
Pahala Jariyah, Tebar Al-Qur'an di Bumi Para Nabi
Dompet Dhuafa Di balik riuhnya Board of Peace yang kerap digaungkan dan serangan Israel yang kian membabi buta, kami percaya pasti masih ada tangan-tangan kebaikan yang bekerja dalam senyap, serta suara-suara lantang yang tak pernah lelah membela Palestina.

Kemilau cahaya hadir ditengah reruntuhan. Cahaya yang tak pernah padam, dari hati dan keimanan warga Gaza.
Palestine Chronicle menjelaskan bahwa Gaza memiliki potensi sebagai wilayah dengan penghafal Al-Quran terbesar di dunia.
“Al-Qur'an memberi kita kenyamanan. Kita hidup dalam kondisi yang buruk, di bawah tekanan. Al-Qur'an mengajarkan kita kesabaran.” Ucap Prof. Zakariya Alzemly, profesor Ilmu Al-Qur'an dan Agama Komparatif di Universitas Islam di Gaza.
“Yang rusak adalah rumah kami, namun kecintaan kami terhadap Al-Quran tetap utuh”

Di bawah puing-puing rumah dan madrasah, mereka mengumpulkan sisa-sisa Al-Qur'an dan buku yang masih utuh. Suara lantunan ayat suci terus menggema, menghidupkan tenda-tenda pengungsian dengan cahaya al-Quran. Mereka mengahafal secara bergantian, menjaga hafalan al-Quran agar tetap sempurna. MasyaAllah ❤️

Di Gaza al-Quran akan sangat mudah ditemukan, masjid dan madrasah menyimpan banyak al-Quran, para supir dan pedagang menggenggam al-Quran di tangan, orang-orang terbiasa melafalkan beberapa ayat.
Kini para hafiz di Palestina menggunakan lembaran Al-Quran yang tersisa untuk menghafal, beberapa harus bergantian menggunakan Al-Quran.
Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Saat kita membacanya dengan tenang di rumah, saudara-saudara kita di Palestina membacanya di bawah bayang-bayang penjajahan.
Sahabat, mari hadirkan pahala yang terus mengalir melalui Sedekah Qur’an untuk Palestina. Setiap mushaf yang kita sedekahkan menjadi cahaya doa, penguat iman, dan bukti kepedulian kita di Masjid Al Aqsa. Klik DONASI SEKARANG
