• Donasi
  • Zakat
    • Penghasilan
    • Maal
    • Emas
    • Fitrah
    • Fidyah
  • Sedekah
  • Wakaf
  • Kurban
  • Mitra Kami
  • donasi
  • bantuguruhonorer
Pendidikan Donasi

Bantu Guru Honorer


nur arifin
Rp 0 0 Donatur
0.00% dari target Rp 1.000.000
∞ hari lagi
donasi SEKARANG
Jadikan Favorit
Bagikan

Campaign ini merupakan affiliate dari
Donasi Bantu Guru Honorer Sejahtera
Program ini mencurigakan? Laporkan
  • Detail
  • Kabar Terbaru
  • Donatur
  • Affiliate Fundraiser
Detail

Banyak yang bilang pendidikan adalah investasi terbaik bagi seseorang. Dengan pendidikan yang berkualitas, banyak kesempatan baik terbuka, kehidupan lebih baik di depan mata.

Dengan segala manfaat baik dari pendidikan yang berkualitas, sering kali kita lupa bahwa pendidikan bukan hanya tentang anak didik, melainkan juga mereka ujung tombak perjuangan yang jadi jembatan ilmu untuk para murid, yaitu guru. Namun, ironi sering kali terjadi di negeri ini, terlebih bagi mereka para guru honorer.

 

Bak air susu dibalas air tuba, hasil riset Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) dan GREAT Edunesia Dompet Dhuafa pada Mei 2024, sebanyak 74% guru honorer dari 403 guru di 25 provinsi memiliki gaji di bawah Rp 2 juta, dan sebagian lagi di bawah Rp 500 ribu (di bawah Upah Minimum Kabupaten-Kota 2024), begitupun yang dialami oleh Ustadzah Ulil, guru honorer di Tenjo, Bogor, Jawa Barat.
 
Merantau jauh dari Wonosobo ke Tenjo bukan hal mudah pada awalnya, terlebih di usianya yang masih muda, awal dua puluhan. Namun ada satu hal yang selalu melekat di hati beliau, yaitu rasa senang saat melihat anak-anak tumbuh dan mulai mengerti hal-hal baru.

"Saya senang mengajar, dulu sewaktu kuliah saya ambil jurusan PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini) karena ingin mengajar. Bagi saya mengajar bukan hanya mereka yang belajar, tapi saya juga belajar dari mereka, dan saat mereka mengerti satu hal karena belajar bersama saya, rasanya senang sekali. Inilah manfaat hidup saya", ungkapnya

 


Bersama rekan-rekan guru honorer lainnya, saat ini Ustadzah Ulil mengajar di salah satu Taman Kanak-kanak (TK) di Desa Cilaku, Tenjo. Memberikan pendidikan dasar untuk anak-anak usia 4-6 tahun dari pagi hingga siang hari, lalu lanjut mengajar anak-anak desa belajar al-quran di sore hari.

Dengan semangat muda dan tekadnya yang masih membara, lelah mengajar tak menjadi beban baginya. Semua ia jalani dengan penuh syukur meski dalam kondisi serba terbatas, termasuk gaji yang masih jauh dari UMK.
 
 
Alhamdulillah, meski tak besar, setiap bulannya bisa dapat gaji 1 juta per bulan. Biar hemat, biasanya makan bareng dengan guru-guru lain. Kalo untuk istirahat dan tidur, saya tinggal di atas (kelas siswa yang kosong) bareng guru rantau yang lain, alhamdulillah ga usah bayar uang kost, tambahnya

Melansir laman Bisnis.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan sebanyak 42% masyarakat yang terjerat pinjol (pinjaman online) ilegal datang dari kalangan guru. Besarnya biaya hidup yang tak seimbang dengan rendahnya gaji menyebabkan guru honorer rentan terhadap pinjaman online ilegal dan terbelenggu oleh banyak utang.

Di sisi lain, mereka adalah ujung tombak perjuangan dalam melahirkan generasi-generasi emas Indonesia di masa depan.

Sahabat, jangan biarkan masa depan Indonesia tergadaikan karena guru tak sejahtera. Ayo bersama bantu guru honorer di Indonesia hidup lebih sejahtera dengan Klik DONASI SEKARANG
Kabar Terbaru
Campaign ini belum memiliki kabar terbaru
Donatur0
Campaign ini belum memiliki Donatur
Affiliate Fundraiser0
Campaign ini belum memiliki Affiliate Fundraiser
JADI FUNDRAISER
DONASI SEKARANG
Dompet Dhuafa
  • Donasi
  • Zakat
  • Sedekah
  • Wakaf
  • Kurban
  • Mitra Kami
Tentang
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kisah Kasih
  • Kebijakan Privacy
  • Syarat & Ketentuan
  • Laporan Publik
  • Whistleblowing System
Sertifikasi Manajemen
Ikuti Kami
© Dompet Dhuafa