
Wakaf Produktif - Green House
Dompet Dhuafa

Green House Lido merupakan program pemberdayaan bidang ekonomi berbasis wakaf yang terletak di kawasan Pesantren Tahfidz Green Lido (PTGL), Sukabumi, Jawa Barat.

Green House Lido merupakan program pemberdayaan bidang ekonomi berbasis wakaf yang terletak di kawasan Pesantren Tahfidz Green Lido (PTGL), Sukabumi, Jawa Barat.



Yuk kita dukung santri menjadi penerus bangsa yang dilandasi iman dan taqwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebaikan wakafmu menjaga semangat mereka untuk tetap dapat belajar.
Yuk, investasikan kebaikanmu melalui wakaf produktif - Green House. Klik Wakaf Sekarang.
Wakaf Produktif ini mampu Berdayakan Petani Lokal

Sejak di bangku Sekolah dasar (SD), Tusih telah bekerja serabutan, demi membantu orang tuanya, yang saat itu sangat kekurangan.

Berbekah pengalaman sebelumnya sebagi petani sayuran, Tusih mengelola kawasan pertanian wakaf produktif baby buncis yang hasil panennya akan di ekspor ke Singapura.
"Baru dua bulan setengah, saya kerja disini (Pesantren Tahfidz Green Lido). Alhamdulillah sudah panen. Semoga bisa betah dan bermanfaat terus," ujar Tusih.

Alhamdulillah amanah wakaf pada donatur insya Allah #SelaluTersampaikan. Keberkahannya bisa memberdayakan para petani. Tunggu kisah-kisah inspiratif mereka yang berdaya berkah wakaf berikutnya ya!
Mari Sahabat bersamai kami kembali dalam kebermanfaatan wakaf produktif Dompet Dhuafa lainnya. Klik Wakaf Produktif Sekarang.
Green House Lido: Implementasi Wakaf Produktif Dompet Dhuafa di Sektor Pertanian, Berdayakan Petani Lokal

Salah satu subsektor pertanian, yakni hortikultura, masih berpotensi untuk dioptimalkan guna menciptakan kesejahteraan petani, serta memperkuat ekonomi daerah dan nasional. Sejalan dengan hal ini, Dompet Dhuafa terus berikhtiar mengoptimalkan potensi tersebut melalui peresmian Program Wakaf Green House Lido yang terletak di komplek Pesantren Tahfidz Green Lido (PTGL), Sukabumi.
Program Green House Lido merupakan pengembangan pengelolaan wakaf produktif dengan investasi sosial sektor riil di bidang pertanian. Metode budidaya yang digunakan adalah hidroponik, sehingga diharapkan mampu menghasilkan buah dan sayur berkualitas tinggi. Bangunan Green House Lido berbasis wakaf ini terdiri dari dua unit dengan total luas 800 meter persegi, masing-masing memiliki luas 400 meter persegi.

“Metode yang akan digunakan adalah hidroponik sistem irigasi tetes (drip system) dengan media tanam berupa cocopeat atau sabut kelapa,” kata Sahri saat ditemui di lokasi.

Sahri juga memaparkan keunggulan bercocok tanam dengan Greenhouse dibandingkan metode konvensional. Beberapa keunggulan tersebut antara lain adalah dapat menanam tanpa mengenal musim, efisiensi biaya karena penanggulangan hama lebih terkendali, proteksi dari serangan hama seperti belalang, penggunaan plastik UV sebagai atap yang mengandung tinuvin untuk menahan UV sebesar 65 persen, dan kualitas buah yang baik serta lebih aman dikonsumsi.


