
Krisis Air di Palestina
Sahabat Sinergi Puspita Krisis Air Bersih di palestina

Dilansir AFP, Sabtu (27/7/2024), kementrian kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas melaporkan setidaknya 39.258 orang tewas selama lebih dari 9 bulan Israel menyerang palestina sejak 7 Oktober 2023 lalu. Dalam 48 jam terakhir tercatat 83 orang tewas. Sementara, jumlah korban luka tercatat sebanyak 90.589 jiwa. (detik news)
Selain banyak korban yang berjatuhan, saat ini Palestina sedang dilanda Krisis Air Bersih, Dimana warga Gaza gunakan 0,5 Liter kurang untuk wudhu sehari-hari. Krisis air masih terus berlangsung hingga saat ini, karena adanya blockade pada akses air bersih.
Kini kurang dari empat persen air tawar dapat diminum dan laut di sekitarnya tercemar oleh limbah. (oxfam international)

“Air kami asin seperti Anda minum dari laut,” kata Um Amir, 50 tahun, ibu dari 11 anak yang rumahnya menampung keluarga besar beranggotakan 20 orang.
Rumahnya tidak terhubung dengan sistem pembuangan limbah sehingga keluarga tersebut bergantung pada lubang terbuka dan tidak tertutup untuk menampung limbah, yang kemudian mereka kosongkan sendiri. Seringkali anak-anak mereka mengalami masalah kulit dan menderita diare.
Badan Organisasi Kesehatan dunia (WHO) menyatakan, jumlah minimum air yang dibutuhkan seseorang sehari dalam keadaan darurat adalah 15L. namun, warga Gaza bertahan hidup hanya dengan mengandalkan 3L air bahkan kurang dalam sehari.
lebih dari 300 hari Genosida di Palestina, palestina menghadapi krisis Air bersih. banyak sumber air yang sudah tidak bisa digunakan dan tidak layak di konsumsi.
Mereka masih butuh bantuan kita, mereka masih masih terus berjuang dan bertahan, mari kita kuatkan mereka dengan uluran bantuan kita, melalui sedekah Air Bersih untuk palestina.
Sinergi Puspita masih terus membuka donasi untuk palestina. Mari bergandengan tangan membantu Palestina

