- zakat
- zakatakhirtahun

Sucikan Harta Setahun dengan Zakat Akhir Tahun
Dompet Dhuafa Menghitung mundur jelang tutup tahun. Tak terasa sebentar lagi tahun berganti. Ada resolusi yang sudah menjadi nyata, ada pula yang masih menjadi daftar impian semata. Bagaimana dengan resolusi tahun 2025, Bapak/Ibu?
Tahun ini, begitu banyak hal yang telah kita lewati bersama. Kami percaya, beragam cerita kehidupan mewarnai buku catatan tahunan kita, mulai dari cerita bahagia, tangis air mata, harapan, syukur, inspirasi, kehilangan, hingga duka atas nasib saudara kita di Palestina.


Insya Allah, jejak-jejak kebaikan Bapak/Ibu tak akan pernah hilang, tak seperti bayangan di tengah gelap, atau langkah kaki di tepi pantai yang terhapus ombak. Kebaikan Anda akan terus tertoreh manfaatnya dan menjadi pemberat amal hingga ke surga-Nya.


Saat Zakat Menjadi Jalan Hidup Peternak Rakyat
Bagaimana rasanya tinggal di rumah yang dikelilingi genangan air setiap hari? Di tanah rawa yang basah itu, hidup berjalan jauh dari kata mudah.
Di sanalah Pak Nurdin tinggal. Rumah panggung dengan seng tanpa WC. Ia seorang pemulung. Istrinya mengalami gangguan kejiwaan dan sakit kaki gajah. Dua anaknya tetap berangkat sekolah, meski hidup serba terbatas. Dan untuk mendekati kandang ternaknya, sepatu boots menjadi keharusan.
Melalui PLASMA TERNAK RAKYAT, zakat Bapak/Ibu hadir menguatkan. Pak Nurdin menerima 3 ekor domba, pendampingan rutin, serta dukungan kesehatan ternak. Bukan sekadar bantuan, tapi jalan agar ia bisa bertahan. Bahkan, hasil ternaknya nanti akan kami serap untuk gelaran kurban tahun depan, Insya Allah.
Di tempat sesulit itu, zakat bekerja pelan tapi nyata, memutar roda ekonomi keluarga. Mari tunaikan zakat Anda kembali, karena dari satu ternak, satu keluarga bisa kembali menata harap.
Zakat Anda Sudah Sampai Mana?
Tak terasa, hari demi hari membawa kita pada penghujung tahun 2025. Tahun yang kembali dipenuhi banyak cerita, tentang harapan yang terwujud, rencana yang masih tertunda, maupun doa-doa yang mungkin masih kita simpan rapat dalam hati.
Dalam perjalanan Dompet Dhuafa, nama Bapak/Ibu pernah tercatat sebagai bagian dari ikhtiar kebaikan. Sebuah ikhtiar yang membawa manfaat jauh melampaui waktu dan jarak, serta meninggalkan bekas baik di banyak kehidupan.
Zakat yang pernah Anda titipkan dahulu bukan sekadar catatan transaksi. Ia menjadi penguat bagi yang lemah, penopang bagi yang jatuh, dan pengharapan bagi mereka yang nyaris menyerah. Hingga hari ini, kebaikan itu masih hidup mengalir dalam bentuk manfaat yang nyata.
Kita senantiasa bertemu dalam doa, tulis doanya (lagi) yuk!
Bapak/Ibu, sudah pernah gunakan fitur doa setiap lakukan transaksi di kanal web digital atau aplikasi Dompet Dhuafa?
Sejak ada fitur tersebut dalam tiap campaign, kami menyempatkan waktu untuk membaca dan memberikan 'love' seraya mengamini doa-doa Anda. Berharap agar Allah kabulkan tiap semoga dan Allah cukupkan tiap keperluan kita.
Kita pasti tahu dahsyatnya sebuah doa. Doa adalah senjata. Sejatinya, doa bukan untuk memberi tahu-Nya karena Dia Maha Tahu, bukan? Ialah doa yang merupakan bincang mesra, ungkapan merayu Tuhan untuk segala pinta.
Mengutip pendapat dari Ustaz Salim A. Fillah, "Di antara tugas penting amil zakat adalah mendoakkan muzaki, sungguh doa adalah penenteram rasa kehilangan dan peneguh daya berketaatan"
Terima kasih Bapak/Ibu, atas kepercayaan Anda menitipkan zakat melalui kami. Insya Allah mendoakan Anda adalah bagian dari tugas dan rutinitas kami.
"Aajaraka Allahu fiima a’thayta, wa baaraka fiima abqayta wa ja’alahu laka thahuran"
(Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang Anda berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang Anda simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagi Anda)
Ayo ZAKAT SEKARANG dan tulis lagi doa Anda, kita aminkan bersama!






