
Wakaf Produktif, Alirkan Air Kehidupan untuk Petani Pelosok dan Masyarakat yang Terdampak Kekeringan di Lampung
Dompet Dhuafa Lampung Wakaf Produktif Sumur Bor Lahan Pertanian merupakan program pemberdayaan berbasis wakaf yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa Lampung untuk membantu masyarakat petani di wilayah rawan kekeringan, khususnya di Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, serta wilayah penyangga sekitarnya. Kawasan ini merupakan sentra pertanian strategis dengan luas lahan mencapai 23 hektar cabai, 23,5 hektar padi, dan 60,5 hektar jagung sebagai bagian penting dari ketahanan pangan daerah.

Kekeringan menjadi ancaman serius bagi petani karena tidak hanya berdampak pada gagal panen, tetapi juga menyebabkan penurunan produktivitas lahan, meningkatnya biaya produksi, serta hilangnya pendapatan rumah tangga petani. Kondisi ini membuat petani berada dalam kerentanan ekonomi yang berulang.
Melalui pembangunan wakaf produktif berupa sumur bor sebagai sumber air pertanian, lahan-lahan di Kecamatan Adiluwih yang sebelumnya kerap terdampak kekeringan menjadi lebih tangguh dan berkelanjutan. Ketersediaan air yang stabil memungkinkan petani melakukan masa tanam tahap ke-2 hingga ke-3 sampai panen, meningkatkan intensitas tanam, efisiensi biaya irigasi, serta menghasilkan kualitas panen yang lebih baik dan berkelanjutan. Dampak lanjutannya adalah pendapatan petani yang lebih stabil dan terbukanya lapangan kerja sektor pertanian.

Air dari sumur wakaf ini dimanfaatkan untuk mendukung klaster pertanian padi, cabai, dan jagung, termasuk kelompok mitra dan binaan Bank Indonesia KPw Lampung. Pengelolaan dilakukan oleh nadzir dan kelompok tani melalui skema operasional dan iuran kas bersama yang dikelola sebagai dana bergulir untuk pemeliharaan dan pengembangan kelompok pertanian.

Program ini direncanakan membangun 3 titik sumur bor dalam dengan kedalaman ±60 meter, dilengkapi pompa listrik, tandon air 1.000 liter, serta pipanisasi ±100 meter untuk melayani lahan pertanian ±3 hektar pada setiap klaster. Selain mendukung produktivitas pertanian, keberadaan sumur wakaf ini juga memberikan akses air bagi sekitar 150 Kepala Keluarga serta dua sekolah (SD dan SMP) di sekitar lokasi.
Dengan dukungan monitoring, evaluasi, serta pengelolaan yang transparan dan akuntabel, wakaf produktif ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan, mendukung pendidikan, dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Bismillah, melalui wakaf produktif, kita jaga air tetap mengalir, lahan tetap produktif, dan harapan petani di Adiluwih, Pringsewu terus tumbuh.
Salam Pejuang Wakaf.

