
Parsel Ramadan, Kuatkan Pejuang Palestina Bertahan
Dompet Dhuafa 
Bukan sekadar jiwa yang hilang. Ribuan kenangan indah ikut runtuh bersama rumah-rumah yang hancur.
Momen Ramadan dan Hari Raya yang biasanya penuh tawa, masakan khas, dan kebersamaan keluarga kini berubah menjadi sunyi lagi. Jutaan warga Palestina menjalani hari-hari di tenda pengungsian yang usang dan robek, tanpa kepastian persediaan makanan untuk sahur dan berbuka. Di tengah badai musim dingin yang menusuk tulang, mereka bertahan tanpa pakaian hangat yang layak.
Hingga akhir tahun lalu, otoritas kesehatan di Gaza melaporkan lebih dari 70.000 warga Palestina gugur dan ratusan ribu lainnya terluka akibat genosida sejak 7 Oktober 2023.
Lebih dari 2 juta warga lainnya hidup tanpa akses memadai terhadap makanan, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan dasar untuk menjalani kehidupan yang layak.
Anak-anak, ibu, ayah, mereka bukan angka. Mereka adalah manusia dengan cerita, mimpi, dan keluarga yang hanya ingin hidup dengan tenang.

Ramadan tahun ini menjadi Ramadan ketiga yang mereka jalani di tengah penderitaan dan ketidakpastian. Namun di balik semua luka, mereka tetap berpuasa. Tetap berdoa. Tetap berharap akan datangnya hari kemerdekaan bagi Palestina.
Sama seperti kita, mereka pun ingin merasakan Ramadan dan Hari Raya dengan bahagia. Ingin berbuka tanpa rasa takut. Ingin anak-anak tertawa, bukan bertanya kapan suara rudal akan berhenti.

Insya Allah, di bulan yang penuh berkah ini Dompet Dhuafa menghadirkan Parsel Ramadan berisi paket sembako dan kebutuhan dasar lainnya yang akan didistribusikan ke wilayah Gaza.
๐ Karena perjuangan penjaga Tanah Anbiya belum usai. Mereka masih menanti kebebasan, keamanan, dan kebahagiaan yang layak.
Sebuah harapan kecil untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terus berjuang. Ayo kirim Parsel Ramadan. Klik DONASI SEKARANG.
Kebahagiaan Itu Menular, 300 Anak-anak Gaza Dapat Hadiah Jelang Hari Raya
Bahagia itu seharusnya menular. Di tengah kondisi yang serba terbatas, di antara tenda-tenda pengungsian di Gaza Utara, tawa anak-anak kembali terdengar. Bukan karena keadaan telah membaik, tetapi karena mereka baru saja menerima sesuatu yang sangat sederhana namun begitu berarti: hadiah Hari Raya.

- Al-Hashimiya Shelter Center – North Gaza Strip
- Al-Zahra Shelter Center – North Gaza Strip

Di tengah situasi yang sulit, perhatian kecil seperti ini menjadi penguat.
Menjadi pelipur luka. Dan menjadi pengingat bahwa harapan masih ada.
Terima kasih telah membersamai perjuangan Palestina hingga detik ini.
Terima kasih telah menjadi bagian dari alasan di balik senyum mereka.

500 Parsel Ramadan Sampai di Gaza Utara. Ada Pesan dari Gaza: โSyukron Indonesiaโ
Di saat kita memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan dengan penuh ketenangan, kedamaian. Di belahan bumi yang lain, saudara kita di Gaza jalani Ramadan dengan kedinginan, kelaparan, ketegangan dan gemuruh rudal yang siap jatuh kapan saja.

Sejak genosida yang terjadi pada 2023, sekitar 72.096 jiwa dilaporkan menjadi Syuhada berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza per 1 Maret 2026. Luka itu belum benar-benar sembuh, bahkan saat Ramadan datang membawa harapan dan kemenangan.
Di tengah segala kesulitan itu, pada 11 Maret 2026, sebuah momen sederhana menghadirkan senyum yang sudah lama jarang terlihat.

Di dalamnya berisi bahan makanan pokok: beras, pasta, minyak goreng, mentega samin, wortel, keju, tahini (pasta wijen), kacang polong, cokelat, kacang fava kaleng, gula, daging kaleng, saus tomat, bumbu, biskuit, kurma Ajwa, hingga selai.
Sebuah paket yang mungkin terlihat sederhana oleh kita, tapi terasa mewah dan jauh lebih besar dari sekadar bahan makanan.
Ia menjadi kesempatan untuk kembali menyalakan kompor di tenda kecil tempat mereka berteduh.
Ia menjadi alasan anak-anak bisa berbuka dengan makanan yang layak.
Ia menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang terasa sunyi, masih ada saudara yang peduli.

Ucapan terima kasih itu sejatinya bukan hanya untuk kami. Ia ditujukan untuk Bapak/Ibu para donatur yang dengan tulus menghadirkan harapan dari jarak ribuan kilometer. Meski terpisah hampir 9.000 km, kepedulian itu tetap menemukan jalannya.
Ramadan hampir mencapai garis finish. Namun lebih dari 2 juta warga Gaza masih hidup terlunta-lunta, menggenggam harapan di tengah ketidakpastian.
Bapak/Ibu mari maksimalkan keberkahan di malam-malam terakhir Ramadan 1447 H dengan berbagi kebahagiaan melalui Parsel Ramadan untuk Palestina. Karena bagi mereka, satu paket yang Anda kirimkan bisa menjadi makanan berbuka bagi sebuah keluarga. Bisa menjadi senyum bagi anak-anak. Dan bisa menjadi doa tulus yang dilangitkan untuk Anda. Klik SEDEKAH SEKARANG
Tangan Mungil Itu Memeluk Parselmu dengan Harapan ๐


