• Donasi
  • Zakat
    • Penghasilan
    • Maal
    • Emas
    • Fitrah
    • Fidyah
  • Sedekah
  • Wakaf
  • Kurban
  • Mitra Kami
  • donasi
  • yatim1
Kemanusiaan Donasi

Sedekah Yatim Palestina


sodaqoh kita
Rp 1.635.000 21 Donatur
163.50% dari target Rp 1.000.000
∞ hari lagi
donasi SEKARANG
Jadikan Favorit
Bagikan

Campaign ini merupakan affiliate dari
Sedekah Yatim Palestina
Program ini mencurigakan? Laporkan
  • Detail
  • Kabar Terbaru 4
  • Donatur 21
  • Affiliate Fundraiser
Detail

Lebih dari 17.000 anak-anak di Gaza harus melanjutkan hidup dengan status baru yaitu "Yatim Piatu" sejak serangan Zionis 7 Oktober 2023 lalu. Harus sekuat apa pundak kita jika ditakdirkan menjadi anak-anak Gaza? 

Kehangatan bersama keluarga, kesempatan bersekolah dan bermain sudah direnggut oleh kejamnya genosida Zionis. 

Saat ini mereka harus mencari makanan sendiri di tengah sekarat pangan dan bertahan hidup sebatang kara untuk masa depan yang entah bagaimana nasibnya. 

Tak jarang dari mereka harus berteriak dan menangis saat antre untuk mendapatkan makanan karena sudah tak tahan menahan lapar. Ya rabb, tolong kuatkan mereka! 

Menurut Data Kementerian Kesehatan Palestina - 14 Juli 2024, serangan Zionis ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 mengakibatkan 38.5884 warga Gaza syuhada dan melukai 88.881 jiwa lainnya. Sekitar 15.000 diantaranya adalah anak-anak tak berdosa harus tewas. Belum lagi diperkirakan 10.000 jiwa masih belum diketahui nasibnya dan diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur akibat bombardir Zionis. 

Masih kah kita berdiam diri dan bungkam?

Sahabat, jangan biarkan semangat hidup mereka putus. Setidaknya masih ada kita yang harus menemani dan perhatian untuk mereka. Bantuan sekecil apapun untuk mereka, baik makanan, pakaian, kebutuhan pendidikan, tempat tinggal yang aman dan kasih sayang akan menjadi penawar luka bagi anak-anak yatim piatu di Palestina. 

Sayangi dan muliakan anak-anak yatim Palestina dengan kuatkan perjuangan mereka. Klik DONASI SEKARANG!

 

Kabar Terbaru 4
31 Desember 2025
Alhamdulillah, 800 paket hot meals telah sampai di Gaza Utara.

Di tengah hujan yang tak berhenti dan dingin yang menusuk, Dompet Dhuafa kembali mengirimkan makanan siap saji untuk sekitar 1.500 jiwa. Paket-paket sederhana itu disalurkan di sebuah kamp pengungsian, tempat yang hampir setiap harinya dipenuhi anak-anak yatim, wajah-wajah kecil yang terlalu cepat belajar tentang kehilangan.

Mungkin bagi kita hanya sebungkus makanan. Tapi bagi mereka, itu adalah kehangatan. Itu adalah rasa “masih diperhatikan” di tengah lapar dan cuaca yang tak bersahabat.

Sayangnya, derita belum berhenti.
Sejak gencatan senjata diberlakukan, lebih dari 414 warga Palestina kembali meregang nyawa dan lebih dari 1.100 lainnya terluka akibat pelanggaran yang terus terjadi. Di saat dunia perlahan diam, Gaza masih berjuang di bawah pemboman, pengepungan, dan blokade bantuan yang membuat kebutuhan paling dasar pun sulit dijangkau.
 
 
Musim dingin datang tanpa jeda. Tenda-tenda rusak, bocor, makanan terbatas, dan tempat berlindung semakin langka. Namun di tengah semua itu, satu hal masih mereka genggam: harapan, bahwa ada yang terus mengingat, peduli, dan bersuara.

Karena Palestina bukan sekadar kabar duka yang lewat di linimasa. Ia adalah kebenaran yang tak boleh kita diamkan.

Sahabat, mari terus bersuara, berbagi, dan membersamai pejuang Palestina. Karena bungkam adalah kejahatan. Klik PEDULI YATIM PALESTINA
Bagikan
04 Juli 2025
Masa kecil mereka dicuri dan hancur, 40.000 anak yatim di Gaza masih kelaparan!

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Sahabat Baik 

Sejak meletusnya serangan Israel pada Oktober 2023, jumlah anak yatim di Gaza melonjak drastis, dari 22.000 menjadi lebih dari 40.000 jiwa.

Hari ke-621, genosida pun masih berlanjut hingga detik ini. Anak-anak hidup dalam kondisi memprihatinkan—kelaparan, kedinginan, dan dihantui mimpi buruk setiap malam.

Masa kecil mereka dicuri dan hancur di tengah reruntuhan genosida oleh Israel. Apa kabar masa depan mereka? 

Bantuan kemanusiaan memang bertahap dibuka, namun sayangnya Israel masih terus menembaki warga Gaza saat sedang mengantre bantuan di tengah teriknya panas dan kelaparan. 

Kisah-kisah seperti ini menggambarkan betapa masa kecil di Gaza bukan lagi masa bermain dan belajar, tetapi berubah menjadi perjuangan bertahan hidup dan kehilangan semuanya. 

Sahabat Baik, jangan lupakan anak-anak Gaza yang masih kelaparan dan berjuang untuk bertahan hidup. Luka ganda mereka juga menjadi tanggungjawab kita semua sebagai saudara muslim dan kemanusiaan. 

Terus lantangkan suara untuk mereka, kuatkan doa dan bantuan dengan Sedekah Tuk Palestina! 

Bagikan
21 November 2024
Apa Kabar Palestina? :(

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh Sahabat

Global Biodiversity Index 2022 atau Indeks keanekaragaman Hayati Global 2022 oleh The Swiftest, menyatakan bahwa keanekaragaman hayati di planet ini hampir tidak bisa dihitung jumlahnya. Yang artinya, banyak sumber daya yang bisa diolah, dan dimanfaatkan.

Namun faktanya, di dunia yang penuh kelimpahan ini masih banyak orang-orang yang berjuang dengan rasa lapar setiap hari. Di beberapa wilayah, anak-anak dan keluarga terpaksa bertahan hidup dengan makanan yang minim gizi atau bahkan tanpa makanan sama sekali.

Bapak/ibu, lebih dari 400 hari genosida di Palestina. Ditengah konflik dan pembatasan yang berkepanjangan, 80% warga Palestina menggantungkan hidupnya dari bantuan makanan. Langkanya bahan pangan dan tingginya tingkat kemiskinan mengakibatkan gelombang tinggi pada angka kelaparan.

Tanah suci nan damai itu, kini menjadi tempat paling mematikan di dunia bagi anak-anak 😭. Mereka menghadapi paparan kekerasan terus menerus, minimnya akses kesehatan, dan gizi buruk dengan tingkat tertinggi di dunia.

Anak-anak kelaparan dari sejak mereka lahir

Saat semua orang hanya bisa makan sehari sekali, para ibu hamil dan yang baru melahirkan membutuhkan nutrisi lebih. Akibatnya para ibu tidak bisa menyusui anak-anak mereka yang baru lahir. Untuk mencari susu formula pun sangat susah, selain itu harganya tidak terjangkau. Anak-anak yang harusnya tumbuh sehat dan kuat terpaksa hidup dengan asupan gizi yang minim, meningkatkan risiko stunting, anemia, dan gangguan kesehatan lainnya.

Sahabat Baik, sudah 44.056+ jiwa Syahid di Gaza. Angka ini akan terus bertambah jika genosida tidak segera dihentikan. Warga Gaza tidak memiliki tempat berlindung, anak-anak dan wanita masih menjadi korban yang paling banyak. 

Rapatkan barisan, terus bersamai perjuangan Palestina sampai merdekaMari menjadi bagian yang menyayangi anak-anak yatim di Palestina. Klik SEDEKAH SEKARANG!

 

Bagikan
31 Oktober 2024
Anak-Anak Terjebak, Tidak Ada Tempat Aman Untuk Menetap!

Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh Sahabat

Bagaimana ya kabar anak-anak Gaza? Setelah lebih dari 12 bulan Genosida ini, bagaimana mereka tetap bertahan tanpa orangtua?
Lebih dari 42.000 orang dinyatakan Syahid, 2,3 Juta penduduk Gaza mengungsi, dan terjebak di hanya 10% wilayah tersebut. Lebih dari 1.700.00 jiwa dimana lebih dari 610.000 nya adalah anak-anak, kini berdesakkan di wilayah yang sudah menjadi salah satu tempat terpadat di dunia.
 
Minimnya fasilitas sanitasi dan kesehatan, kurangnya obat-obatan dan perlengkapan medis, meningkatnya jumlah jenazah yang tidak dikubur, menciptakan lonjakan wabah penyakit yang besar, yang sedikit demi sedikit merenggut Kesehatan anak-anak. Saat ini dikabarkan Semua anak dibawah lima tahun di Gaza berisiko tinggi mengalami kekurangan Gizi.
Secercah harapan hadir di daerah Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis. Mahmoud Kallakh, pendiri kamp Al-Baraka bertujuan membantu keluarga yang kehilangan pencari nafkah.
400 keluarga Palestina saat ini mengungsi di kamp panti asuhan Al-Baraka. beberapa anak-anak yang tinggal disana ialah, Nada Al-Gharib dan Taleen Al-Hinnawi adalah anak-anak yang kehilangan ayahnya dan menjadi pengungsi kamp saat ini. 

“Aku ingin pulang ke rumah, menjalani kehidupan normal, belajar dan menghafal Al-Quran seperti orang lain. Sebelumnya kami tinggal di rumah kami sendiri. Kami tidak pernah mengganggu siapa pun dan kami menyendiri.” Ucap Taleen Al-Hinnawi
 
“Ayah tidak akan membiarkan kami melakukan hal-hal sulit” Ucap Nada Al-Gharib
“Sekarang, keadaan menjadi sulit. Kami harus mengambil air dan melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan laki-laki, tetapi kami tidak punya pilihan lain karena kami kehilangan mereka.” lanjutnya..
 
Sahabat Baik.. Nada dan Taleen hanyalah dua anak dari 17.000 lebih anak-anak yang hidup sendirian tanpa orang dewasa. Masih banyak kisah pilu dari setiap anak-anak di Gaza. Gak kebayang yaa gimana mereka bisa setegar itu menjalani kehidupan sehari-hari..
 
Ya Rabb, lindungi selalu anak-anak di Gaza..
 
Sahabat, Semoga kisah Taleen dan Nada menyentuh hati kita semua, mengingatkan kita akan pentingnya perhatian dan kasih sayang yang harus terus kita arahkan untuk Palestina. Mari menjadi bagian yang menyayangi anak yatim dan piatu di Bumi Para Nabi. Setiap doa dan bantuan, BANTU KUATKAN PEJUANG PALESTINA
 
 
Bagikan
Donatur21
Anonim
28 Februari 2025
Donasi
Rp 50.000
semoga berkah
Bagikan
Anonim
28 Agustus 2025
Donasi
Rp 200.000
Semoga istriku sembuh
Bagikan
Anonim
04 Agustus 2025
Donasi
Rp 25.000
Bagikan
Anonim
09 Mei 2025
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Anonim
25 April 2025
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
ganeaha
18 April 2025
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
ganesha
11 April 2025
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
ganesha
28 Maret 2025
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
21 Maret 2025
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
ganesha
15 Maret 2025
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Ganesha
14 Maret 2025
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
12 Oktober 2024
Donasi
Rp 50.000
Bagikan
Anonim
31 Januari 2025
Donasi
Rp 50.000
Bagikan
Anonim
15 Januari 2025
Donasi
Rp 100.000
Bagikan
Rio Radityo
27 Desember 2024
Donasi
Rp 250.000
Semoga berkah dan bermanfaat
Bagikan
Anonim
13 Desember 2024
Donasi
Rp 50.000
Semoga bermanfaat
Bagikan
Yan Ferd
29 November 2024
Donasi
Rp 50.000
Bismillah ya Allah
Bagikan
hamba allah
10 November 2024
Donasi
Rp 50.000
semoga berkah dan bermanfaat
Bagikan
Zainal Arifin
07 November 2024
Donasi
Rp 50.000
Pahala buat almarhum orang tua
Bagikan
Anonim
01 November 2024
Donasi
Rp 500.000
semoga berguna dan bermanfaat
Bagikan
didi rusdiana
25 Oktober 2024
Donasi
Rp 100.000
Bagikan
Affiliate Fundraiser0
Campaign ini belum memiliki Affiliate Fundraiser
JADI FUNDRAISER
DONASI SEKARANG
Dompet Dhuafa
  • Donasi
  • Zakat
  • Sedekah
  • Wakaf
  • Kurban
  • Mitra Kami
Tentang
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kisah Kasih
  • Kebijakan Privacy
  • Syarat & Ketentuan
  • Laporan Publik
  • Whistleblowing System
Sertifikasi Manajemen
Ikuti Kami
© Dompet Dhuafa