
Wakaf Sekolah
Dompet Dhuafa 




Kini, Anda dapat ikut andil dalam memperbaiki masa depan generasi muda. Dukungan Anda sangat berarti untuk kita bisa mewujudkan renovasi ini dan memberikan fasilitas yang lebih baik untuk mereka, termasuk ruang kelas yang layak dan toilet yang memadai.
Madrasah Ibtidaiyah Ini Kini Tegak Berdiri
Sejak tahun 1962, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Taman Bhakti menjadi satu-satunya tempat belajar bagi anak-anak di Kampung Kandang Bhakti, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Sekolah kecil ini telah menemani langkah generasi demi generasi dari keluarga petani, buruh, dan pekerja harian untuk meraih cita-cita mereka.

Namun, selama bertahun-tahun, sekolah ini berdiri dalam kondisi memprihatinkan. Dindingnya lapuk, atap sering bocor, dan meja kursi sudah banyak yang keropos. Saat hujan datang, anak-anak harus memindahkan meja agar buku mereka tak basah. Meski begitu, mereka tetap datang setiap pagi, membawa semangat besar di tengah keterbatasan.
Perlahan, doa dan harapan itu dijawab. Berkat dukungan para wakif dan donatur, impian memiliki sekolah yang layak akhirnya terwujud.

Hingga pada 10 Oktober 2025, MI Taman Bhakti resmi berdiri kembali. Gedungnya kini kokoh dan terang. Para guru menahan haru, menyaksikan anak didiknya belajar dengan penuh semangat di ruang kelas yang baru.
“Sekarang sekolahnya bagus dan nyaman, jadi saya mau lebih rajin belajar supaya bisa jadi dokter,” ucap Aminah, siswi kelas 4 dengan mata berbinar.

Kini, MI Taman Bhakti bukan lagi bangunan reyot di pelosok Bogor. Ia menjelma menjadi simbol harapan, bahwa dari setiap wakaf dan donasi yang diberikan dengan ikhlas, tumbuhlah masa depan yang lebih baik bagi anak-anak bangsa.
Masih banyak sekolah lain yang menanti sentuhan kebaikan.
Klik WAKAF SEKARANG, agar lebih banyak anak seperti Aminah bisa belajar dengan layak dan terus mengejar mimpinya.
Dulu Nyaris Roboh, Kini Berdiri Kukuh: Perjalanan Renovasi MDTA Al-Khairiyah


Athar Ibrahim Khalaffaith (11), siswa kelas 4, menceritakan pengalamannya belajar dalam kondisi tersebut. “Dulu sekolahnya tuh udah agak mau roboh, terus jendelanya banyak yang rusak, mejanya juga banyak yang rusak. Sekarang madrasahnya sudah bagus, terus sudah nggak ada yang rusak juga, makin seru belajar di sini,” ujar Athar dengan mata berbinar.

Rosita, salah satu tokoh masyarakat, menyampaikan harapannya. “Mudah-mudahan ilmu yang ada di madrasah ini bisa bermanfaat untuk anak-anak maupun masyarakat sekitar.” Baginya, renovasi ini bukan hanya perbaikan fisik bangunan, melainkan pondasi baru bagi generasi penerus yang akan melahirkan harapan dan kebaikan.


