ambulans bisa menyelamatkan banyak nyawa. Tapi hari ini, satu ambulans masih belum cukup
Sahabat, mari terus bersamai saudara muslim kita di Palestina, terus bersamai mereka dengan doa dan dukungan.
Klik Bantu Palestina Sekarang untuk kirimkan ambulans tambahan untuk Gaza.
Siangnya diperbaiki, malamnya kembali evakuasi
Di langit Gaza yang masih memerah oleh asap dan ledakan, empat ambulans Dompet Dhuafa kembali diperbaiki.
Ambulans-ambulans Dompet Dhuafa yang sebelumnya rusak berat karena ditembaki dan dihantam rudal, kini resmi kembali beroperasi. Berkat bantuan dan kepedulian Anda, mereka telah diperbaiki. Suku cadang diganti, sistem teknis dipulihkan, dan tulisan “AMBULANCE” diperjelas agar tak lagi menjadi sasaran kekejaman.
Kini mereka siaga di dua titik vital: Rumah Sakit Darurat Kompleks Kamal dan Klinik Sheikh Adwan, tempat ratusan korban luka menggantungkan harapan.
Karena kemanusiaan tak akan pernah bisa dihancurkan, meski oleh rudal sekalipun.
Sahabat, mari terus hadir bersama mereka.
Mari lanjutkan ikhtiar menyelamatkan nyawa di tanah suci penuh luka ini.
Ketika Rudal Datang, Ambulans Datang Menyelamatkan
Selasa, 15 Juli 2025, empat rudal menghantam kamp tenda pengungsian di barat Kota Gaza. Tujuh warga Palestina gugur, puluhan lainnya terluka.
Tangisan anak-anak, jeritan ibu yang kehilangan, dan debu kehancuran memenuhi udara.

Padahal, mereka sudah mengungsi… mengikuti perintah militer Z*onis.
Namun, maut tetap datang, bahkan di tempat berlindung terakhir.
Astagfirullah....
Apakah ini cara halus *srael untuk menggusur rakyat Palestina demi proyek yang mereka sebut “Zona Kemanusiaan”?
Nyatanya, semua ini terasa seperti pengusiran paksa yang dibungkus propaganda. Sahabat, terasa menyesakan hati bukan?

Hanya satu suara yang dinanti: sirine ambulans.
Korban terus bertambah. Evakuasi harus terus berjalan.
Gaza butuh kita. Palestina butuhmu.
Ayo, Hadirkan Ambulans berikutnya untuk Palestina. Dengan wakaf ambulans, kita hadir bukan hanya membawa kendaraan
tapi juga membawa cinta, solidaritas, dan keberpihakan.
Klik Wakaf Sekarang, dan jadilah bagian dari perjuangan kemanusiaan Palestina.
Ambulans ke-5 untuk Gaza Telah Beroperasi
“Satu ambulans hancur, hadir lagi ambulans lainnya. Itulah semangat kami.”
Kalimat ini bukan sekadar slogan—ini adalah realita di Gaza.
Di tengah keterbatasan dan ancaman serangan udara yang terus berlangsung sejak akhir Maret 2025, ambulans wakaf dari Dompet Dhuafa bersama Wakaf Salman ITB kini telah mulai beroperasi.
Namun kenyataan di lapangan sangat memilukan. Satu ambulans tak cukup.
Gempuran demi gempuran terus menjatuhkan korban. Evakuasi harus terus berjalan.









