
Bantuan Pakaian Hangat Tuk Warga Gaza
Dompet Dhuafa 
Salah satu Ayah dari bayi bercerita bahwa selama ini mereka tinggal di tenda dengan alas pasir di wilayah al-Mawasi - Khan Younis. 😭
"Kami tidur di pasir dan tidak punya cukup selimut dan kami merasa kedinginan di dalam tenda," katanya kepada Al Jazeera. "Hanya Tuhan yang tahu kondisi kami. Situasi kami sangat sulit."

Cuaca dingin sudah merenggut 6 bayi sejak Desember 2024 lalu karena Hipotermia. Hujan dan hembusan angin yang tiada henti membuat kamp-kamp pengungsian menjadi kacau balau, dan tidak ada tempat berlindung bagi mereka yang paling rentan, seperti anak-anak dan warga lanjut usia.
Perut mereka lapar, badan mereka kedinginan karena tak ada pakaian hangat. Kabarnya, badai musim dingin dan cuaca ekstrem di Gaza akan berlangsung hingga bulan Ramadan nanti.

Ramadan yang kita rasakan jauh berbeda dengan saudara kita di Palestina. Langit dan bumi Palestina mungkin membeku gelap gulita. Hati dan jiwa kita jangan sampai remang selamanya. Mari kita selimuti mereka dengan hangatnya doa dan ikhtiar bersama.
CUKUP! Ramadan ini jangan biarkan mereka kedinginan. Sama-sama hantarkan paket pakaian hangat ke Palestina dengan klik SEDEKAH SEKARANG!
