
Bersama Pulihkan Palestina
Dompet Dhuafa Maluku
Saudara-saudara, sahabat kebaikan.
Hari ini, kita kembali menyaksikan potret nyata dari penderitaan yang tak berkesudahan. Di tanah suci Palestina, setiap hari bukan sekadar pergantian waktu tapi perjuangan hidup dan mati. Di balik berita yang kita dengar, ada tangisan anak-anak yang kehilangan keluarga, ada para ibu yang berjuang bertahan tanpa tempat tinggal, ada para ayah yang terus berdiri di garis depan meski lapar dan lelah mendera.
Bayangkan, ketika kita bangun pagi dengan sarapan hangat, mereka terbangun dengan suara dentumanbom. Saat kita pulang ke rumah dengan aman, mereka tak tahu apakah rumahnya masih berdiri atau sudahmenjadipuing-puing. Dan ketika kita tidur nyenyak, mereka berjaga di malam yang gelap, dengan ketakutan akan serangan berikutnya.

Lebih dari sekadar angka, ribuan jiwa telah menjadi korban. Banyak di antara mereka adalah anak-anak dan perempuan. Rumah sakit penuh, logistik semakin menipis, akses air bersih terbatas, dan listrik sering terputus. Gaza kini ibarat penjara terbuka yang terus dikepung oleh penderitaan.
Namun di tengah kegelapan, ada cahaya harapan dan cahaya itu bisa datang dari kita.
Kita mungkin tidak bisa berada di sana secara langsung.
Kita mungkin tidak bisa menghentikan serangan dengan tangan kita sendiri.
Tapi kita bisa mengulurkan tangan. Kita bisa hadir lewat donasi dan doa.
Inilah saatnya kita buktikan bahwa umat tidak pernah tidur, bahwa jarak bukan alasan untuk berhenti peduli.
Mari jadikan donasi kita sebagai bukti cinta dan solidaritas.
Mari salurkan kepedulian kita untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina.
Sekecil apa pun kontribusi Anda, sangat berarti bagi mereka.
Bersama, kita bisa menyalakan kembali harapan.
Bersama, kita bisa menjadi pelindung bagi anak-anak yang kehilangan.
Bersama, kita bisa menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak pernah padam.

Saudara-saudara, sahabat kebaikan.
Hari ini, kita kembali menyaksikan potret nyata dari penderitaan yang tak berkesudahan. Di tanah suci Palestina, setiap hari bukan sekadar pergantian waktu tapi perjuangan hidup dan mati. Di balik berita yang kita dengar, ada tangisan anak-anak yang kehilangan keluarga, ada para ibu yang berjuang bertahan tanpa tempat tinggal, ada para ayah yang terus berdiri di garis depan meski lapar dan lelah mendera.
Bayangkan, ketika kita bangun pagi dengan sarapan hangat, mereka terbangun dengan suara dentumanbom. Saat kita pulang ke rumah dengan aman, mereka tak tahu apakah rumahnya masih berdiri atau sudahmenjadipuing-puing. Dan ketika kita tidur nyenyak, mereka berjaga di malam yang gelap, dengan ketakutan akan serangan berikutnya.

Lebih dari sekadar angka, ribuan jiwa telah menjadi korban. Banyak di antara mereka adalah anak-anak dan perempuan. Rumah sakit penuh, logistik semakin menipis, akses air bersih terbatas, dan listrik sering terputus. Gaza kini ibarat penjara terbuka yang terus dikepung oleh penderitaan.
Namun di tengah kegelapan, ada cahaya harapan dan cahaya itu bisa datang dari kita.
Kita mungkin tidak bisa berada di sana secara langsung.
Kita mungkin tidak bisa menghentikan serangan dengan tangan kita sendiri.
Tapi kita bisa mengulurkan tangan. Kita bisa hadir lewat donasi dan doa.
Inilah saatnya kita buktikan bahwa umat tidak pernah tidur, bahwa jarak bukan alasan untuk berhenti peduli.
Mari jadikan donasi kita sebagai bukti cinta dan solidaritas.
Mari salurkan kepedulian kita untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina.
Sekecil apa pun kontribusi Anda, sangat berarti bagi mereka.
Bersama, kita bisa menyalakan kembali harapan.
Bersama, kita bisa menjadi pelindung bagi anak-anak yang kehilangan.
Bersama, kita bisa menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak pernah padam.

