
Bantu UMKM Terdampak Banjir Sumatera BANGKIT
Dompet Dhuafa Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.
Belum usai duka ditinggal suami wafat, kenyataan pahit harus kembali dirasakan Ibu Nurhayati bersama keenam yang masih berusia sekolah dan balita sekarang.

Berkah Laudary, usaha yang ia bangun bersama sang suami di Dusun Sejahtera, Pante Pisang, Bireun, kini porak-poranda diterjang banjir Sumatera. Mesin cuci rusak, sumber air bersih terendam air lumpur, filter air rusak, dan setrika hanyut terbawa arus.
Kondisi yang tidak lebih baik juga dirasakan oleh Pak Thahir, pria paruh baya asal Dusun Mesjid, Kulu, Pidie Jaya yang juga penyandang disabilitas (Tunawicara) tak kuasa melihat usaha warung kopinya porak-poranda diterjang banjir bandang.

Satu-satunya mata pencaharian keluarga yang dijalankan bersama sang istri itu runtuh dalam sekejap. Pun semua peralatan di dalamnya hilang entah kemana terseret arus yang deras.

Air banjir yang begitu tinggi dan arus yang sangat kencang dengan seketika menerjang apa saja yang ada di dahadapan, tak terkecuali usaha laudry milik Ibu Nurhayati, Warung Kopi Pak Thahir, dan banyak usaha lainnya yang juga ikut terdampak.
Kini, lebih dari dua bulan berlalu, masih banyak usaha milik warga belum pulih karena tak ada biaya untuk memulainya kembali. Modal habis, barang-barang dan peralatan rusak bahkan hilang, dan entah berapa banyak kerugian yang diderita.
Kita bantu mereka bangkit lagi yuk!

Bantuan Modal Usaha UMKM Terdampak Banjir Sumatera merupakan bagian dari Program Recovery Sumatera yang diinisiasi Dompet Dhuafa untuk membantu proses pemulihan Sumatera melalui jalur ekonomi.
Besarnya jumlah bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan Calon Penerima Manfaat setelah selesai tahap asesment dan dinyatakan lolos oleh tim Dompet Dhuafa.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa meringankan kesulitan besar seorang muslim di dunia, maka Allah akan meringankan kesulitan besarnya pada hari kiamat.... (HR. Muslim)
Yuk bantu UMKM terdampak banjir Sumatera bangkit dengan klik DONASI SEKARANG
