
Sedekah Al-Qur’an, Mengalirkan Cahaya di Setiap Bacaan
GRAMEDIA Di negeri dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia, ironisnya masih banyak saudara kita yang belum memiliki Al-Qur’an yang layak dibaca. Data penelitian menunjukkan bahwa sekitar 72,25 % Muslim di Indonesia masih buta huruf Al-Qur’an dan salah satu penyebabnya adalah ketidaktersediaan Al-Qur’an yang cukup di rumah, mushala, dan pesantren 📚.
Bayangkan situasi di beberapa pesantren dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di daerah:
🔹 Santri bertukar bergantian menggunakan mushaf yang jumlahnya terbatas.
🔹 Kitab yang tersedia sudah usang, kertasnya menguning dan sobek, karena terlalu sering dipakai.
🔹 Di pelosok desa, bahkan masih banyak masyarakat yang sama sekali belum punya mushaf Al-Qur’an untuk dibaca setiap hari.

November 2025 lalu terjadi bencana banjir di Sumatera yang membuat ratusan mushaf Al-Qur’an rusak akibat terendam lumpur dan air banjir, sehingga para jamaah dan pengungsi kehilangan kitab suci mereka.
Hal-hal ini bukan sekadar angka atau cerita singkat tapi ini realita yang dihadapi oleh ribuan keluarga, santri, dan keluarga dhuafa di banyak wilayah Indonesia. Ratusan masjid terendam, mushaf-mushaf basah, rak-rak kitab hanyut. Anak-anak kehilangan Iqra’ & Al-Qur’an yang biasa mereka pakai mengaji.

📌 Al-Qur’an bukan cuma buku.
Ia adalah pegangan hidup, sumber ketenangan jiwa, tempat belajar dan menghafal ayat-ayat Allah, serta warisan pahala yang terus mengalir untuk pemberinya.
Melalui program Sedekah Al-Qur'an, kami ingin memastikan bahwa :
✨ Setiap anak penghafal Al-Qur’an punya mushaf sendiri.
✨ Setiap masyarakat dhuafa tidak perlu lagi bergantian hanya untuk membaca.
✨ Setiap rumah ibadah dan lembaga pendidikan punya cukup Al-Qur’an untuk generasi sekarang dan yang akan datang.
Sahabat, Al-Qur'an ini adalah bekal pahala panjang, karena setiap mushaf yang dibaca akan terus mengalirkan kebaikan bahkan setelah kita tiada. Mari jadi bagian cahaya untuk generasi-generasi yang qur'ani dengan mengirim Al-Qur'an. Klik DONASI SEKARANG
