
Peduli Yatim Palestina

Lebih dari 17.000 anak-anak di Gaza harus melanjutkan hidup dengan status baru yaitu "Yatim Piatu" sejak serangan Zionis 7 Oktober 2023 lalu. Harus sekuat apa pundak kita jika ditakdirkan menjadi anak-anak Gaza?
Kehangatan bersama keluarga, kesempatan bersekolah dan bermain sudah direnggut oleh kejamnya genosida Zionis.
Saat ini mereka harus mencari makanan sendiri di tengah sekarat pangan dan bertahan hidup sebatang kara untuk masa depan yang entah bagaimana nasibnya.

Tak jarang dari mereka harus berteriak dan menangis saat antre untuk mendapatkan makanan karena sudah tak tahan menahan lapar. Ya rabb, tolong kuatkan mereka!
Menurut Data Kementerian Kesehatan Palestina - 14 Juli 2024, serangan Zionis ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 mengakibatkan 38.5884 warga Gaza syuhada dan melukai 88.881 jiwa lainnya. Sekitar 15.000 diantaranya adalah anak-anak tak berdosa harus tewas. Belum lagi diperkirakan 10.000 jiwa masih belum diketahui nasibnya dan diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur akibat bombardir Zionis.

Masih kah kita berdiam diri dan bungkam?
Sahabat, jangan biarkan semangat hidup mereka putus. Setidaknya masih ada kita yang harus menemani dan perhatian untuk mereka. Bantuan sekecil apapun untuk mereka, baik makanan, pakaian, kebutuhan pendidikan, tempat tinggal yang aman dan kasih sayang akan menjadi penawar luka bagi anak-anak yatim piatu di Palestina.
Sayangi dan muliakan anak-anak yatim Palestina dengan kuatkan perjuangan mereka. Klik DONASI SEKARANG!
Alhamdulillah, 800 paket hot meals telah sampai di Gaza Utara.
Di tengah hujan yang tak berhenti dan dingin yang menusuk, Dompet Dhuafa kembali mengirimkan makanan siap saji untuk sekitar 1.500 jiwa. Paket-paket sederhana itu disalurkan di sebuah kamp pengungsian, tempat yang hampir setiap harinya dipenuhi anak-anak yatim, wajah-wajah kecil yang terlalu cepat belajar tentang kehilangan.

Sejak gencatan senjata diberlakukan, lebih dari 414 warga Palestina kembali meregang nyawa dan lebih dari 1.100 lainnya terluka akibat pelanggaran yang terus terjadi. Di saat dunia perlahan diam, Gaza masih berjuang di bawah pemboman, pengepungan, dan blokade bantuan yang membuat kebutuhan paling dasar pun sulit dijangkau.

Masa kecil mereka dicuri dan hancur, 40.000 anak yatim di Gaza masih kelaparan!

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Sahabat Baik
Sejak meletusnya serangan Israel pada Oktober 2023, jumlah anak yatim di Gaza melonjak drastis, dari 22.000 menjadi lebih dari 40.000 jiwa.
Hari ke-621, genosida pun masih berlanjut hingga detik ini. Anak-anak hidup dalam kondisi memprihatinkan—kelaparan, kedinginan, dan dihantui mimpi buruk setiap malam.
Masa kecil mereka dicuri dan hancur di tengah reruntuhan genosida oleh Israel. Apa kabar masa depan mereka?
Bantuan kemanusiaan memang bertahap dibuka, namun sayangnya Israel masih terus menembaki warga Gaza saat sedang mengantre bantuan di tengah teriknya panas dan kelaparan.

Kisah-kisah seperti ini menggambarkan betapa masa kecil di Gaza bukan lagi masa bermain dan belajar, tetapi berubah menjadi perjuangan bertahan hidup dan kehilangan semuanya.
Sahabat Baik, jangan lupakan anak-anak Gaza yang masih kelaparan dan berjuang untuk bertahan hidup. Luka ganda mereka juga menjadi tanggungjawab kita semua sebagai saudara muslim dan kemanusiaan.
Terus lantangkan suara untuk mereka, kuatkan doa dan bantuan dengan Sedekah Tuk Palestina!
Apa Kabar Palestina? :(
Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh Sahabat
Global Biodiversity Index 2022 atau Indeks keanekaragaman Hayati Global 2022 oleh The Swiftest, menyatakan bahwa keanekaragaman hayati di planet ini hampir tidak bisa dihitung jumlahnya. Yang artinya, banyak sumber daya yang bisa diolah, dan dimanfaatkan.
Namun faktanya, di dunia yang penuh kelimpahan ini masih banyak orang-orang yang berjuang dengan rasa lapar setiap hari. Di beberapa wilayah, anak-anak dan keluarga terpaksa bertahan hidup dengan makanan yang minim gizi atau bahkan tanpa makanan sama sekali.
Bapak/ibu, lebih dari 400 hari genosida di Palestina. Ditengah konflik dan pembatasan yang berkepanjangan, 80% warga Palestina menggantungkan hidupnya dari bantuan makanan. Langkanya bahan pangan dan tingginya tingkat kemiskinan mengakibatkan gelombang tinggi pada angka kelaparan.
Tanah suci nan damai itu, kini menjadi tempat paling mematikan di dunia bagi anak-anak 😭. Mereka menghadapi paparan kekerasan terus menerus, minimnya akses kesehatan, dan gizi buruk dengan tingkat tertinggi di dunia.
Anak-anak kelaparan dari sejak mereka lahir
Saat semua orang hanya bisa makan sehari sekali, para ibu hamil dan yang baru melahirkan membutuhkan nutrisi lebih. Akibatnya para ibu tidak bisa menyusui anak-anak mereka yang baru lahir. Untuk mencari susu formula pun sangat susah, selain itu harganya tidak terjangkau. Anak-anak yang harusnya tumbuh sehat dan kuat terpaksa hidup dengan asupan gizi yang minim, meningkatkan risiko stunting, anemia, dan gangguan kesehatan lainnya.
Sahabat Baik, sudah 44.056+ jiwa Syahid di Gaza. Angka ini akan terus bertambah jika genosida tidak segera dihentikan. Warga Gaza tidak memiliki tempat berlindung, anak-anak dan wanita masih menjadi korban yang paling banyak.
Rapatkan barisan, terus bersamai perjuangan Palestina sampai merdekaMari menjadi bagian yang menyayangi anak-anak yatim di Palestina. Klik SEDEKAH SEKARANG!
Anak-Anak Terjebak, Tidak Ada Tempat Aman Untuk Menetap!
Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh Sahabat
“Aku ingin pulang ke rumah, menjalani kehidupan normal, belajar dan menghafal Al-Quran seperti orang lain. Sebelumnya kami tinggal di rumah kami sendiri. Kami tidak pernah mengganggu siapa pun dan kami menyendiri.” Ucap Taleen Al-Hinnawi







