
Satukan Solidaritas Bantu Palestina
Dompet Dhuafa NO WORD! Tak bisa bayangkan bagaimana mereka bertahan selama hampir 2 tahun Genosida sejak serangan 07 Oktober 2023.😭 Pasca gencatan senjata berakhir, kota Gaza bak film horor yang nyata di depan kita. Genosida kian mengerikan, kelaparan semakin ekstren namun dunia bungkam!

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 59.733 warga Palestina tewas dan 144.477 jiwa terluka. Sementara masih ada ribuan jiwa lagi yang hilang di bawah reruntuhan dan kemungkinan syuhada. Hampir 70% korban adalah anak-anak dan perempuan.
2,3 juta jiwa bertahan dalam kelaparan, tanpa air bersih, tanpa listrik, tanpa tempat berlindung dan kehidupan normal lainnya seperti kita semua. Bayi-bayi tak berdosa meninggal dalam pelukan ibunya, ada juga yang terpenggal kepalanya. 😭💔
Rumah Sakit, ambulance dan tenaga medis yang seharusnya sebagai garda terakhir kemanusiaan pun menjadi sasaran serangan kekejaman zionis.
“Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir.” Yaa rabb tolong lindungi dan kuatkan saudara kami di Palestina.

Insya Allah Dompet Dhuafa terus ikhtiar dalam membantu saudara kita di Palestina. Kami sadar, bahwa kebaikan ini tidak bisa terwujudkan semuanya sendiri. Semoga Allah selalu mudahkan proses bantuan dari para Sahabat semua hingga sampai ke Gaza-Palestina dengan cepat dan aman. Mohon doakan! 🤲

Sahabat baik, di tengah banyaknya isu dunia yang mencoba mengalihkan perhatian kita ke Palestina. Jangan lengah dan jangan lupakan mereka yang tengah berjuang untuk merdeka dari penjajahan Zionis.
Meski terpisah jarak, tetap lantangkan suara dan kirim bantuan terbaik untuk warga Palestina. KLIK DONASI SEKARANG!
22 Kapal Harapan Dihentikan, 640 Ribu Warga Gaza Kini di Ambang Kelaparan Ekstrem...
Hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nashir.
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong."
Sejak Rabu, 29 April 2026, sebanyak 22 kapal kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla yang sedang berlayar menuju Gaza kembali dibajak Israel di perairan internasional.

Kapal-kapan itu berlayar dengan satu tujuan sederhana: membawa harapan. Di dalamnya ada makanan, obat-obatan, dan bantuan yang sudah lama dinantikan oleh jutaan warga Gaza yang hidup dalam blokade Israel.
Tak hanya membawa bantuan, kapal kemanusiaan ini berlayar untuk menembus blokade kemanusiaan di Gaza.

Data Integrated Food Security Phase Classification (IPC) menunjukkan, lebih dari 2,4 juta penduduk Gaza kini hidup dalam kondisi kerawanan pangan akut. Sedangkan sekitar 640.700 orang berada di ambang kematian akibat kelaparan.
Angka itu bukan sekadar statistik, tapi manusia : anak-anak, ibu, dan keluarga yang perlahan kehabisan daya untuk bertahan.
Ironisnya, semua ini terjadi di tengah apa yang disebut sebagai “gencatan senjata”. Serangan udara, drone, dan kekerasan masih terus berlangsung setiap hari. Sejak Oktober 2025, sekitar 800 warga sipil Palestina telah kehilangan nyawa. Damai hanya terdengar dalam kata, tapi tidak pernah benar-benar dirasakan

Selama "gencatan senjata" 600 truk bantuan kemanusiaan dijanjikan, namun hanya sekitar 150 truk yang diperbolehkan masuk ke Gaza.
Lebih dari 2 juta rakyat Palestina kini hidup sebagai pengungsi di tanah mereka sendiri. Mereka tidak hanya kehilangan rumah, tapi juga rasa aman, kepastian, dan masa depan. Di tengah dunia yang perlahan mengalihkan perhatian, mereka masih menunggu bukan sesuatu yang mewah, tapi sekadar kehidupan yang layak.

Lantangkan suara, kirimkan doa terbaik, dan sisihkan bantuan terbaikmu hari ini, karena bagi mereka, itu bisa jadi satu-satunya harapan untuk bertahan hidup. KUATKAN SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
Kebahagiaan Itu Menular, 300 Anak-anak Gaza Dapat Hadiah Jelang Hari Raya
Bahagia itu seharusnya menular. Di tengah kondisi yang serba terbatas, di antara tenda-tenda pengungsian di Gaza Utara, tawa anak-anak kembali terdengar. Bukan karena keadaan telah membaik, tetapi karena mereka baru saja menerima sesuatu yang sangat sederhana namun begitu berarti: hadiah Hari Raya.

- Al-Hashimiya Shelter Center – North Gaza Strip
- Al-Zahra Shelter Center – North Gaza Strip

Di tengah situasi yang sulit, perhatian kecil seperti ini menjadi penguat.
Menjadi pelipur luka. Dan menjadi pengingat bahwa harapan masih ada.
Terima kasih telah membersamai perjuangan Palestina hingga detik ini.
Terima kasih telah menjadi bagian dari alasan di balik senyum mereka.

500 Parsel Ramadan Sampai di Gaza Utara. Ada Pesan dari Gaza: “Syukron Indonesia”
Di saat kita memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan dengan penuh ketenangan, kedamaian. Di belahan bumi yang lain, saudara kita di Gaza jalani Ramadan dengan kedinginan, kelaparan, ketegangan dan gemuruh rudal yang siap jatuh kapan saja.

Sejak genosida yang terjadi pada 2023, sekitar 72.096 jiwa dilaporkan menjadi Syuhada berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza per 1 Maret 2026. Luka itu belum benar-benar sembuh, bahkan saat Ramadan datang membawa harapan dan kemenangan.
Di tengah segala kesulitan itu, pada 11 Maret 2026, sebuah momen sederhana menghadirkan senyum yang sudah lama jarang terlihat.

Di dalamnya berisi bahan makanan pokok: beras, pasta, minyak goreng, mentega samin, wortel, keju, tahini (pasta wijen), kacang polong, cokelat, kacang fava kaleng, gula, daging kaleng, saus tomat, bumbu, biskuit, kurma Ajwa, hingga selai.
Sebuah paket yang mungkin terlihat sederhana oleh kita, tapi terasa mewah dan jauh lebih besar dari sekadar bahan makanan.
Ia menjadi kesempatan untuk kembali menyalakan kompor di tenda kecil tempat mereka berteduh.
Ia menjadi alasan anak-anak bisa berbuka dengan makanan yang layak.
Ia menjadi pengingat bahwa di tengah dunia yang terasa sunyi, masih ada saudara yang peduli.

Ucapan terima kasih itu sejatinya bukan hanya untuk kami. Ia ditujukan untuk Bapak/Ibu para donatur yang dengan tulus menghadirkan harapan dari jarak ribuan kilometer. Meski terpisah hampir 9.000 km, kepedulian itu tetap menemukan jalannya.
Ramadan hampir mencapai garis finish. Teruntuk Bapak/Ibu, mari sempurnakan Ramadan dengan Zakat Fitrah. Karena Zakat Fitrah bukan hanya penutup sempurna yang tak hanya bernilai kewajiban, melainkan keberkahan bagi banyak orang yang membutuhkan.
Niat Zakat Fitrah :
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Klik ZAKAT FITRA DI SINI !
Bukan Sekadar Air, 20.000 Liter Ini Adalah Nafas bagi Warga Gaza 💧

Alhamdulillah, di bulan suci Ramadan yang penuh berkah, Dompet Dhuafa kembali menunaikan amanah para donatur dengan menyalurkan 20.000 liter air bersih untuk warga Palestina. Sebanyak 10.000 liter disalurkan ke wilayah Khan Younis dan 10.000 liter lainnya ke Kota Gaza.
Saat dunia masih hening akan keadilan untuk Palestina, ada sekitar 20.000 liter air yang mengalir untuk keluarga-keluarga di pengungsian. Penyaluran dilakukan pada hari kedelapan Ramadan, Rabu (25/02/2026), melalui dua truk tangki air.

Di tengah Gaza yang masih terluka, sumber air terbatas, infrastruktur hancur, dan krisis kemanusiaan yang tak kunjung usai, air bersih menjadi penopang hidup yang paling dasar.
Anak-anak hingga orang dewasa mengantre dengan tertib, membawa jerigen, ember, hingga galon bekas. Setiap wadah yang terisi bukan hanya membawa air, tapi juga harapan untuk bertahan satu hari lagi.

Sahabat, di Ramadan ini, kita masih punya ruang untuk berbagi. Setiap sedekah yang kita titipkan bisa menjadi alasan mereka untuk tetap kuat, tetap hidup, dan tidak merasa sendirian. Karena setetes air ini bisa menjadi sejuta harapan untuk warga di Gaza. Klik DONASI SEKARANG
Ketika Mobile Clinic Jadi Nafas Bagi 2.250 Pasien di Kamp Al-Nuseirat, Jalur Gaza
Di tengah duka Sumatera dan musim dingin yang kembali menghantam Gaza, ada satu cahaya kecil yang tetap menyala, layanan kesehatan Dompet Dhuafa yang terus bertahan untuk para penyintas. Genosida masih terjadi, kebutuhan kemanusiaan di Jalur Gaza meningkat drastis. Sektor kesehatan mengalami kerusakan besar, banyak rumah sakit tak lagi berfungsi, dan akses layanan medis esensial semakin sulit.

Dompet Dhuafa tetap hadir lewat Mobile Clinic, memberikan layanan kesehatan bagi para penyintas yang bertahan di wilayah Al-Nuseirat, Gaza. Layanan diberikan setiap hari, mulai dari perawatan darurat, pemeriksaan umum, rawat luka, konsultasi spesialis, hingga distribusi obat-obatan.
Alhamdulillah, sejak November 2025 Mobile Clinic Dompet Dhuafa berhasil melayani lebih dari 2.250 penerima manfaat. Anak-anak, ibu-ibu, ayah-ayah, dan lansia datang satu per satu, berkonsultasi, diperiksa, dan mendapatkan perawatan dalam ketenangan penuh harap. Mereka bukan sekadar pasien, mereka adalah manusia yang bertahan, yang mencoba bangkit dari kejamnya zionis Israel.

Di tengah tenda dan trauma, mereka masih mengucap: Syukron, Indonesia, Syukron Dompet Dhuafa.
Ucapan “syukron” dan “terima kasih” yang datang dari mereka bukan sekadar kata, itu adalah rasa lega, harapan baru, dan kehidupan yang terus diperjuangkan.

Cahaya Kecil dari Joufa: Cerita di Balik 200 Hot Meal untuk Anak-anak Gaza
Udara yang biasanya sunyi, kini lebih hangat. Di halaman kecil sebuah sekolah di kawasan pengungsian Gaza, Joufa, Amman, wajah-wajah mungil itu tersenyum sederhana. Senyuman itu menjadi bahasa yang paling jujur, bahwa secercah kebaikan bisa menyalakan harapan, bahkan di tengah duka yang panjang.

Bagi sebagian orang mungkin hanya permainan biasa, tapi bagi anak-anak pengungsi, itu adalah momen berharga: saat mereka bisa menjadi anak-anak lagi.
Di sinilah peran Dompet Dhuafa dalam melanjutkan misi kemanusiaan untuk Palestina, tidak hanya menyalurkan bantuan pangan, tapi juga membangun harapan lewat shelter, food truck, klinik darurat, hingga pasar kecil bagi para pengungsi yang berjuang menata hidup dari awal.
Wilayah Joufa, atau Jabal Al-Joufa, berdiri di jantung Kota Amman. Dulu hanyalah salah satu dari tujuh bukit tua yang membentuk kota, kini menjadi rumah bagi banyak keluarga Palestina yang kehilangan tanah kelahirannya.

Kami percaya, setiap langkah kecil kebaikan bisa menumbuhkan harapan besar. Semoga tangan-tangan yang terulur hari ini menjadi bagian dari upaya memulihkan hak kemanusiaan mereka.
Mari tetap lantangkan suara kebenaran, tetap langitkan doa untuk para pejuang Palestina. Klik DONASI SEKARANG
Alhamdulillah, 100 Ton Bantuan Pangan & Medis Tiba untuk Pengungsi Gaza 🤲



Mereka membom sekolah, anak kami menderita malnutrisi! Kisah hidup pejuang pengungsi Gaza
"Kami dievakuasi ke Yordania, awalnya kami tinggal di Khan Yunis, namun serangan datang berkali-kali hingga kami mengungsi dari Khan Yunis ke sekolah-sekolah di Al-Anwar. Besoknya, sekolah itu dibom sehingga kami mengungsi ke rumah sakit. Anak ini menderita malnutrisi, artinya kondisinya sangat buruk, kesehatannya sangat buruk,” ujar Abu Samur (29).

Ungkapan Ayah dari seorang anak penderita malnutrisi yang kini dievakuasi ke Yordania. Keluarga Abu Samur pernah merasakan getirnya hidup di bawah serangan beruntun di Khan Yunis, Jalur Gaza. Demi menyelamatkan diri, ia bersama istrinya, Linda, dan anak-anak mereka harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tanpa kepastian akan adanya esok hari.
Menembus batas, tim Dompet Dhuafa menyapa keluarga penyintas Gaza melalui jalur Yordania pada Rabu (10/9/2025). Dompet Dhuafa menyalurkan paket berupa kebutuhan logistik, perlengkapan seperti selimut hangat untuk melindungi warga dari cuaca ekstrem. Kehadiran Dompet Dhuafa membawa lebih dari sekadar bantuan, tetapi juga semangat dan pelukan solidaritas.

Keluarga Abu Sumur dan penyintas lainnya tetap menyimpan satu harapan besar. Bila suatu saat Gaza kembali aman, mereka ingin pulang, kembali menjejak tanah kelahiran, dan melanjutkan hidup seperti sebelum rumah, kebun, serta seluruh kenangan mereka hancur oleh serangan zionis.
Sahabat, terima kasih sudah menemani perjuangan mereka sejauh ini. Jangan lelah dan lupakan mereka karena tidak ada kemerdekaan yang bisa dunia dapatkan, sebelum Palestina benar-benar merdeka.
Bantuan yang sudah terkumpul akan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan, perlindungan, dan pendidikan bagi para pengungsi yang tengah berjuang mempertahankan kehidupan.
Insya Allah, dengan segala jalur tim Dompet Dhuafa terus berikhtiar dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina. Tetap temani perjuangan mereka hingga Palestina merdeka dengan Klik DONASI SEKARANG!
✈️ Terbang Menembus Blokade: 1.538 Box Landing untuk Pengungsi Palestina. Dalam setiap box berisi harapan!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Baik
Di bulan kemerdekaan Agustus 2025 kemarin, ketika kita di tanah air merayakan kebebasan, saudara-saudara kita di Gaza masih terus berjuang untuk sekadar hidup.

Dompet Dhuafa bersama Forum Zakat (FOZ) dan mitra lembaga zakat telah menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui jalur udara dengan mekanisme airdrop. Sekitar 1.538 box dengan berat total 30,7 ton terkemas dalam 96 palet atau parasut besar mendarat untuk pengungsi Palestina di Yordania.
Di tengah blokade dan kelaparan yang menyesakkan, setiap bantuan yang berhasil menembus Gaza menjadi bukti harapan tak pernah sirna.

Tak berhenti di udara, bantuan juga menempuh jalur laut. Dompet Dhuafa juga terlibat dalam misi kemanusiaan bersama Indonesia Global Palestine Convoy dan Global Sumud Flotilla.
Berlayar bersama armada internasional untuk menembus blokade Gaza melalui Tunisia. Kapal-kapal ini akan berlayar membawa persediaan logistik. Meski mendapatkan 2 kali serangan rudal dan intimidasi mengiringi perjalanan, misi ini tetap berjalan dengan keyakinan bahwa kebaikan tak akan pernah bisa diblokade.

Bayangin, dalam setiap box berisi harapan—ada harapan seorang ayah agar anaknya tidak tidur dalam keadaan lapar. Dalam satu paket obat, ada doa seorang ibu agar bayinya tetap hidup.
Sahabat, apa yang menurut kita terasa kecil, di Gaza menjadi jawaban besar atas doa yang terus dilangitkan. Tetap lantangkan kebenaran tentang Palestina, kuatkan perjuangan mereka dengan Klik DONASI SEKARANG!
Sebungkus nasi ini sering menjadi barang mewah tuk Gaza!
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Sahabat Baik
Mendobrak blockade kemanusiaan, Alhamdulillah pada bulan Juli - Agustus ini sekitar 4.500 paket makanan hangat siap saji bertahap warga Gaza terima. Nasi, sayuran dan masakanan kacang merah menjadi menu special yang menghangatkan tubuh 4.500 jiwa.

Fokus di tiga titik prioritas wilayah terdampak, yaitu pusat kamp Tel al-Hawa – Gaza Utara, kamp Umul Qura – Gaza Utara, dan pusat penampungan Bahrain – Gaza Utara.
Walaupun sedikit dan sederhana, tapi sebungkus nasi ini menjadi harapan dan menguatkan saudara ita di tengah krisis kemanusiaan di Gaza.
Terima kasih Sahabat, kepedulian ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tak mengenal batas dan jarak.
Jangan pernah lelah dan lupakan mereka, karena perjuangannya masih sangat panjang. Tetap kuatkan mereka bertahan dengan Klik DONASI SEKARANG!
"Saya mau ke Surga, ada makanan di sana" cerita pilu anak Gaza
Sejak bulan Maret 2025 zionis memblokir seluruh akses bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza. Persediaan logistik didalam Gaza sudah habis tak tersisa.
Dari 2,4 juta jiwa penduduk yang kelaparan akut, 70.000 anak di antaranya sudah menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi buruk atau malnutrisi.

Saking kelaparan dan keputusasaan setiap hari, seorang anak di Gaza mengutarakan keinginan untuk meninggal agar bisa pergi ke surga, karena mereka percaya "di sana setidaknya tersedia makanan", ujar Antonio Guterres - Sekjen PBB
Dalam 24 jam terakhir sedikitnya ada 10 orang tewas akibat kelaparan, termasuk anak-anak. Tubuh mungilnya tak kuat menahan lapar berbulan-bulan, tubuhnya kering hingga tampak tulang belulang.
Minggu, 27 Juli 2025 ada sekitar 100 truk bantuan kemanusiaan dari Mesir mulai memasuki Jalur Gaza. Namun jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan untuk 2,4 juta penduduk.

Sahabat, jangan lengah dan jangan tertipu karena semua bantuan yang masuk harus sama-sama kita pantau agar berjalan dengan aman tanpa diserang zionis.
Selain akses bantuan kemanusiaan harus dibuka total, genosida juga harus segera dihentikan. Terus lantangkan suara, doa dan ikhtiar bantuan untuk saudara kita di Gaza Palestina. Klik KUATKAN WARGA GAZA BERTAHAN
Masa kecil mereka dicuri dan hancur, 40.000 anak yatim di Gaza masih kelaparan!

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Sahabat Baik
Sejak meletusnya serangan Israel pada Oktober 2023, jumlah anak yatim di Gaza melonjak drastis, dari 22.000 menjadi lebih dari 40.000 jiwa.
Hari ke-621, genosida pun masih berlanjut hingga detik ini. Anak-anak hidup dalam kondisi memprihatinkan—kelaparan, kedinginan, dan dihantui mimpi buruk setiap malam.
Masa kecil mereka dicuri dan hancur di tengah reruntuhan genosida oleh Israel. Apa kabar masa depan mereka?
Bantuan kemanusiaan memang bertahap dibuka, namun sayangnya Israel masih terus menembaki warga Gaza saat sedang mengantre bantuan di tengah teriknya panas dan kelaparan.

Kisah-kisah seperti ini menggambarkan betapa masa kecil di Gaza bukan lagi masa bermain dan belajar, tetapi berubah menjadi perjuangan bertahan hidup dan kehilangan semuanya.
Sahabat Baik, jangan lupakan anak-anak Gaza yang masih kelaparan dan berjuang untuk bertahan hidup. Luka ganda mereka juga menjadi tanggungjawab kita semua sebagai saudara muslim dan kemanusiaan.
Terus lantangkan suara untuk mereka, kuatkan doa dan bantuan dengan Sedekah Tuk Palestina!
Ternyata ini perjalanan bantuan Anda bisa sampai ke Gaza
566 hari bukanlah hari yang singkat, Sahabat bisa bayangkan bagaimana saudara kita di Gaza bertahan hingga sekarang? 💔
Sedikitnya 51.305 jiwa warga sipil tewas, 117.096 lainnya luka-luka. Parahnya, pasca gencatan senjata pada 18 Maret 2025 zionis semakin kejam lancarkan genosida. Anak-anak dan perempuan menjadi target utama, tak hanya itu—garda terakhir seperti tim medis, rumah sakit dan ambulans tak luput jadi sasaran rudal dan tembakan.

Sejak Oktober 2023, jutaan bantuan datang untuk mereka. Salah satunya Dompet Dhuafa terus berikhtiar mengirim bantuan, dimana untuk menyalurkan amanah dari Sahabat Baik.
Lalu bagaimana proses bantuan Sahabat hingga sampai ke Palestina?
Di tengah blokade dan genosida yang masih berlanjut hingga detik ini, bantuan bertahap disalurkan bersama mitra lokal dan jalur-jalur kemanusiaan di Palestina. Dari mulai mengirim tim kemanusiaan, ambulans, makanan siap santap, obat-obatan, pos medis, popok bayi, hygiene kit, masjid darurat, air bersih, shelter, pakaian hangat dan lainnya.

Alhamdulillah, sekitar 202.264 jiwa rasakan bahagia karena sedekah Sahabat. Di bulan Ramadan 2024, Dompet Dhuafa menyalurkan 9.000 Paket Iftar dan 400 paket parsel ramadan. Tak hanya itu, di bulan Ramadan 2025 Dompet Dhuafa juga kirimkan bantuan 2.000 paket parsel ramadan, 20.000 paket iftar dan sahur serta mendirikan masjid darurat yang digunakan oleh pengungsi Gaza untuk shalat tarawih dan ibadah lainnya.
Terima kasih, bantuan Sahabat sangat berarti untuk mereka. Karena bantuan Sahabat menjadi sambung harapan mereka bertahan hidup hingga kini.
Insya Allah—hingga kini Dompet Dhuafa terus melanjutkan upaya-upaya untuk mengirim bantuan kemanusiaan meskipun segala akses zionis blokade. Perempuan, anak-anak dan lansia menjadi prioritas Dompet Dhuafa karena mereka adalah kelompok paling terdampak.

Jangan biarkan mereka merasa sendiri dalam perjuangan yang panjang ini. Mereka butuh jutaan bahkan milyaran bantuan untuk perlahan pulih dan bangkit. Tetaplah bersuara dan dukung perjuangan mereka hingga merdeka.
Karena bungkamnya kita, ada anak-anak Gaza kehilangan masa depannya. Ada anak-anak Gaza yang meninggal karena kelaparan, ada anak-anak Gaza yang mendadak Yatim dan penuh derita-derita lainnya. Sama-sama kita kuatkan mereka bertahan dengan klik DONASI SEKARANG!
GAZA KEMBALI DISERANG, KUATKAN KEMBALI SOLIDARITAS! ✊
🌙 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Sahabat Baik ☺️
Malam itu 18 Maret 2025 langit Gaza kembali memerah. Hanya dalam 50 jam, sebanyak 710 warga Palestina syahid dan 1.042 lainnya luka-luka. Ramadan yang seharusnya penuh berkah, justru menjadi penderitaan tanpa akhir.
Saudara-saudara kita di Palestina berjuang untuk bertahan hidup. Rumah sakit kehabisan obat, bayi-bayi meninggal dalam pelukan ibunya, dan jutaan jiwa terancam kelaparan lagi.

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta dan kasih sayang mereka seperti satu tubuh; jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam."
(HR. Muslim No. 2586)
Jangan biarkan dunia berpaling, terus lantangkan kisah mereka sampai Palestina merdeka. Di malam-malam terakhir Ramadan ini, jangan biarkan mereka berjuang sendirian.
Ayo temani mereka untuk jaga dan selamatkan bumi para nabi. Klik Kuatkan Sekarang!
Alhamdulillah, Paket Sahur dan Berbuka Tiba di Gaza

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Sahabat Baik ☺️
Pekan kedua Ramadan, kabar bahagia datang dari masyarakat Gaza karena mereka dapat menikmati sahur dan berbuka puasa.
Sejak awal Ramadan, kami melalui mitra lokal mendirikan dapur umum untuk membantu para penyintas di Gaza. Alhamdulillah, ribuan bantuan paket sahur dan berbuka puasa hiasi Ramadan mereka di tenda-tenda pengungsian.
Mereka sabar dan tenang mengantre, mengambil makanan dengan wadah seadanya untuk dinikmati bersama keluarga.

"Syukron, Jazakumullah khairan katsiran" ribuan untaian doa dari masyarakat Gaza untuk Sahabat semua karena sudah meringakan luka mereka. Senyum bahagia mereka tentu menjadi bahagia kita juga.
Sekali lagi, terima kasih Sahabat Baik yang senantiasa terus membersamai perjuangan Palestina hingga saat ini. Perjuangan mereka masih panjang, jangan lelah, jangan lengah dan tetap lantangkan suara kita untuk mereka!
Temani Perjuangan Palestina dengan Kirim Paket Sahur dan Berbuka. KLIK : KUATKAN PALESTINA 👇🏻
✨ Alhamdulillah, 2000 Parsel Ramadan Tiba di Gaza Utara🌙
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Baik ☺️
Inilah potret momen Ramadan di Palestina, mereka menjalani sahur dan berbuka secara komunal di tengah balutan puing bangunan.

Kabarnya, bantuan kemanusiaan yang masuk dibatasi kembali seiring gencatan senjata tahap pertama telah berakhir. Sedangkan kelaparan masih menemani hari mereka di tenda-tenda pengungsian.

Alhamdulillah, jelang bulan Ramadan pekan ketiga Februari 2025 kemarin Dompet Dhuafa berhasil mengirim sekitar 2000 paket parsel untuk para penyintas di Deiar al Balah, Gaza Utara. Menurut mitra kami di Gaza, ternyata banyak sekali bayi, balita, anak-anak, perempuan dan lansia yang berada di tenda pengungsian tersebut. 😭
Bulan Ramadan seakan menjadi obat penguat iman dari segala kepedihan yang sedang mereka alami. Masyarakat Gaza sangat senang ketika menerima bantuan dari Sahabat dan ribuan kebaikan doa dan rasa syukur mereka panjatkan untuk kita semua. Masya Allah.

Marhaban ya Ramadan. 🤲🏽📿💫✨🌙
Semoga kita semua dapat menjalani Ramadan dengan damai penuh ketaqwaan dan saudara kita di Palestina segera mendapatkan keadilan dan kebebasan dari Zionis. Aaamiiin.
Sahabat, selain doa yang menghidupi hari, uluran tangan bersama bisa ukir bahagia saudara kita di Palestina. Yuk, kirim parsel Ramadan untuk mereka. Klik Sedekah Sekarang
Pasca Gencatan, Kini Pos Medis Hadir di Gaza!
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Baik ☺️

Pasca gencatan senjata mereka tetap pulang meskipun rumah mereka sudah hancur, tubuh mereka penuh luka, perut mereka lapar dan derita lainnya.
Bukan tanpa alasan, mereka kembali karena bumi Palestina yang diberkahi Allah SWT. Meskipun mereka kembali tanpa keadaan utuh dan tanpa memiliki apa-apa lagi.

Di tengah gencatan berlangsung, Alhamdulillah Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan FPEA berhasil mendirikan Pos Medis (Medical Point) di wilayah Gaza Utara.
Hadirnya Pos Medis ini sangat dibutuhkan untuk memberikan layanan kesehatan masyarakat Gaza yang berada di kamp-kamp pengungsian, khususnya anak-anak, perempuan dan lansia.

Jelang Ramadan, kabar mereka mulai redup dan kondisi mereka belum membaik. Yuk, sama-sama kita ringankan luka mereka dengan Sedekah Jumat Tuk Palestina. KIik Kuatkan Palestina!
❤️🩹 Surgical Operations jadi harapan sembuh warga Gaza yang terluka
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Baik ☺️
Layanan kesehatan di Jalur Gaza diambang kehancuran. Tak ada rumah sakit yang memiliki alat-alat medis memadai, tenaga medis yang bertugas ditangkap dan syahid karena genosida.
“Mereka perlu dipasangi peralatan medis, dan beberapa dari mereka mengalami cedera parah.” Hani Mahmoud seorang jurnalis dari Al Jazeera.

15 bulan bukanlah waktu singkat karena setiap detiknya mereka pun di ambang kematian ketika serangan-serangan dari Zionis datang. Korban luka-luka selalu bertambah, setidaknya 109.196 orang terluka karena serangan zionis. Banyak operasi bedah terpaksa ditunda akibat keterbatasan kapasitas rumah sakit dan biaya medis yang tinggi.

Karena kebaikan Sahabat, Alhamdulillah bantuan Surgical Operation bisa berdiri untuk membantu penanganan medis bagi 100 pengungsi Palestina di Kompleks Kesehatan Al Razi - wilayah Al Nuseirat Jalur Gaza.
Program ini sangat genting bagi mereka yang memiliki berbagai macam penyakit dan membutuhkan operasi bedah yang mendesak di tengah blokade kemanusiaan.
Terima Kasih Sahabat, karena setiap pasien memiliki kisah perjuangannya sendiri. Awal tahun ini mari tetap kuatkan mereka, tetap langitkan jutaan doa untuk saudara kita di Palestina agar segera terbebas dari derita. Klik Satukan Solidaritas Pejuang Palestina
Alhamdulillah, Kado Spesial Akhir Tahun Hangatkan Warga Gaza
Beberapa hari terakhir, Gaza mengalami cuaca dingin yang ekstrem. Sementara bantuan kemanusiaan seperti makanan, air dan perlengkapan musim dingin masih terus di blokade Isarel.
Kondisi ini menyebabkan tiga bayi Palestina meninggal karena hipotermia. 😭 Tubuh mungilnya tak kuat menahan dinginnya malam dan hembusan angin kencang yang masuk ke dalam tenda pengungsian, suhu di Gaza pun hingga 9 derajat Celcius.

Salah satu Ayah dari bayi bercerita bahwa selama ini mereka tinggal di tenda dengan alas pasir di wilayah al-Mawasi - Khan Younis. 😭
"Kami tidur di pasir dan tidak punya cukup selimut dan kami merasa kedinginan di dalam tenda," katanya kepada Al Jazeera. "Hanya Tuhan yang tahu kondisi kami. Situasi kami sangat sulit."

Alhamdulillah, bantuan kemanusiaan dari Sahabat mendarat di Gaza Utara bulan Desember ini berupa 250 jaket untuk anak-anak dan 250 pijama untuk wanita. Kebahagiaan ini mungkin kecil menurut kita, namun besar bagi mereka untuk menghadapi cuaca dingin saat ini.
Selama lebih dari setahun Genosida, mereka hidup penuh derita. Kehilangan orang tersayang, tempat tinggal, kelaparan dan kedinginan.
Lengah sedikit tahun 2024 segera berakhir, namun genosida belum juga berhenti. Sahabat, jangan lelah ya! Mari tetap bersama dampingi mereka untuk hadapi musim dingin yang ekstrem. Klik Kuatkan Pejuang Palestina.
Alhamdulillah, Bantuan Air Alirkan Harapan dan Selamatkan Kehidupan
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Sahabat
Data terupdate hingga kini 20 Desember 20224, genosida yang terjadi selama lebih dari 400 hari, telah meluluhlantakkan Gaza, Palestina. Menelan hingga 45.192 jiwa dan melukai 107.338 jiwa tak berdosa. Fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit dan fasilitas air bersih turut menjadi target kebrutalan tentara zionist.
Sejak perjanjian Balfour 1917, sumber daya air di Palestina menjadi salah satu isu utama. Otoriter Israel mengambil langkah penuh atas sumber air, seperti penyegelan sumur, penghancuran infrastruktur sumber air, dan larangan pembangunan sumur baru tanpa izin. Saat ini aliran Air yang mengalir ke Gaza denga sengaja dicemarkan dengan limbah dan kotoran.

Khan Younis, kota terbesar di Gaza Selatan, mengalami krisis air bersih sejak genosida dimulai. Menghancurkan leboh dari 70% sumur di kota tersebut. 1,2 juta warga dan pengungsi di Khan Younis tidak bisa memperoleh air bersih dan air layak minum.

Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Pada Selasa (3/12/2024), membantu memasok persediaan segala kebutuhan hidup. Salah satunya dengan mendistribusikan air bersih ke wilayah Khan Younis.
“Kami semua berharap, dengan bantuan air bersih yang diberikan dapat membantu mengikis kesulitan memperoleh akses air bersih yang diderita oleh para penyintas di sana,” ucap Shofa El-Quds, Kepala Respon Situasi Darurat di Palestina.
Selain itu, Dompet Dhuafa juga membantu layanan kesehatan, antara lain: obat-obatan, peralatan dan perlengkapan medis ke RS Kamal Adwan, bahan bakar generator RS, pengiriman BBM 3.000 liter untuk RS Kamal Adwan dan 2.000 liter BBM untuk 12 mobil Ambulans, layanan medis di RS dan daerah pengungsian, dua unit bantuan layanan Ambulans di Gaza Selatan, juga bantuan medical point vaksinasi Polio.

Alhamdulillah, hingga saat ini Dompet Dhuafa telah membantu 117.334 warga Palestina yang terdampak agresi militer Israel.
Sahabat, segala bentuk upaya tidak akan dapat berjalan tanpa dukungan dari berbagai pihak. Setiap sedekah berupa donasi kemanusiaan telah berhasil sampai di tangan para penerima manfaat.
Palestina masih butuh dukungan kita, mari rapatkan barisan dan jaga solidaritas untuk saudara-saudara kita di Palestina. KLIK KUATKAN PEJUANG PALESTINA
Barang Sepele Yang Menjadi Mewah
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Baik
Di masa Covid-19, kita semua tau betapa pentingnya mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Bahkan mencuci tangan setelah dari luar rumah sudah menjadi kebiasaan banyak orang saat ini.
Namun bagaimana jika tidak bisa mencuci tangan atau membersihkan diri, karena tidak ada alat kebersihan seperti sabun, sampo, dan air bersih? Penyakit diare yang bisa disembuhkan dengan obat ringan dan mencuci tangan saja bisa menjadi penyakit berbahaya yang menular.

Di Gaza, setiap keluarga berjuang menjaga kebersihan di pengungsian yang padat dan sesak. Mencuci tangan dengan sabun dapat mengurangi penyakit diare hingga 40%, namun kini sabun tidak tersedia, tentara zionis melarang masuknya sabun dan alat kebersihan lainnya masuk ke Gaza.
Sekitar 150.000 warga Gaza menderita penyakit kulit sejak 7 Oktober 2023. Selain itu, hepatitis A, Cacar air, infeksi jamur, virus juga sedang menyebar luas. Sistem imun anak-anak di Gaza menurun akibat kelaparan yang berkepanjangan. Ya Allah selain harus bertahan dari lapar dan haus, mereka harus bertahan dari penyakit kulit yang menyebar luas 😭

Sahabat, kini Gaza memasuki musim dingin. Curah hujan mulai meningkat, suhu menjadi lebih dingin, namun tantangan menjadi lebih besar. Tenda yang berdiri selama 13 bulan Genosida, sudah dalam kondisi rapuh untuk terus bertahan.
Di Gaza, barang sederhana seperti sabun menjadi barang mewah yang sulit didapatkan. Satu sabun sederhana kini menjadi harapan besar bagi mereka untuk kesehatan dan kehidupan. Jangan biarkan harapan mereka pudar.
Mari jadikan uluran tangan kita sebagai jawaban dari harapan mereka. Bantu Kuatkan Palestina!
Kita Bisa Jadi Penghangat Untuk Palestina!
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat Baik, bayangkan syahdunya saat musim dingin tiba, mendengar hembusan angin, anak-anak berlarian menikmati hujan yang turun, bahkan di belahan dunia lain musim dingin menjadi moment berkumpul keluarga didepan perapian. Saling menghangatkan dan berbincang.
Namun berbeda dengan Palestina,
Setelah 419 hari Genosida, tenda pengungsian yang terbuat dari kain dan plastik sudah tidak mampu melindungi dari cuaca dingin, alas tenda yang masih tanah sangat rentan terhadap banjir, sementara pakaian hangat mereka terbatas.
Di Gaza, musim dingin mampu menembus suhu 8–15°C. Dimulai November hingga Februari, suhu akan semakin turun saat malam hari, dan hujan deras yang turun memperburuk kondisi masyarakat.
Bapak/ibu, musim dingin kali ini akan lebih dingin dari sebelumnya. Rusaknya infrastruktur membuat warga Gaza kehilangan tempat berteduh yang layak.
Meskipun akses bantuan kemanusiaan untuk mencapai ke dalam wilayah Gaza tidak mudah, Insya Allah Dompet Dhuafa terus berikhtiar mengirim beragam bantuan kemanusiaan ke Palestina.
Memasuki musim dingin ini, ada beberapa kebutuhan yang akan disalurkan sebagai berikut:
Yaallah mudahkanlah setiap proses pendistribusian bantuan kemanusiaan kepada saudara kami di Palestina.
Bapak/Ibu, sekecil apapun dukungan kita sangat menguatkan mereka untuk bertahan di tengah serangan. Klik SEDEKAH SEKARANG untuk bantu kuatkan perjuangan Palestina!
Gaza Utara Kembali Kehilangan Tenaga Medis Terbaiknya
Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh Sahabat Baik
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,
Kabar duka yang mendalam kembali datang dari tanah suci Palestina
Duka mendalam untuk syahidnya dr. Mohammed Shabat, relawan medis Dompet Dhuafa yang bertugas di Gaza, Palestina. Beliau Syahid bersama istri dan 11 anggota keluarganya dalam serangan yang diluncurkan di kediamannya Beit Hanoun, Gaza Utara.
dr. Mohammed menempuh pendidikannya di Indonesia, tepatnya di Fakultas Kedokteran UIN Jakarta. Selama ini dr. Mohammed telah menjadi penghubung penting dalam penyaluran bantuan medis di Gaza, khususnya di wilayah Gaza Utara. Beliau merupakan bagian dari FPEA (Alfursan Palestine Emergency Association) dan berdedikasi di RS Kamal Adwan.
Bersama sang istri yang juga seorang dokter, saling berjuang bersama-sama dalam menjalankan tugas mulia sebagai pekerja medis, walau menghadapi berbagai ancaman di wilayah yang tak ada lagi kata aman.
Kini hanya ada Jamal, anak dari dr. Mohammed yang menjadi satu-satnya korban selamat dalam serangan tersebut.
Sahabat Baik, di tengah banyaknya isu dunia yang mencoba mengalihkan perhatian kita ke Palestina. Tetap bersamai perjuangan ini! Mari kuatkan perjuangan Palestina. SEDEKAH SEKARANG!
Simbol Kedamaian Yang Tumbuh Subur Ribuan Tahun di Tanah Palestina
Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakatuh Sahabat Baik
Pernah dengar perkebunan zaitun yang sudah ditanam sejak ribuan tahun lalu?
Selain buah semangka, pohon zaitun di Palestina juga tumbuh subur sejak ribuan tahun lalu sebelum masehi.
Tanah pegunungan Palestina memiliki drainese yang baik, teksturnya berbatu dan berkapur. Memilik sistem akar yang dalam dan luas, yang memungkinkannya mencari sumber air di dalam tanah, terutama saat musim kering. Akar yang kuat ini juga membantu pohon zaitun bertahan dalam kondisi tanah yang tak selalu kaya nutrisi. Hal ini menjadikan pohon zaitun sangat tahan terhadap kekeringan, faktor penting mengingat kondisi air di Palestina yang sangat terbatas.
Teknik merawat pohon zaitun diwariskan kepada masyarakat Palestina dari generasi ke generasi. Dengan teknik yang masih tradisional, membuat pertumbuhan dan kualitas buah yang dihasilkan tetap terjaga dengan baik, memungkinkan umur yang panjang dan produktivitas yang tinggi dari setiap pohon.
Sebelum Genosida yang terjadi lebih dari setahun ini, perkebunan zaitun di Palestina sangat jauh dari gangguan eksternal dan kerusakan. Lingkungan yang stabil membuat pohon ini terus tumbuh dengan baik tanpa ada ancaman di habitatnya
Saat panen buah zaitun tiba, para petani akan memetik buah bersama keluarga besarnya, diiringi senyuman dan lagu-lagu daerah, mereka menyambut riang buah yang mereka petik, keadaan menjadi sangat riang saat waktu panen tiba.
“Hati kami membara, melihat tanah-tanah dan pohon-pohon yang dibakar dan dirudal” Ucap salah satu petani.
Butuh satu tahun untuk panen zaitun, namun tentara Zionist beserta penduduknya memotong dan membakar pohon zaitun yang sebagian sudah berusia ratusan tahun.
Tak hanya itu, bahkan tentara zionist turut meratakan lahan dan meyemprotkan pestisida untuk menghancurkan tanaman 😭
Kini, kondisi perkebunan yang diserang sangat mengkhawatirkan. Ribuan pohon yang berusia ratusan hingga ribuan tahun hilang, menurunnya tingkat kesuburan tanah, dan kini pemukim ilegal mulai menempati kebun zaitun yang sebelumnya dirawat oleh masyarakat Palestina.
Alhamdulillah, Akses Kesehatan Mulai Hadir Lagi di Gaza
Assalamua'laikum Warrahmatullah Wabarakatuh Sahabat Baik
lebih dari 12 bulan genosida yang terjadi, menurut data Kemenkes Palestina, setidaknya 42.000 lebih orang meninggal dunia dan 95.551 orang terluka di Jalur Gaza. Lebih dari 564 sekolah di Jalur Gaza juga terkena dampak langsung atau rusak akibat serangan Israel. Kemudian, 360.000 unit rumah atau hunian terdampak serangan tersebut, sehingga mengakibatkan lebih dari 1,7 juta jiwa terpaksa mengungsi.
“Saya pribadi dan juga yayasan, kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Dompet Dhuafa serta orang-orang yang support kegiatannya dengan memberikan bantuan peralatan-peralatan kesehatan yang ini sangat membantu sekali untuk para penyintas yang ada di sini,” tutur Ketua FPEA sekaligus Direktur RS Kamal Adwan Gaza Utara, Fares A. Afana.
Alhamdulillah, Medical point/klinik untuk rakyat Palestina sudah tersedia di beberapa titik.
“Berharap dengan banyak pihak yang peduli, maka banyak masyarakat Palestina yang dapat terbantukan. Penyaluran program yang amanah akan terus kami tegakan, demi kemerdekaan Palestina,” kata Ahmad Juwaini, selaku Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika.
Ditengah Gelapnya Malam, Kobaran Api Kembali Menyelimuti Kamp Pengungsian
Satu Tahun Genosida, Mereka Kembali Memasuki Musim Dingin.. 😭

Sahabat, Pernah dengar tentang orang-orang yang takut hujan dan berharap musim dingin tidak pernah datang?
Hampir satu tahun Genosida sejak 07 Oktober 2023, kondisi Palestina belum pulih. Memasuki Musim dingin suhu rata-rata terendah 10°C dan tertinggi 17°C. Belum lagi hujan deras dan musim dingin juga mulai menyelimuti mereka.
Masih banyak tenda pengungsian yang terbuat dari kain dan nilon sehingga terendam akibat hujan deras. Berdasarkan laporan kantor media Gaza, 74% Tenda Pengungsi di Gaza Sudah Tidak Layak. Setelah 11 bulan pengungsian tanpa henti, kondisi tenda sudah tidak mampu lagi melindungi di tengah cuaca ekstrem.

Saat musim panas warga Gaza kesulitan air, dan harus bertahan diteriknya sinar matahari.
Saat musim dingin mereka membutuhkan pakaian, sepatu, dan alat penghangat lainnya. Sementara mereka masih terkepung, akses mereka terbatas, bantuan masih di blokade.
Dengan kondisi ini, bagaimana mereka bertahan menghadapi musim yang di situasi normal saja sangat sulit untuk dihadapi ?

Tetap bantu dan doakan saudara kita di Palestina yaa..
Insya Allah Dompet Dhuafa terus ikhtiar dalam membantu saudara kita di Palestina. Sama-sama kita tahu bahwa akses bantuan juga diblokade Zionis, namun jangan pernah lelah. Kami sadar, bahwa kebaikan ini tidak bisa terwujudkan semuanya sendiri. Semoga Allah selalu mudahkan proses bantuan dari para Sahabat semua hingga sampai ke Gaza-Palestina dengan cepat dan aman. Mohon doakan! 🤲
#SahabatBaik tetap lantangkan suara dan kirim bantuan terbaik untuk Kuatkan Palestina!

Masih Sampaikah Kabar Palestina di Beranda Sahabat?
Hampir Karam. Apakabar Gaza? 😭💔
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Baik 😊
Hampir 12 bulan sejak serangan 07 Oktober 2023 lalu, bukan hal yang patut dirayakan tapi harus segera diberhentikan.
Di tengah banyaknya isu dunia yang mencoba mengalihkan perhatian kita terhadap Gaza-Palestina. Mereka masih berjuang untuk merdeka dari penjajah Zionis Israel dan berjuang bertahan hidup.
Genosida yang hilangkan nyawa tak berdosa lebih dari 40.602 jiwa dengan 93.855 orang luka-luka yang harus segera mendapatkan perawatan medis. Belum lagi mereka yang hilang dan dipenjarakan tanpa manusiawi.

90% warga Gaza harus harus bertempur dengan perihnya menahan lapar dan haus setiap hari. Anak-anak harus meninggal karena gizi buruk dan terjangkit penyakit menular.
Jutaan bantuan yang masuk pun masih tertahan diluar Gaza, belum lagi sebagian besar akses jalan rusak sehingga menyulitkan armada bantuan masuk dengan maksimal. Apalagi dalam beberapa bulan mendatang musim hujan diperkirakan akan datang.

Sahabat, kebayang tidak bagaimana keadaan mereka kedepan jika Genosida dan blokade bantuan masih terus berlanjut? 😭💔
Kita semua rindu akan senyum dan tawa mereka. Entah kapan kebebasan itu akan datang, jangan lengah dampingi para penjaga tanah suci dengan KUATKAN PALESTINA!
Alhamdulillah, Medical Point Kini Berdiri di Gaza Utara
Assalamualaikum Warahmatullah Wabaarakatuh Sahabat Baik
Sahabat baik masih kah kita bisa berpaling dari penderitaan mereka?
Serangan belum berhenti hingga kini, korban tak berdosa semakin bertambah setiap harinya. Hingga 11 Juli 2024, lebih dari 38.917 jiwa menjadi syuhada.
Di tengah kesulitan akses bantuan, segala ikhtiar mengirim bantuan tak pernah berhenti begitu saja.

Alhamdulillah pada Rabu (26/06/2024) lalu Dompet Dhuafa berhasil mendirikan Medical Point atau rumah sakit darurat setelah banyak tantangan dan perizinan yang begitu ketat.
Lebih dari 93.595 jiwa mengalami luka-luka dan segera membutuhkan penanganan medis. Tak hanya luka-luka, menurut WHO puluhan ribu kasus juga menyerang tempat pengungsian seperti : infeksi saluran pernapasan atas, diare, kutu, kudis, cacar air, ruam kulit, dan meningitis.

Tumpukan sampah dan genangan air terlihat di hampir setiap sudut kota. Sementara itu, keluarga-keluarga pengungsi mengatakan bahwa mereka menderita karena merebaknya penyakit, terutama di kalangan anak-anak. Kehadiran Medical Point ini untuk melayani kesehatan masyarakat Palestina karena lumpuhnya fasilitas kesehatan, khususnya di Gaza Utara dan InsyaAllah akan beroperasi dalam 1-2 bulan ke depan.

Alhamdulillah, berkat kebaikan para donatur, Medical Point akan dilengkapi dengan kontainer untuk layanan obgyn. Untuk tenaga medis di Medical Point sendiri terdapat empat dokter, delapan perawat, ambulans serta tim paramedis.
Tentu, ribuan bahkan jutaan dukungan dari Sahabat terus mereka harapkan. Yuk, kuatkan perjuangan mereka hingga merdeka. BANTU PALESTINA






































