
Uluran Tanganmu, Bantu Pulihkan Bencana Banjir di Sumatra Barat
Dompet Dhuafa Singgalang Sumatra Barat tengah menghadapi masa-masa sulit. Dengan dilanda bencana beruntun Dalam tiga hari terakhir, hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan tanah amblas terjadi hampir di seluruh wilayah seperti ; Kota Padang, Padang Pariaman, Solok, kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kab. pesisir selatan, Kab. Pasaman, Kota Bukitinggi, Kab Pariaman. Hanya menyisakan duka mendalam bagi ribuan keluarga. Rumah-rumah rusak, akses jalan terputus, dan sebagian warga terpaksa mengungsi karena kondisi yang tidak lagi aman.
Berikut data dari BPBD Sumatra Barat mengenai Kebencanaan terparah di Sumatra Barat :
Di Kota Padang, angin kencang, banjir, dan tanah amblas terjadi di banyak titik. Pohon tumbang menutup akses jalan, rumah-rumah warga tergenang, dan beberapa teras rumah amblas akibat tanah labil setelah hujan berkepanjangan. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan tetap meluas, mulai dari rumah rusak ringan hingga jalan retak yang menghambat aktivitas masyarakat.
Dampak terparah terjadi di Kabupaten Padang Pariaman, di mana banjir besar melanda sejumlah kecamatan. Sebanyak 3.076 rumah terendam, membuat 3.076 KK atau 9.228 jiwa harus menghadapi kondisi sulit. Dari jumlah tersebut, tercatat 11 ibu hamil, 92 lansia, dan 44 balita berada dalam kondisi rawan. Banjir juga merendam 138 hektare sawah dan 26 hektare kebun, merusak saluran irigasi, memutus jembatan, serta merusak fasilitas pendidikan. Taksiran kerugian mencapai ± Rp 4,88 miliar, dan pemerintah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari untuk mempercepat penanganan.
Di Kota Solok, banjir kembali memperburuk keadaan. Air bah merusak rumah warga dan membuat 6 KK atau 18 jiwa terdampak langsung, sebagian bahkan kehilangan tempat tinggal karena bangunan runtuh diterjang arus.
Sementara itu, Kabupaten Agam mengalami bencana yang kompleks: banjir, banjir bandang, dan longsor terjadi nyaris bersamaan. Rumah warga terdampak, lahan pertanian rusak, jalan provinsi dan kabupaten tertutup material longsor, dan jembatan putus sehingga akses masyarakat dan sekolah terganggu. Kolam ikan, kafe, serta fasilitas air bersih pun ikut tertimbun material banjir bandang, memperburuk kondisi ekonomi warga
Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melalui Dompet Dhuafa Singgalang telah berada di lapangan untuk mengevakuasi warga, mendistribusikan bantuan darurat, mendirikan pos hangat, berkotribusi di dapur umum dalam berbagi makanan serta melakukan asesmen kebutuhan lanjutan. Meski begitu, kebutuhan di lapangan masih jauh lebih besar dibandingkan
Di saat-saat genting seperti inilah, kehadiran Anda menjadi sangat berarti.
Setiap kontribusi yang Anda berikan akan membantu menopang kebutuhan warga yang sedang berjuang bertahan di lokasi bencana. Bantuan Anda akan langsung disalurkan untuk:
- Memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi
- Mendukung proses evakuasi dan pembukaan akses yang tertutup material bencana
- Penyediaan makanan siap saji serta dukungan dapur umum
- Pengadaan selimut, pakaian, family kit, dan obat-obatan bagi keluarga terdampak
- Membantu proses pemulihan warga yang terkena banjir, longsor, dan angin kencang
Setiap donasi, sekecil apa pun, adalah harapan baru bagi mereka yang kehilangan hampir segalanya.
Mari hadir bersama mereka, hadir untuk Sumatera Barat yang sedang berduka. Dengan kepedulian Anda, kita dapat membantu mereka kembali bangkit.

