• Donasi
  • Zakat
    • Penghasilan
    • Maal
    • Emas
    • Fitrah
    • Fidyah
  • Sedekah
  • Wakaf
  • Kurban
  • Mitra Kami
  • wakaf
  • PengelolaanWakafProduktif
Ekonomi

Wakaf produktif


Zahidah Az Zahra
Rp 90.000 8 Donatur
9.00% dari target Rp 1.000.000
162 hari lagi
wakaf SEKARANG
Jadikan Favorit
Bagikan

Campaign ini merupakan affiliate dari
Wakaf Produktif
Program ini mencurigakan? Laporkan
  • Detail
  • Kabar Terbaru 3
  • Donatur 8
  • Affiliate Fundraiser
Detail

"Apabila seorang muslim meninggal dunia, maka amalannya terputus kecuali tiga perkara; sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan." (H.R. Muslim)

Berbeda dengan sedekah yang memberikan manfaat sekali waktu, maka Wakaf akan memberikan manfaat lestari. 

Dengan sekali berwakaf maka seolah – olah si pewakaf atau wakif bersedekah berkali – kali yaitu selama asset wakafnya terus mengalirkan manfaat (Mauquf’alaih). 

Oleh sebab itulah Wakaf disebut sebagai “Sedekah Jariah” atau Sedekah Mengalir.




Apa Itu Wakaf Produktif?

Wakaf produktif adalah sebuah skema pengelolaan donasi wakaf dari umat. Yaitu dengan memproduktifkan donasi tersebut, hingga mampu menghasilkan surplus yang berkelanjutan.

Donasi wakaf dapat berupa benda bergerak, seperti uang dan logam mulia, maupun benda tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.

Surplus wakaf produktif inilah yang menjadi sumber dana abadi bagi pembiayaan kebutuhan umat. Seperti pembiayaan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas. 


Wakaf merupakan amalan yang memiliki pahala jariyah di dalamnya. Semakin banyak manfaat yang dihasilkan dari harta wakaf, sebanyak itu pula pahala mengalir tak henti-henti kepada wakif (orang yang berwakaf). Percayakan harta wakaf Sahabat dengan sistem yang profesional dan amanah. Wakaf bersama Dompet Dhuafa untuk membangun Islam Rahmatan Lil ‘alamin secara berkelanjutan.

Mari sahabat alirkan kebaikan dengan wakaf  harta abadi hingga ke surga. Klik Wakaf Sekarang

Kabar Terbaru 3
25 November 2024
Wakaf Produktif ini mampu Berdayakan Petani Lokal

Sejak di bangku Sekolah dasar (SD), Tusih telah bekerja serabutan, demi membantu orang tuanya, yang saat itu sangat kekurangan.

Berbekah pengalaman sebelumnya sebagi petani sayuran, Tusih mengelola kawasan pertanian wakaf produktif baby buncis yang hasil panennya akan di  ekspor ke Singapura.

"Baru dua bulan setengah, saya kerja disini (Pesantren Tahfidz Green Lido). Alhamdulillah sudah panen. Semoga bisa betah dan bermanfaat terus," ujar Tusih.

Alhamdulillah amanah wakaf pada donatur insya Allah #SelaluTersampaikan. Keberkahannya bisa memberdayakan para petani. Tunggu kisah-kisah inspiratif mereka yang berdaya berkah wakaf berikutnya ya!

Mari Sahabat bersamai kami kembali dalam kebermanfaatan wakaf produktif Dompet Dhuafa lainnya. Klik Wakaf Produktif Sekarang.

 

 

Bagikan
20 September 2024
Harapan Baru Usai Operasi Katarak dan Retina di RSAW
Tahukah kamu, katarak adalah salah satu penyebab utama kebutaan di Indonesia? Banyak di antara kita yang tidak menyadari bahwa 81% kasus kebutaan di negara kita disebabkan oleh penyakit ini. Sayangnya, bagi masyarakat pesisir seperti warga Pulau Panjang, Serang, Banten, operasi katarak adalah sesuatu yang sulit dijangkau.
 

Namun, melalui program Wakaf Produktif Dompet Dhuafa, RS Mata Achmad Wardi (RSAW) telah melakukan skrining pada 60 warga nelayan di Pulau Panjang dan menemukan 28 di antaranya positif katarak. Mereka membutuhkan operasi segera untuk memulihkan penglihatan.

 
RS Mata Achmad Wardi merupakan rumah sakit mata pertama di dunia yang berbasis wakaf yang dibangun oleh Dompet Dhuafa bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI). Rumah sakit ini kini telah memiliki Katarak Center, Retina Center, dan Glaukoma Center sebagai pusat pelayanan pengobatan mata. Dengan memanfaatkan surplus wakaf yang diperoleh, RSAW mampu memberikan pelayanan operasi katarak gratis bagi kaum dhuafa non-BPJS.

Terima Kasih Sahabat, karena telah mengamanahkan Wakaf Produktifnya bersama Dompet Dhuafa. Tunggu ya kisah-kisah wakaf produktif berikutnya. Klik Wakaf Produktif untuk terus menjadi bagian wakif wakaf produktif
Bagikan
04 Juli 2024
Green House Lido: Implementasi Wakaf Produktif Dompet Dhuafa di Sektor Pertanian, Berdayakan Petani Lokal

SUKABUMI — Potensi sayur dan buah di Indonesia cukup besar, berkontribusi signifikan pada roda perekonomian sektor pertanian dan membantu penyerapan tenaga kerja, sehingga mengurangi angka pengangguran. Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan II 2022, distribusi penduduk yang bekerja di sektor pertanian mencapai 29,96 persen.

Salah satu subsektor pertanian, yakni hortikultura, masih berpotensi untuk dioptimalkan guna menciptakan kesejahteraan petani, serta memperkuat ekonomi daerah dan nasional. Sejalan dengan hal ini, Dompet Dhuafa terus berikhtiar mengoptimalkan potensi tersebut melalui peresmian Program Wakaf Green House Lido yang terletak di komplek Pesantren Tahfidz Green Lido (PTGL), Sukabumi.

Program Green House Lido merupakan pengembangan pengelolaan wakaf produktif dengan investasi sosial sektor riil di bidang pertanian. Metode budidaya yang digunakan adalah hidroponik, sehingga diharapkan mampu menghasilkan buah dan sayur berkualitas tinggi. Bangunan Green House Lido berbasis wakaf ini terdiri dari dua unit dengan total luas 800 meter persegi, masing-masing memiliki luas 400 meter persegi.
 
 
Sahri, penanggung jawab instalasi irigasi hidroponik Green House Lido, menjelaskan bahwa saat ini Greenhouse sedang dalam proses pemasangan instalasi irigasi.
“Metode yang akan digunakan adalah hidroponik sistem irigasi tetes (drip system) dengan media tanam berupa cocopeat atau sabut kelapa,” kata Sahri saat ditemui di lokasi.

 
Lebih lanjut, Sahri menjelaskan bahwa Green House Lido dengan total luas 800 meter persegi ini mampu menampung sekitar 1.600 populasi tanaman. “Namun, menimbang kelembapan yang cukup tinggi, kami beri jarak lebih antarpopulasi agar pertumbuhannya optimal,” jelasnya.
 
Jenis buah yang akan ditanam di Green House berbasis wakaf produktif ini adalah melon premium dengan varietas Fujisawa dan Talent. Kedua varietas tersebut dipilih karena memiliki harga pasar yang bagus dan dapat dipanen dalam kurun waktu sekitar 75 hari.

Sahri juga memaparkan keunggulan bercocok tanam dengan Greenhouse dibandingkan metode konvensional. Beberapa keunggulan tersebut antara lain adalah dapat menanam tanpa mengenal musim, efisiensi biaya karena penanggulangan hama lebih terkendali, proteksi dari serangan hama seperti belalang, penggunaan plastik UV sebagai atap yang mengandung tinuvin untuk menahan UV sebesar 65 persen, dan kualitas buah yang baik serta lebih aman dikonsumsi.
 
 
Tujuan dibangunnya Green House Lido dengan mekanisme wakaf produktif. Salah satunya adalah untuk mewujudkan cita-cita Dompet Dhuafa, yaitu memberdayakan masyarakat, khususnya petani lokal di sekitar Green House Lido.

Terima Kasih Sahabat, karena telah mengamanahkan Wakaf Produktifnya bersama Dompet Dhuafa. Tunggu ya kisah-kisah wakaf produktif berikutnya. Klik Wakaf Produktif untuk terus menjadi bagian wakif wakaf produktif
Bagikan
Donatur8
Anonim
26 Mei 2026
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Anonim
12 April 2026
Donasi
Rp 10.000
semoga Allah jadikan amal jariyah kebermanfaatan kekayaan keberkahan kebaikan kesembuhan kesehatan keselamatan perlindungan pertolongan penolak bala dan penggugur segala dosa aamiin ya Rabb 🤲
Bagikan
Anto Dewa
26 Maret 2025
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Hamba Allah
27 Maret 2025
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Hamba Allah
27 Maret 2025
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
10 April 2025
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anto Dewa
12 April 2025
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
22 September 2025
Donasi
Rp 10.000
Semoga bisa bermanfaat untuk sesama
Bagikan
Affiliate Fundraiser0
Campaign ini belum memiliki Affiliate Fundraiser
JADI FUNDRAISER
WAKAF SEKARANG
Dompet Dhuafa
  • Donasi
  • Zakat
  • Sedekah
  • Wakaf
  • Kurban
  • Mitra Kami
Tentang
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kisah Kasih
  • Kebijakan Privacy
  • Syarat & Ketentuan
  • Laporan Publik
  • Whistleblowing System
Sertifikasi Manajemen
Ikuti Kami
© Dompet Dhuafa