• Donasi
  • Zakat
    • Penghasilan
    • Maal
    • Emas
    • Fitrah
    • Fidyah
  • Sedekah
  • Wakaf
  • Kurban
  • Mitra Kami
  • donasi
  • peduligurungaji
Sosial Dakwah Donasi

Raih pahala jariyah dengan muliakan guru ngaji pelosok


Dompet Dhuafa
Penggalangan ini bagian dari Program Dakwah dan Budaya
Rp 89.985.731 603 Donatur
18.00% dari target Rp 500.000.000
∞ hari lagi
donasi SEKARANG
Jadikan Favorit
Bagikan

Program ini mencurigakan? Laporkan
  • Detail
  • Kabar Terbaru 8
  • Donatur 603
  • Affiliate Fundraiser
Detail

Menurut Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, jumlah penduduk Indonesia yang beragama Islam adalah 241,7 juta jiwa. Mirisnya, 72 persen atau 174 juta di antaranya buta huruf hijaiiyah (2022)

Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menyebutkan jumlah guru ngaji yang tercatat di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) dan Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (TKA) di seluruh wilayah Indonesia sebanyak 928.000 orang.


Masih ada ratusan ribu lagi guru ngaji yang statusnya belum tercatat oleh pemerintah. Perihnya lagi, semua guru ngaji ini masih sangat jauh dari perhatian dan kesejahteraan apalagi berdaya. Bertahun-tahun bahkan puluhan tahun mengajarkan Al-Qur'an tanpa harap belas GAJI dan sangat minim apresiasi. 


Dengan sabar, telaten dan semangat yang tinggi, para Guru Ngaji meluangkan waktunya untuk mengajari kita semua agar mengenal huruf Hijaiyah hingga mampu membaca Al-Qur’an. Tak lupa dengan berbagi ilmu untuk membentuk akhlak yang mulia, memiliki budi pekerti dan melahirkan generasi penerus yang Qur’ani sudah menjadi tugas utamanya.

Seperti kisah sang guru ngaji yang akrab disapa dengan Ustaz Noron, lebih dari 20 tahun mengajar mengaji di MDTA Anwarul Hidayah, Pandeglang Banten tanpa dibayar. Mengabdi sepenuh hati sebagai tanggung jawab moral kepada kampung sendiri.

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (HR Bukhori)

Mengabdikan diri menjadi seorang “Guru Ngaji” bukanlah hal mudah dilalui. Peran penting mereka sangat menentukan masa depan generasi yang Qur'ani meskipun semangat mereka dan pengabdian mereka masih kurang di perhatikan atau bahkan dipandang sebelah mata. 

Sahabat, memuliakan mereka sama saja kita ikut berperan dalam menciptakan generasi penerus pecinta Al-Qur'an dengan apresiasi mereka dalam bentuk uang saku ataupun bantuan pangan. Ayo sama-sama saatnya MULIAKAN GURU NGAJI 


Kabar Terbaru 8
30 Januari 2026
Mengabdi dalam senyap sejak 1986, inilah sosok mulia di pelosok desa Ulak

Di tengah hamparan sawah Desa Ulak Petangisan, tempat sebagian besar warganya menggantungkan hidup sebagai petani padi, ada satu sosok yang setia menyalakan cahaya Al-Qur’an bagi generasi kecil desa. Sosok itu adalah Ustadzah Maisonah. 

Di usia senjanya, Ustadzah Maisonah masih rutin mengajarkan ilmu Al-Qur’an kepada anak-anak di TPA Nurul Huda. Sejak tahun 1986, bersama saudaranya, beliau membuka pintu rumah dan hatinya untuk anak-anak desa agar bisa belajar mengaji. Tanpa tarif, tanpa patokan biaya. Semua dilakukan dengan satu niat: agar anak-anak mengenal Al-Qur’an sejak dini.

Bukan hanya mengajarkan huruf demi huruf, Ustadzah Maisonah juga menanamkan nilai kemandirian. Anak-anak diajarkan menabung sedikit demi sedikit. Dari tabungan itulah, mereka membeli Al-Qur’an, Iqro, rehal, seragam mengaji, bahkan untuk biaya mengikuti ujian munaqosah. Sebuah pelajaran hidup yang sederhana, tapi membekas.

Puluhan tahun berlalu, dedikasi itu tak pernah pudar. Hingga akhirnya, melalui amanah para donatur yang disalurkan lewat Dompet Dhuafa, Ustadzah Maisonah menjadi salah satu penerima manfaat Program Hadiah Guru Ngaji.

Saat tim Dompet Dhuafa berkunjung, haru terpancar dari wajahnya. Seakan berbicara kalau pengabdiannya selama ini masih ada yang melihat, bawah masih ada tangan-tangan kecil yang peduli dengan profesinya.
 
 
Ustadzah Maisonah hanyalah satu dari ribuan guru ngaji di pelosok negeri yang mengabdikan hidupnya demi menjaga cahaya Al-Qur’an tetap menyala. Mereka mengajar dalam sunyi, tanpa sorotan, namun jasanya mengalir hingga jauh ke masa depan.

🌱 Mari kita terus hadirkan kebahagiaan dan semangat bagi para guru ngaji di pelosok negeri.

Melalui Program Guru Ngaji Pelosok Negeri, setiap uluran tangan Anda adalah bentuk cinta, penghargaan, dan keberlanjutan dakwah di tanah-tanah yang jarang tersentuh. Karena menjaga guru ngaji, berarti menjaga masa depan umat. KLIK DONASI SEKARANG
Bagikan
20 Desember 2024
Sosok Guru Ngaji : Mengajar Dengan Hati, Berjuang Tanpa Henti

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Sahabat 

Center of influence, atau individu yang memiliki pengaruh signifikan dalam berbagai konteks mereka biasanya dihormati dan dipercaya. Sebagai Center of influence, Guru ngaji memiliki peran penting sebagai pembentuk karakter, dan pengenalan terhadap agama. Tidak hanya mentransfer Ilmu, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai moral dan etika dasar. Sehingga kehadiran Guru ngaji disuatu daerah tidak hanya memengaruhi para murid, melainkan para orangtua dan masyarakat sekitar.

Desa Ulak, Sumatera Selatan. Perkenalkan sosok guru yang mengabdi puluhan tahun tanpa pamrih dari pelosok Sumatera Selatan. Ialah Nuraini, yang akrab disapa nenek nur. Menjadi guru ngaji sejak 1980 hingga saat ini. 44 tahun mengabdi agar anak-anak di desa mempunyai dasar mengaji dan beribadah.

Ruang mengaji hanyalah sebuah ruang kecil dibagian bawah rumah, beralaskan karpet gulung yang dibawa masing-masing anak dan satu lampu bohlam untuk menerangi ruangan. Fasilitas lampu dan karpet ialah hasil inisiatif para orangtua murid.

“Saya kalau pagi bertani padi, sampai siang. Kalau sore beres-beres ruangan, karena Maghrib anak-anak udah datang kesini buat sholat berjamaah. Saya senang sekali sama anak-anak, bersyukur masih kuat dan mampu buat mengajar. Saya akan tetap mengajar selagi saya bisa.” Ucap Nenek Nur.

“kami semua ingin nenek nur tetap sehat dan panjang umur. Agar terus bisa mengajar dan mendidik anak-anak kami Al-Quran, doa-doa dan ilmu agama”

Satu doa yang terus dipanjatkan oleh hampir seluruh warga di Desa Ulak, Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Sahabat, mari kita melihat sejenak bagaimana para pahlawan tanpa tanda jasa ini berjuang. Perjuangan mereka bukan dengan tombak atau bambu runcing, namun setiap goresan pena tercetaklah para harapan bangsa dan agama.

Yuk, jadi bagian yang memuliakan para Guru Ngaji di Pelosok. Klik DONASI SEKARANG untuk bantu sejahterakan para Guru Ngaji.

 

Bagikan
19 Januari 2024
Sosok Sejati Guru Ngaji, Tanpa Rindukan Belas Gaji

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh #SahabatBaik 

Mengenal lebih jauh kemuliaan para guru ngaji yang ada di pelosok negeri. Kali ini perkenalkan sosok sejati dari pelosok Banten, beliau adalah Ustaz Apipi.

Puluhan anak seusia pelajar SD, selalu ramai mendatangi rumah Ustaz Apipi setiap sore hingga malam. Mereka datang ke rumahnya untuk belajar Al-Quran dengan tajwid yang benar. Rasa penuh semangat anak-anak berbondong memenuhi teras rumah Apipi hingga ke saung, yang memang biasa ia gunakan untuk mengajar ngaji.

Kebiasannya mengajar belasan tahun sejak bangku MTS terus berlanjut hingga sekarang dengan impian dapat mencetak generasi yang berakhlak mulia meskipun profesinya masih minim apresiasi.

“Makanya kalau di sini 2016 saya mulai aktif sendiri mengajar ngaji sampai sekarang, mudah-mudahan sampai akhir hayat, kepengen saya itu mudah-mudahan ketika meninggal itu dalam keadaan lagi ngaji,” kata Ustaz Apipi. 

Tentu bukan hal mudah mengabdikan hidupnya untuk mengajar agama kepada anak-anak di desanya. Apalagi mayoritas penduduk desa hidup dari pertanian yang tidak selalu memberikan hasil yang memadai. Tak ada harapan materi, namun keikhlasannya dalam menyebarkan ilmu agama sungguh membuat hatinya kaya dan selalu bersyukur.

Berbagai tantangan telah ia lewati, ketika minat mengaji anak-anak sedang menurun, Uztaz Apipi melakukan berbagai aktivitas bersama dengan anak-anak, salah satunya adalah dengan bacakan, sebuah tradisi makan bersama berasal dari Banten. Menurutnya, untuk mengajak anak-anak mengaji lebih dulu menanamkan suasana yang nyaman dan menyenangkan.

“Saya teringat ucapan Kanjeng Nabi “Barang siapa yang mengajarkan satu huruf dari Al-Quran atau satu bab ilmu maka Allah akan kucurkan pahalanya sampai akhir hari kiamat” jadi motivasinya bukan honor atau apa, kalau di kampung mah ga ada honornya bu, makanya udah lillahitaala yang penting kita tawakal, mudah-mudahan rezeki datangnya dari manapun Allah siapkan untuk kita dan keluarga,” ungkap Ustaz Apipi. 

Tak hanya sampai di situ, sebelum memiliki teras yang memadai aktivitas mengaji hanya beralaskan tikar-tikar yang digelar di bawah pohon-pohon besar. Hujan hingga panas menerpa, namun semangat anak-anak mengaji membuat Ustaz Apipi semakin bersemangat. Ia bahkan sempat mengumpulkan para orang tua murid untuk melakukan urunan pembuatan tempat mengaji yang lebih layak.

“Jadi ya ngeliat kesemangatan anak-anak belajar itu sangat luar biasa, panas hujan ke sini bawa payung, makanya meskipun saya ga ada tempat juga masih belum punya tempat yaudah lah kita cari tiket yang gede, kita ngampar aja ke pohon-pohon yang ada di sini, sambil berusaha, setelah itu berusaha, saya kumpulkan orang tuanya, tolong bantu saya ini karena anak-anak semangat, tapi masyarakat itu tidak sepenuhnya membantu, karena saya tau kondisinya,” imbuh Ustaz Apipi. 

Qadarullah, segala prosesnya memang tidak mudah karena kondisi perekonomian masyarakat masih terbatas. Meski rencana tak selaras dengan harapan, namun kita tetap harus berani tumbuh dan lapang dada. Menurut Ustaz Apipi yang terpenting itu keikhlasan kita, bagaimana caranya kita bisa memurnikan niat, meluruskan niat untuk anak-anak bisa serius belajar mengaji dan bisa mengamalkannya. Selain mengajar Al-Qur'an, Ustaz Apipi juga memberikan pemahaman dan pembelajaran fiqih, hadits, dan pelajaran akidah.

#SahabatBaik, meski profesi mereka masih minim apresiasi padahal memiliki peran yang sangat besar untuk negeri. Sudah selayaknya kita untuk sama-sama memuliakannya, membantu apresiasi mereka di sedekah terbaik hari ini. KLIK MULIAKAN GURU NGAJI

Bagikan
12 Januari 2024
Belajar syukur dari sang Guru Hartono, "Apa yang kita syukuri pasti tercukupi"

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Sahabat, sudah bersyukur kah hari ini?

Begitu banyak nikmat yang Allah berikan selama ini kepada kita. Meski kadang tak kita sadari, namun banyak sekali hal-hal berkah yang kita sudah nikmati. Mulai dari nikmat tubuh yang sehat, makanan yang cukup, pekerjaan yang layak hingga bisa beribadah dengan khidmat.

Awal tahun ini kita mencoba belajar untuk lebih bersyukur lagi dari salah satu seorang Guru Ngaji yang akrab disapa Ustaz Hartono. Kegigihannya mengajarkan mengaji sudah tertanam sejak tahun 1999. Artinya sudah 25 tahun beliau mengajarkan mengaji tanpa upah yang pasti. Niat mulia beliau hanya ingin mengumpulkan bekal untuk di akhirat nanti dan ingin mencerdaskan anak-anak generasi yang Qur'ani.

"Selain mendidik anak-anak, saya ingin mencerdaskan anak bangsa. Karena tanpa agama, dunia ini akan rusak. Tujuan saya cuma mikirin bekal untuk di akhirat nanti aja. Karena dunia itu sangat sementara, hidup yang hakiki itu di bawah"
“Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina adzabannar”
Saya hanya minta kebaikan di dunia ataupun di akhirat. (Ungkap Ustaz Hartono)

Hebatnya lagi, anak didiknya sering mendapatkan predikat juara MTQ. Tentu hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ustaz Hartono karena apa yang sudah diajarkan selama membuahkan hasil.

"Kalau saya sebutkan angkanya gak sopan mbak, karena dapatnya juga ga tentu. Yaa, pokonya gak cukup mbak kalau untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi ya Alhamdulillah saya selalu syukuri bahwa rezeki tidak hanya datang dari pintu saja. Allah akan kasih rezeki dari pintu mana saja yang disukai", ungkap Ustaz Hartono 

Intinya kita harus pandai bersyukur, karena apa yang kita syukuri pasti tercukupi. Beliau sangat memegang teguh konsep kehidupan yang Allah berikan yaitu :

“Waman yattaqillaha Yaj’allahu makhroja Wa yarzuqhu min haitshu La Yahtasibu. Waman yatawakkal Alallahi fahuwa Hasbuh. Innallaha balighu Amrihi. Qad ja’alallahu Likulli syaiin qadraa.” (Qs. At – Tholaq: 2-3)

“…dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah (dengan mengerjakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya), niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya) (2) Serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak diduga-duga (terlintas di hatinya).

Semoga rasa syukur kita juga bertambah setiap saat. Bahwa masih banyak diluaran sana yang tidak memilik pekerjaan dan penghasilan tetap seperti halnya Guru Ngaji.

Sahabat, karena sesungguhnya waktu yang kita miliki ini akan terasa semakin singkat jika tak dilengkapi dengan kebaikan-kebaikan. Mari Luaskan kembali dengan berbagi kebaikan untuk para guru ngaji di Indonesia. Peduli Guru Ngaji Sekarang!

Bagikan
08 Desember 2023
Anak-anak inilah, alasan saya tetap mengajar ngaji pasca gempa Cianjur...

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Sahabat Baik

Bagaimana kabarnya? Semoga dalam keadaan sehat selalu. Aaamiiin 

Masih ingat gempa yang mengguncang Cianjur bulan November 2022 lalu? Gempa yang meninggalkan duka dan trauma bagi masyarakat Cianjur. Waktu mungkin berjalan dalam sekejap, tapi kenangan mereka akan tetap menetap. 

Tak terasa sudah lebih dari setahun pasca gempa Cianjur, mereka perlahan bangkit dan pulih untuk terus melanjutkan kehidupan.

Seperti ustazah Hamidah tetap mengajarkan mengaji meskipun di bawah tenda darurat. Gempa yang menghantam Cianjur tentu meninggalkan trauma bagi siapa saja yang mengalaminya. Termasuk Ustazah Hamidah dan anak-anak.

Kenangan indah saat belajar mengajar masih tertanam kuat di benak Ustazah Hamidah dan juga anak-anak. Namun, saat ini mereka terpaksa belajar mengaji di tenda darurat.

Dulu pas kejadian gempa, saya baru saja bersiap diri untuk mengajar. Tapi, pas saya mau keluar rumah tetiba gempa terjadi dan anak-anak berteriak minta tolong. Saat itu saya serasa ingin pingsan. (Cerita Ustazah Hamidah) 

Mungkin keberadaannya masih sering diabaikan dan minim apreasiasi. Sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi Qur'ani, semangat berdakwah para Guru Ngaji ini sungguh luar biasa mulia karena mereka adalah perantara dari Allah untuk umat Muslim mendapatkan ilmu Agama. 

Mengabdikan diri menjadi seorang "Guru Ngaji" bukanlah hal yang mudah dilalui. Butuh dukungan para Sahabat baik dalam perjuangan Fii Sabilillah ini.

Yuk bantu mereka dengan Sedekah Jum'at terbaik untuk Guru Ngaji. Klik DONASI SEKARANG 

Bagikan
27 Maret 2023
🫶 Kisah Mulia Ustazah Yuyun, 26 Tahun Mengajar Ngaji Tanpa "Gaji" 💰

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

TPA Miftahuddiniyah yang berdiri sejak tahun 1997 itu harus berakhir ambruk setelah getaran gempa Cianjur pada November 2022 lalu. Puluhan murid dan para guru juga tertimpa oleh rangkaian bangunan, namun semuanya dapat menyelamatkan diri melalui atap puing-puing meskipun dalam keadaan luka-luka. 

Namun, pasca gempa di hari kedua aktivitas belajar mengaji kembali berjalan atas permintaan para murid karena ingin terus mengaji dan sebagai (Trauma Healing) dengan banyak mengaji. Meski didalam tenda pengungsian dengan al-qur'an dan iqro seadanya dari sisa-sisa reruntuhan. 

TPA Miftahuddiniyah tak pernah mematok tarif kepada murid-muridnya, hanya saja terkadang ada orang tua santri yang memberikan sedikit bantuan untuk kebutuhan Madrasah. Saat ini sudah ada sekitar 46 santri yang belajar di TPA Miftahuddiniyah, dan untuk menutupi kebutuhan TPA biasanya Ustazah Yuyun bersama suaminya membuka warung ataupun berjualan online yang saat ini sedang mereka jalankan. 

Jika kita berfikir menggunakan logika, bagaimana Ustazah Yuyun bisa hidup dan menghidupi kebutuhan TPA Miftahuddiniyah dengan penghasilan yang tak pasti. Tapi itulah pertolongan Allah yang selalu datang sehingga mencukupkan kebutuhan hambanya ketika mau bersyukur. 

Rangkaian doa dan harapan selalu Ustazah Yuyun panjatkan agar masyarakat Cianjur terus bangkit, khususnya untuk TPA Miftahuddiniyah dan para muridnya. Raut bahagia mereka rasakan ketika mendapatkan Al-Qur'an dan Alat Ibadah dari donatur Dompet Dhuafa untuk menyambut bulan suci Ramadan sebentar lagi. 

Bapak/Ibu, semoga kemuliaan Ustazah Yuyun Yulinda menjadi guru ngaji sejak 26 tahun lalu menjadi inspirasi kita semua. Mari luaskan kebahagiaan ini lebih banyak lagi kepada Guru Ngaji di Pelosok Negeri lainnya. 

Bagikan
02 Maret 2023
💛Tetap semangat mengajar meski hanya dengan satu kaki 💛

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Bapak/Ibu 

Masih sangat disayangkan ternyata hampir 40 persen guru Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Taman Kanak-Kanak Alquran (TKA) di seluruh wilayah Indonesia masih dibayar Rp 100 ribu per bulan. BKPRMI mencatat, total jumlah guru TPA dan TKA saat ini 928 ribu orang, pernyataan yang dikutip oleh Said Aldi Al-Idrus Ketua Umum DPP BKPRMI melalui Republika 2019 lalu.

Tapi faktanya tidak semuanya sama!

Terutama guru mengaji yang ada di pelosok, kisah perjalanan guru ngaji yang tak dibayar sama sekali ketika mengajarkan ilmu-ilmu Islami masih sering dijumpai.

Yaa, kalo masalah uang dicukup-cukupin aja mbak. Tapi Alhamdulillah, sampai sekarang saya masih bisa makan dan hidup cukup ( ucap Ustaz Noron )

Seperti kisah Ustaz Noor, disaat dunia yang saat ini serba memiliki tarif, segalanya harus ada uang, tapi nyatanya masih ada yang memiliki hati nurani siap mengabdi meski tanpa pundi-pundi materi yang mampu dikantongi. Ya, prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Ustaz Noron.

Pria kelahiran 1974 silam, menjalani hidup dengan sederhana bersama dengan kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai petani.

Lebih dari 20 tahun mengajar ngaji di MDTA Anwarul Hidayah, Pandeglang Banten tanpa dibayar. Mengabdi sepenuh hati sebagai tanggungjawab moral kepada kampung sendiri, ( cerita Ustaz Noron )

Jauh dari kata nyaman, apalagi hiduonya memang seakan tak sempurna karena kini kakinya tak lagi dua. Ya, dulu saat usianya 19 tahun, kakinya digigit seekor ular berbisa. Karena keterbatasan biaya, ia tak bisa memperoleh pengobatan selayaknya, hanya diberi obat alternatif yang tak kunjung ada perubahan hingga dengan terpaksa kakinya diamputasi.

Mirisnya lagi, amputasi yang dilakukan Ustaz Noron bisa dibilang ekstrim, bagaimana tidak, kakinya diamputasi dengan jalan manual atau secara tradisional oleh salah satu sanak keluarga, tak ada rumah sakit, dan tanpa jarum suntik untuk membius.

Jika dulu, waktunya ia habiskan untuk membantu orang tua di ladang atau sawah. Kini, tiap harinya ia dedikasikan untuk mengajar anak-anak mengaji. Pekerjaan yang tak kalah mulia meski tak pernah dihargai dengan rupiah.

Ya, MDTA Anwarul Hidayah tempatnya mengajar tak mematok tarif kepada murid-muridnya, alias gratis. Dengan sistem seperti itu, praktis Ustaz Noron pun tak ada penghasilan atau gaji yang bisa diharapkan dari mengajar.

Melihat kegigihannya, Dompet Dhuafa melalui Dompet Dhuafa Banten memberikan apresiasi kepada beliau melalui program Berbagi Kebahagiaan Untuk Guru Ngaji di Pelosok Nusantara.

Bapak/Ibu, tentu kita semua paham jika pelajaran tauhid adalah penting bagi semua, termasuk mengenalkannya sejak dini kepada anak-anak. Maka, peran guru ngaji tak bisa diabaikan. Menopang kehidupan guru ngaji sama dengan mendukung gerakan dakwah serta mempercepat terciptanya masyarakat dengan karakter berbasis Qur'ani.

Bersama Dompet Dhuafa, mari sebarkan kebahagiaan lebih banyak kepada Guru Ngaji di Pelosok Negeri dengan klik DONASI SEKARANG!

Bagikan
21 Agustus 2022
Inilah sosok mulia Ustadz Bukhori, puluhan tahun mengajar al-qur'an dengan hati!

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Lahir dari keluarga non muslim (Hindu), namun kemudian kelas 5 SD menjadi mualaf beserta keluarganya. Tentu tidaklah mudah untuk menjadi seorang Ustadz. Jika bukan karena panggilan hati yang kuat, lalu apalagi?

Hidup yang pelik sejak kecil justru menguatkan hatinya untuk terus berjuang dijalan dakwah berbekal ilmu dari Pondok Pesantren. Hingga sampailah di Desa Sungai Ekok, Indragiri Hulu, Riau menjadi guru ngaji di Masjid Nurul Azhar sejak tahun 2019 lalu dengan jumlah murid saat ini sebanyak 16 anak. Masya Allah

Puluhan tahun tanpa gaji, namun ada harapan yang pasti!

"Tidak pernah ada upah sama sekali, upahnya dari Allah yang Maha Tahu biar menjadi catatan amalan jariyah saya di buku akhirat nanti. Yang penting saya bisa bekerja dapat mencukupi nafkah dan kebutuhan keluarga, saya ikhlas mengajarkan mengaji selama ini"  cerita Ustadz Bukhori, 51 Tahun

Pengabdian ikhlas mereka sering tak diperhatikan, padahal peran Guru Ngaji sangat besar. Karena melalui mereka para generasi dapat belajar mengaji kalam ilahi, mengenal agama Islam lebih jauh lagi. 

Jika bukan kita siapa lagi yang akan peduli akan nasib mereka? Dan alhamdulillah, Maret awal lalu Dompet Dhuafa sebagai jembatan kebaikan mengapresiasi akan kemuliaan hati mereka selama ini. Terima kasih banyak Bapak/Ibu, berkah sedekah Anda Insya Allah #JadiManfaat untuk mereka. Aamiin 

Bapak/Ibu, mereka tidak pernah menutut lebih, tidak pernah meminta belas kasih. Yuk muliakan para guru ngaji dengan #SEDEKAHSEKARANG

Bagikan
Donatur603
Hery Astakhari
08 Mei 2026
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Hery Astakhari
23 April 2026
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
28 Maret 2026
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Anonim
22 Maret 2026
Donasi
Rp 15.000
Bagikan
Anonim
17 Maret 2026
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Anonim
11 Maret 2026
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Anonim
01 Maret 2026
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Anonim
27 Februari 2026
Donasi
Rp 100.000
Bagikan
Anonim
25 Februari 2026
Donasi
Rp 100.000
Bagikan
Anonim
01 Februari 2026
Donasi
Rp 50.000
Bagikan
Anonim
01 Februari 2026
Donasi
Rp 500.000
Bagikan
Anonim
01 Februari 2026
Donasi
Rp 30.000
Bagikan
Anonim
30 Januari 2026
Donasi
Rp 50.000
Bagikan
Anonim
30 Januari 2026
Donasi
Rp 15.000
Bagikan
Anonim
30 Januari 2026
Donasi
Rp 25.000
Bagikan
Anonim
30 Januari 2026
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
23 Januari 2026
Donasi
Rp 100.000
Sedekah An. kedua ortu dan mertua
Bagikan
Anonim
04 Desember 2025
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
02 Desember 2025
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Anonim
20 November 2025
Donasi
Rp 100.000
Bagikan
Anonim
14 November 2025
Donasi
Rp 500.000
Semoga kaya raya. Tp tetep rendah hati dan suka menolong. Amal ibadah bapak saya d terima Allah.
Bagikan
Anonim
11 November 2025
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Bastian Amanullah
07 November 2025
Donasi
Rp 100.000
Bagikan
Anonim
04 November 2025
Donasi
Rp 200.000
Semoga dosa2nya diampuni dan dimasukkan dalam surgaMu ya Allah
Bagikan
randika alzatria syahputra bin edy alhakim
03 November 2025
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Alm Irfan Setiawan Bin Endang Sudarma
27 Oktober 2025
Donasi
Rp 10.000
Semoga Alloh ampuni dosa dosanya, menyangginya dan merah matinya.. Dijauhkan dari sisksa kubur dan api neraka.. Aamiin
Bagikan
Anonim
25 Oktober 2025
Donasi
Rp 100.000
semoga menjadi berkah bagi kita semua
Bagikan
Anonim
18 Oktober 2025
Donasi
Rp 10.000
Semoga menjadi amal jariyah ayah di dalam kubur, diterangkan jalannya dilapangkan kuburnya
Bagikan
Anonim
16 Oktober 2025
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
15 Oktober 2025
Donasi
Rp 50.000
semoga menjadi amal penerang kubur bagi almarhumah saadiyah
Bagikan
Anonim
10 Oktober 2025
Donasi
Rp 200.000
Barakallah istiqomah
Bagikan
Anonim
05 Oktober 2025
Donasi
Rp 45.000
Bagikan
Anonim
01 Oktober 2025
Donasi
Rp 499.865
Bagikan
Anonim
04 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
03 Juni 2024
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
04 Maret 2024
Donasi
Rp 100.000
Bagikan
Anonim
05 Maret 2024
Donasi
Rp 200.000
Bagikan
Anonim
05 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
05 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
Bismillah
Bagikan
Hsjbzlcv
05 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Heni
06 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
07 Maret 2024
Donasi
Rp 100.000
Bagikan
Irwan Haerul
07 Maret 2024
Donasi
Rp 78.000
Bagikan
Anonim
09 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
Bismillah
Bagikan
Anonim
09 Maret 2024
Donasi
Rp 50.000
Bagikan
Anonim
10 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
semoga bermanfaat bagi para guru ngaji sebagai perantara ilmu & kebenaran
Bagikan
Anonim
11 Maret 2024
Donasi
Rp 100.000
Semoga berkah dan bermanfaat
Bagikan
Anonim
11 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
11 Maret 2024
Donasi
Rp 500.000
Bagikan
Anonim
11 Maret 2024
Donasi
Rp 100.000
Bagikan
Anonim
11 Maret 2024
Donasi
Rp 20.000
semoga Allah berikan taqdir terbaik kesehatan terbaik kebahagiaan kesuksesan keberkahan keselamatan kemudahan terbaik do'a2 terbaik dikabul dgn penuh keridhoan aamiin ya mujibassailiin
Bagikan
Anonim
11 Maret 2024
Donasi
Rp 100.000
Bagikan
Aryati
11 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
12 Maret 2024
Donasi
Rp 200.000
Bagikan
Anonim
12 Maret 2024
Donasi
Rp 15.000
kelancaran usaha dan pekerjaan
Bagikan
Anonim
13 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
Smg dberikan kesehatan keberkahan keselamatan kebahagian dimudahkan segala urusan dan rejeki dikabulkan hajatnya
Bagikan
Anonim
13 Maret 2024
Donasi
Rp 20.000
Ya Allah karuniakan kepada kami ridhoMu barokahMu rahmatMu dan kasihsayangMu.... aamiiin 🤲
Bagikan
Anonim
14 Maret 2024
Donasi
Rp 50.000
Bagikan
Anonim
14 Maret 2024
Donasi
Rp 25.000
Semoga sedikit donasi ini bisa bermanfaat
Bagikan
Anonim
15 Maret 2024
Donasi
Rp 100.000
Semoga bermanfaat Semoga keluargaku diberikan kesehatan dan kelancaran rizqi aamiin
Bagikan
Anonim
16 Maret 2024
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Andri
17 Maret 2024
Donasi
Rp 20.000
Alhamdulillah
Bagikan
Yazidd
18 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
18 Maret 2024
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Anonim
18 Maret 2024
Donasi
Rp 50.000
Bagikan
Anonim
19 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
19 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
03 April 2024
Donasi
Rp 50.000
Dijauhkan dari masalah hidup dan musibah Dilancarkan rezeki Dikabulkan hajat Dimudahkan menikahi wanita bernama Afrina Ariyati
Bagikan
Budi Santosa
22 Januari 2024
Donasi
Rp 20.000
semoga berkah bagi kita semua
Bagikan
Anonim
02 Juni 2024
Donasi
Rp 500.000
Bagikan
Anonim
01 Juni 2024
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
31 Mei 2024
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
15 Mei 2024
Donasi
Rp 50.000
Bagikan
Anonim
02 Mei 2024
Donasi
Rp 50.000
Bagikan
Abu Tasar
30 April 2024
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Abu Tasar
20 April 2024
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
20 April 2024
Donasi
Rp 10.000
Semoga saya sukses di dunia dan di akhirat
Bagikan
silmi lisani
16 April 2024
Donasi
Rp 25.000
semoga dilapangkan rezeki saya dan keluarga saya
Bagikan
Abu Tasar
15 April 2024
Donasi
Rp 15.000
Bagikan
Esa Pragah Mardanar
08 April 2024
Donasi
Rp 50.000
Bagikan
Yusita Epuh Wahyuni
07 April 2024
Donasi
Rp 100.000
Bagikan
Dwitiya Nurani
06 April 2024
Donasi
Rp 50.000
Bagikan
Anonim
06 April 2024
Donasi
Rp 25.000
Bagikan
Anonim
03 April 2024
Donasi
Rp 25.000
Bagikan
Anonim
27 Maret 2024
Donasi
Rp 200.000
Bagikan
Anonim
21 Maret 2024
Donasi
Rp 50.000
Bagikan
Abu Tasar
23 Maret 2024
Donasi
Rp 15.000
Bagikan
Poppy
23 Maret 2024
Donasi
Rp 50.000
Bagikan
Anonim
23 Maret 2024
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Anonim
23 Maret 2024
Donasi
Rp 50.000
Bagikan
Anonim
24 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
Ya Allah sembuhkan lah ibu hamba. Angkat lah penyakit, pulihkan lah. Dan ampunie dosa2 keluarga hamba. Amin
Bagikan
Anonim
24 Maret 2024
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Anonim
25 Maret 2024
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Anonim
30 Maret 2024
Donasi
Rp 25.000
Bagikan
Adlin Syafrizal
02 April 2024
Donasi
Rp 100.000
Bagikan
Anonim
02 April 2024
Donasi
Rp 20.000
Bismillahirrohmanirrohim, semoga bermanfaat dan menjadi pahala jariyah... aamiin...
Bagikan
Anonim
02 April 2024
Donasi
Rp 20.000
Bagikan
Anonim
29 Maret 2024
Donasi
Rp 10.000
Bagikan
Anonim
28 Maret 2024
Donasi
Rp 20.000
Semoga dimudahkan dalam mengatur banyak orang dan THR mereka di berikan kesehatan kepada kedua orang tua, Aamiin
Bagikan
Anonim
20 Maret 2024
Donasi
Rp 100.000
Bagikan
Affiliate Fundraiser0
Campaign ini belum memiliki Affiliate Fundraiser
JADI FUNDRAISER
DONASI SEKARANG
Dompet Dhuafa
  • Donasi
  • Zakat
  • Sedekah
  • Wakaf
  • Kurban
  • Mitra Kami
Tentang
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kisah Kasih
  • Kebijakan Privacy
  • Syarat & Ketentuan
  • Laporan Publik
  • Whistleblowing System
Sertifikasi Manajemen
Ikuti Kami
© Dompet Dhuafa