
Satukan Semangat untuk Pemulihan Saudara di Palestina
Dompet Dhuafa Kepri Sejak serangan 07 Oktober 2023, setidaknya 46.700 jiwa syuhada, lebih dari 106.551 luka-luka. Hampir 70% korban adalah anak-anak dan perempuan. 😭💔
Lebih dari 2,2 juta jiwa hidup terlunta-lunta. Sekarat kelaparan, krisis medis, air bersih dan tempat berlindung menghantam raga mereka setiap harinya.

Ribuan bantuan mereka terus nantikan meskipun harus dirampas dalam perjalanan. Tak ada lagi makanan walaupun mereka harus menggali reruntuhan hingga mengorek-ngorek tumpukan sampah. Rumput, kaktus dan pakan ternak harus mereka makan untuk bertahan hidup.
“Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir.” Yaa rabb tolong lindungi dan kuatkan saudara kami di Palestina.
Tidak ada lagi tempat aman untuk mereka berlindung. Serangan brutal Zionis tiada henti dan mengepung seluruh warga Palestina.
Tak ada air bersih untuk diminum, tak ada makanan yang membuat kenyang. Masyarakat gaza bergantung dengan air tanah yang payau, padahal air payau sangat membahayakan kesehatan dan kebersihan.
Melansir dari UNRWA, rata-rata masyarakat Gaza bertahan hidup hanya dengan dua potong roti dalam sehari di setiap harinya. Semua itu juga jika mereka mendapatkan roti dari pasokan toko roti, tak jarang mereka menahan perihnya lapar.

Insya Allah Dompet Dhuafa terus ikhtiar dalam membantu saudara kita di Palestina. Sama-sama kita tahu bahwa akses bantuan juga diblokade Zionis, namun jangan pernah lelah. Kami sadar, bahwa kebaikan ini tidak bisa terwujudkan semuanya sendiri. Semoga Allah selalu mudahkan proses bantuan dari para Sahabat semua hingga sampai ke Gaza-Palestina dengan cepat dan aman. Mohon doakan! 🤲
Meski terpisah jarak, tetap lantangkan suara dan kirim bantuan terbaik untuk warga Palestina. Bantu Sekarang.!
Distribusikan Bantuan dan Layanan Kesehatan untuk Pengungsi Palestina
YORDANIA — Setelah melepas bantuan kapal kemanusiaan dari Tunisia menuju Gaza, Dompet Dhuafa lanjut menggulirkan bantuan lainnya kepada para pengungsi warga Palestina di Yordania. Pada Rabu (10/09/2025), hari kedua Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa berada Yordania, hadir di Camp Sukna. Ini merupakan kawasan yang menjadi tempat tinggal sekitar 50 ribu pengungsi asal Palestina. Bantuan yang diberikan meliputi makanan siap saji, bahan pokok untuk diolah, serta layanan kesehatan melalui program Mobile Clinic.
Camp Sukna dihuni oleh pengungsi yang beragam. Sebagian di antaranya sudah menetap selama lebih dari 16 tahun, namun banyak juga yang baru tiba dalam beberapa waktu terakhir akibat eskalasi konflik di Gaza. Dengan kondisi akses layanan kesehatan yang sulit dijangkau dan biaya yang cukup besar, kehadiran Mobile Clinic menjadi sangat berarti.
“Mereka yang sakit kemudian memerlukan pengobatan, harus ke klinik yang jaraknya cukup jauh dan memerlukan biaya yang besar,” ujar Yeni Purnamasari, GM Kesehatan Dompet Dhuafa, menjelaskan alasan layanan ini begitu penting.

Dalam pelayanan kesehatan, tim menemukan banyak keluhan dari para pengungsi, antara lain infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, hingga gangguan kesehatan kulit. Kondisi ini dipicu oleh padatnya jumlah penghuni kamp, keterbatasan logistik, minimnya sanitasi, dan akses kesehatan yang sangat terbatas.
Selain menyalurkan bantuan, Dompet Dhuafa juga berkesempatan bertemu dengan Linda, seorang ibu muda berusia 33 tahun yang berhasil menyelamatkan diri dari serangan Israel di Gaza. Kini ia hidup bersama suami, ibu, dan anaknya di pinggiran Kota Amman, Yordania. Kehidupan keluarganya bergantung pada bantuan para dermawan.


Upaya yang dilakukan Dompet Dhuafa di Camp Sukna ini merupakan bentuk solidaritas masyarakat Indonesia untuk Palestina. Bantuan ini sekaligus menjadi jembatan harapan agar para pengungsi tetap bisa bertahan hidup dengan lebih layak, meski jauh dari tanah kelahiran mereka. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Riza Muthohar, Dedi Fadil
Penyunting: Dhika
Alirkan Kehipan untuk Palestina
Alirkan Kehidupan, Dompet Dhuafa Kepri dan Masyarakat Kepulauan Riau Hadiahkan Air Bersih untuk Warga Palestina
Dompet Dhuafa Kepulauan Riau bersama dengan berbagai elemen masyarakat di Kepulauan Riau menunjukkan solidaritas kemanusiaan yang mendalam kepada saudara-saudara di Gaza, Palestina. Melalui program kolaborasi yang digagas, bantuan berupa air bersih telah berhasil disalurkan untuk meringankan beban masyarakat Gaza yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.

Inisiatif ini merupakan respons atas kondisi memprihatinkan di Gaza, di mana akses terhadap air bersih menjadi tantangan besar bagi penduduk setempat. Dompet Dhuafa Kepri bergerak cepat dengan menggalang dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas, organisasi masyarakat, donatur individu, dan pemerintah daerah di Kepulauan Riau. Donasi yang disalurkan juga merupakan bagian dari hasil campaign di Kanal Digital Dompet Dhuafa.

Proses penyaluran bantuan ini dilakukan melalui jaringan mitra Dompet Dhuafa di Palestina, memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak signifikan bagi penerima manfaat. Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat krusial untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup masyarakat di tengah situasi sulit.

#prayforgaza #jagapalestina
Gaza kembali di Serang. Satukan Solidaritas Terus Dukung Palestina.
GAZA KEMBALI DISERANG, KUATKAN KEMBALI SOLIDARITAS! ✊
🌙 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Sahabat Baik ☺️
Malam itu 18 Maret 2025 langit Gaza kembali memerah. Hanya dalam 50 jam, sebanyak 710 warga Palestina syahid dan 1.042 lainnya luka-luka. Ramadan yang seharusnya penuh berkah, justru menjadi penderitaan tanpa akhir.
Saudara-saudara kita di Palestina berjuang untuk bertahan hidup. Rumah sakit kehabisan obat, bayi-bayi meninggal dalam pelukan ibunya, dan jutaan jiwa terancam kelaparan lagi.

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta dan kasih sayang mereka seperti satu tubuh; jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam."
(HR. Muslim No. 2586)
Jangan biarkan dunia berpaling, terus lantangkan kisah mereka sampai Palestina merdeka. Di malam-malam terakhir Ramadan ini, jangan biarkan mereka berjuang sendirian.
Ayo temani mereka untuk jaga dan selamatkan bumi para nabi. Klik Kuatkan Sekarang!
Satu Tahun Genosida di Palestina, Kini Bersiap masuk Musim Dingin... 😭
Satu Tahun Genosida, Mereka Kembali Memasuki Musim Dingin.. 😭

Sahabat, Pernah dengar tentang orang-orang yang takut hujan dan berharap musim dingin tidak pernah datang?
Hampir satu tahun Genosida sejak 07 Oktober 2023, kondisi Palestina belum pulih. Memasuki Musim dingin suhu rata-rata terendah 10°C dan tertinggi 17°C. Belum lagi hujan deras dan musim dingin juga mulai menyelimuti mereka.
Masih banyak tenda pengungsian yang terbuat dari kain dan nilon sehingga terendam akibat hujan deras. Berdasarkan laporan kantor media Gaza, 74% Tenda Pengungsi di Gaza Sudah Tidak Layak. Setelah 11 bulan pengungsian tanpa henti, kondisi tenda sudah tidak mampu lagi melindungi di tengah cuaca ekstrem.

Saat musim panas warga Gaza kesulitan air, dan harus bertahan diteriknya sinar matahari.
Saat musim dingin mereka membutuhkan pakaian, sepatu, dan alat penghangat lainnya. Sementara mereka masih terkepung, akses mereka terbatas, bantuan masih di blokade.
Dengan kondisi ini, bagaimana mereka bertahan menghadapi musim yang di situasi normal saja sangat sulit untuk dihadapi ?

Tetap bantu dan doakan saudara kita di Palestina yaa..
Insya Allah Dompet Dhuafa terus ikhtiar dalam membantu saudara kita di Palestina. Sama-sama kita tahu bahwa akses bantuan juga diblokade Zionis, namun jangan pernah lelah. Kami sadar, bahwa kebaikan ini tidak bisa terwujudkan semuanya sendiri. Semoga Allah selalu mudahkan proses bantuan dari para Sahabat semua hingga sampai ke Gaza-Palestina dengan cepat dan aman. Mohon doakan! 🤲
#SahabatBaik tetap lantangkan suara dan kirim bantuan terbaik untuk Kuatkan Palestina!
Bantuan Anda untuk Palestina Selalu Tersampaikan
Bismillah, 200 tenda siap kirim ke Gaza tuk hadapi musim panas...
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Baik

Hingga kini, serangan udara dan tembakan dari Zionis masih terjadi. Sudah lebih dari 36 ribu jiwa syuhada, 2 juta jiwa masyarakat Palestina hidup terlunta-lunta tanpa tempat tinggal dan makanan.
Solidaritas untuk meringankan beban warga Gaza di Palestina mulai bersahutan dari warga di seluruh belahan dunia meskipun akses bantuan kemanusiaan masih di blokade.
Jelang musim panas di Jalur Gaza, Insya Allah Dompet Dhuafa juga terus berikhtiar mengirim tenda bagi para pengungsi melalui Mesir jalur distribusi Rafah.

Setelah proses yang cukup panjang, sekitar 200 tenda untuk pengungsi di Gaza telah rampung dijahit di Mesir dan siap disalurkan ke Gaza-Palestina. Nantinya tenda ini akan dipakai untuk berlindung sementara warga Gaza yang mengungsi dari ancaman musim panas.
Tentu, penderitaan mereka semakin bertambah di tengah genosida, penjajahan dan kelaparan. Ribuan bahkan jutaan dukungan Sahabat Baik terus mereka harapkan. Yuk, kuatkan jutaan warga Palestina.
Dompet Dhuafa Beri Bantuan Makanan Siap Saji untuk Warga Palestina
Agar tak makan dua potong roti setiap hari. Dompet Dhuafa kirim makanan siap santap ke warga Gaza...
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Baik
Sahabat, pernahkah merasakan dalam sehari hanya makan 2 roti saja?
Itulah yang dirasakan masyarakat Gaza Palestina saat ini. Melansir dari UNRWA, rata-rata masyarakat Gaza bertahan hidup hanya dengan dua potong roti dalam sehari di setiap harinya. Semua itu juga jika mereka mendapatkan roti dari pasokan toko roti, tak jarang mereka menahan perihnya lapar.
Tak hanya pemukiman, rumah sakit, sekolah dan masjid, namun toko-toko roti di Gaza turut menjadi di bombardir. Akibatnya banyak toko roti yang bangkrut dan hancur akibat pemboman. Stok makanan terutama roti sangat terbatas, warga Gaza pun akhirnya harus berebut untuk mendapatkan roti. Ditengah serangan rudal warga Gaza harus mengantre berjam-jam dan berdesak-desakan untuk mendapatkan roti.
Saat ini sudah tak ada tempat yang aman untuk berlindung, tak ada air bersih untuk diminum, tak ada makanan yang membuat kenyang. Warga gaza bergantung dengan air tanah yang payau, padahal air payau sangat membahayakan kesehatan dan kebersihan.
Korban terus bertambah setiap harinya hingga 5 November 2023 sudah mencapai 9.400 jiwa terbunuh, diantaranya 4.000 anak-anak. Anak-anak dan perempuan menjadi sasaran bom Zionis agar tak ada lagi generasi penerus di Palestina.
Sahabat baik, dalam kondisi yang tidak stabil ini memang proses penyaluran tidak mudah. Insya Allah kami Dompet Dhuafa sebagai lembaga kemanusiaan terus ikhtiar untuk mengirim bantuan secepat mungkin ke masyarakat Gaza.
Alhamdulillah, seperti tanggal 5 November 2023, Dompet Dhuafa kembali menyalurkan bantuan makanan siap santap kepada pengungsi yang berada di Beit Hanoun. Bahagianya terasa sampai sini🥲. Terima kasih Sahabat baik sudah menjadi jembatan kebaikan untuk para korban serangan di Palestina.
Karena kami membutuhkan doa dan dukungan Sahabat baik setiap detik untuk menemani perjuangan masyarakat Palestina hingga hidup layak. Bantu Kuatkan Masyarakat Palestina!



