
RAIH BERKAH MUHARRAM: BANTU YATIM BISA SEKOLAH
Dompet Dhuafa Karena kemiskinan, sering kali mimpi-mimpi terjegal. Karena status sebagai yatim dari keluarga tidak mampu, sering kali mimpi-mimpi terlupakan. Hal inilah yang juga dirasakan oleh Aisha Hajj Anwari, siswi kelas tujuh Madrasah Tsanawiyah di Ciputat.

Jangankan Aisha, bagi sebagian orang dari kalangan ekomomi menengah, pasti sadar betul betapa besarnya modal yang harus dikeluarkan saat ingin menjadi seorang dokter. Biaya pendidikan yang sangat mahal sering kali membuat lutut bergetar. Namun kenyataan menamparnya dua kali lebih kencang.
Sebagai yatim yang telah kehilangan sosok ayah sedari belia dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, semakin menggerus cita-cita Aisha menjadi dokter.

Sering kali keinginan itu datang, bersemayam di alam bawah sadarnya. Namun sebanyak itu pula ia menepis angannya karena sadar diri dari mana modal besar itu akan didapatkan.
Saat ini Aisha tinggal di salah satu panti asuhan yang terletak di bilangan Ciputat, Tangerang Selatan. Bersama rekan-rekannya yang lain, ia tertib mengikuti semua jadwal panti yang sudah tertera. Sembari tak lupa memenuhi kewajibannya sebagai seorang siswa, belajar. Berkat kegigihannya, ia pun sering jadi juara satu di kelas.

Tak hanya Aisha, data Kementeriaan Sosial Republik Indonesia pada tahun 2022 menyebutkan ada sebanyak 4.043.622 anak yatim piatu di seluruh Indonesia. Sebagian mungkin bernasib baik, sementara lainnya bisa jadi lebih sulit.
Bersama Yatim Growth Partner, Dompet Dhuafa terus berikhtiar menjadi jembatan kebaikan ribuan yatim mendapatkan haknya untuk belajar, menerima pendidikan, dan mewujudkan cita-cita.

Bagi dunia mungkin kita bukan siapa-siapa, namun bagi mereka bisa jadi kita adalah dunianya. Dunia yang memberi harapan dan jembatan pada hal-hal baik di masa depan.
Mari bergandeng tangan, jadi jembatan kebaikan untuk ribuan yatim di Indonesia dengan klik DONASI SEKARANG.
