
Sosial Dakwah Donasi
Dompet Dhuafa
Sedekah Jariyah : Muliakan Guru Ngaji
Dompet Dhuafa
Penggalangan ini bagian dari
Ramadan 1447 H
Rp 93.400.410 885 Donatur
93.40% dari target Rp
100.000.000
∞
hari lagi
Program ini mencurigakan?
Laporkan
Detail
Perkenalkan sosok guru yang mengabdi puluhan tahun tanpa pamrih dari pelosok Sumatera Selatan. Ialah Nuraini, yang akrab disapa nenek Nur. Menjadi guru ngaji sejak 1980 hingga saat ini. 44 tahun mengabdi agar anak-anak di desa mempunyai dasar mengaji dan beribadah.
Ruang mengaji hanyalah sebuah ruang kecil dibagian bawah rumah, beralaskan karpet gulung yang dibawa masing-masing anak dan satu lampu bohlam untuk menerangi ruangan. Fasilitas lampu dan karpet ialah hasil inisiatif para orangtua murid.

“Saya kalau pagi bertani padi, sampai siang. Kalau sore beres-beres ruangan, karena Maghrib anak-anak udah datang kesini buat sholat berjamaah. Saya senang sekali sama anak-anak, bersyukur masih kuat dan mampu buat mengajar. Saya akan tetap mengajar selagi saya bisa.” Ucap Nenek Nur.

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (HR Bukhori)
Mengabdikan diri menjadi seorang “Guru Ngaji” bukanlah hal mudah dilalui. Peran penting mereka sangat menentukan masa depan generasi yang Qur'ani meskipun semangat mereka dan pengabdian mereka masih kurang di perhatikan atau bahkan dipandang sebelah mata.
Saatnya apresiasi dedikasi mereka dengan berbagi kebaikan untuk para guru ngaji di Indonesia. Bantu Guru Ngaji Sekarang!
Kabar Terbaru 1
Mengabdi dalam senyap sejak 1986, inilah sosok mulia di pelosok desa Ulak
Di tengah hamparan sawah Desa Ulak Petangisan, tempat sebagian besar warganya menggantungkan hidup sebagai petani padi, ada satu sosok yang setia menyalakan cahaya Al-Qur’an bagi generasi kecil desa. Sosok itu adalah Ustadzah Maisonah.

Di usia senjanya, Ustadzah Maisonah masih rutin mengajarkan ilmu Al-Qur’an kepada anak-anak di TPA Nurul Huda. Sejak tahun 1986, bersama saudaranya, beliau membuka pintu rumah dan hatinya untuk anak-anak desa agar bisa belajar mengaji. Tanpa tarif, tanpa patokan biaya. Semua dilakukan dengan satu niat: agar anak-anak mengenal Al-Qur’an sejak dini.
Bukan hanya mengajarkan huruf demi huruf, Ustadzah Maisonah juga menanamkan nilai kemandirian. Anak-anak diajarkan menabung sedikit demi sedikit. Dari tabungan itulah, mereka membeli Al-Qur’an, Iqro, rehal, seragam mengaji, bahkan untuk biaya mengikuti ujian munaqosah. Sebuah pelajaran hidup yang sederhana, tapi membekas.
Puluhan tahun berlalu, dedikasi itu tak pernah pudar. Hingga akhirnya, melalui amanah para donatur yang disalurkan lewat Dompet Dhuafa, Ustadzah Maisonah menjadi salah satu penerima manfaat Program Hadiah Guru Ngaji.
Saat tim Dompet Dhuafa berkunjung, haru terpancar dari wajahnya. Seakan berbicara kalau pengabdiannya selama ini masih ada yang melihat, bawah masih ada tangan-tangan kecil yang peduli dengan profesinya.

Ustadzah Maisonah hanyalah satu dari ribuan guru ngaji di pelosok negeri yang mengabdikan hidupnya demi menjaga cahaya Al-Qur’an tetap menyala. Mereka mengajar dalam sunyi, tanpa sorotan, namun jasanya mengalir hingga jauh ke masa depan.
🌱 Mari kita terus hadirkan kebahagiaan dan semangat bagi para guru ngaji di pelosok negeri.
Melalui Program Guru Ngaji Pelosok Negeri, setiap uluran tangan Anda adalah bentuk cinta, penghargaan, dan keberlanjutan dakwah di tanah-tanah yang jarang tersentuh. Karena menjaga guru ngaji, berarti menjaga masa depan umat. KLIK DONASI SEKARANG
Melalui Program Guru Ngaji Pelosok Negeri, setiap uluran tangan Anda adalah bentuk cinta, penghargaan, dan keberlanjutan dakwah di tanah-tanah yang jarang tersentuh. Karena menjaga guru ngaji, berarti menjaga masa depan umat. KLIK DONASI SEKARANG
Donatur885
Affiliate Fundraiser2
Bantu Campaign ini dengan menjadi Fundraiser JADI FUNDRAISER

Ahmad Yamin
Total Donasi
Rp 0Muliakan Guru Ngaji
Telah mengajak 0 orang berdonasi

Jenius Connect
Total Donasi
Rp 0Peduli Guru Ngaji Bersama JENIUS
Telah mengajak 0 orang berdonasi
