
[URGENT] Bangun Kembali Akses Kesehatan Rusak di Sumatera
Dompet Dhuafa Nestapa kian terasa di Sumatera, tekhusus di Aceh Tamiang. Ribuan warga kelaparan, tumpukan lumpur tebal di mana-mana, dan berbagai penyakit mulai menyerang di pengungsian. Namun sedih, hampir seluruh fasilitas kesehatan rusak sekarang.

Kementerian Kesehatan mencatat, sebanyak 31 rumah sakit dan 156 puskesmas terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Angka ini menjadi gambaran betapa parahnya kerusakan yang terjadi.

Bahkan salah satu relawan kesehatan yang juga berprofesi sebagai dokter mengabarkan bahwa salah satu akses vital layanan kesehatan masyarakat di Tamaiang kini lumpuh total.
Obat-obatan berserakan bercampur lumpur, peralatan medis rusak, bed pasien terendam, dan ruang perawatan tak lagi dapat digunakan.

Di sisi lain, puluhan bahkan ratusan pasien masih menunggu pertolongan, termasuk bayi-bayi yang memerlukan penanganan khusus serta para lansia dengan penyakit kronis yang kian memburuk tanpa pengobatan.

Dompet Dhuafa melalui Tim Respon Medis telah berupaya membuka layanan kesehatan dengan mendirikan Pos Medis Sementara di berbagai lokasi terdampak.
Namun, luasnya wilayah terdampak dan banyaknya fasilitas kesehatan yang rusak butuh dukungan bersama untuk mendirikan kembali layanan kesehatan yang lebih layak untuk para penyintas.

- Renovasi Puskesmas / Klinik terdampak
- Pengadaan obat-obatan
- Pengadaan alat kesehatan dasar
- Ambulans darurat

Ribuan jiwa menunggu pertolonngan, ayo bangun kembali fasilitas kesehatan untuk penyintas banjir Sumatera! Klik DONASI SEKARANG
Faskes Hancur, Pasien Terpaksa Susuri Sungai Hampir Dua Jam demi Berobat
Tiga pekan berlalu, Tamiang masih tidak baik-baik saja. Di salah satu desa yang terisolasi, Desa Sekumur, Pak Husin (52) terpaksa diantar berobat menggunakan perahu kayu sederhana menyusuri Sungai Tamiang hampir 2 jam lamanya.


Perjalanan itu jauh dari kata mudah. Tubuh Pak Husin yang semakin lemah harus bertahan melewati perjalanan panjang dengan perahu, lalu berjibaku menaiki dataran tinggi yang licin dan berlumpur, sebelum akhirnya dapat melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit demi mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Mereka butuh fasilitas kesehatan yang layak sebelum lebih banyak nyawa dipertaruhkan.

