
Sosial Dakwah Donasi
Dompet Dhuafa
Bantu Perjuangan Dai Berdakwah di Pelosok Toraja
Dompet Dhuafa Rp 22.533.879 358 Donatur
45.07% dari target Rp
50.000.000
∞
hari lagi
Program ini mencurigakan?
Laporkan
Detail
Jika kaki Ustadz Diki bisa bicara, ia akan menceritakan jalan tanah licin yang berulang kali membuatnya tergelincir.
Tanjakan panjang yang memaksanya berhenti, bukan untuk menyerah, tapi untuk menarik napas. Dan rumah-rumah kecil yang tampak seperti titik di kejauhan, namun tetap ia datangi, satu per satu walaupun berjalan kaki dengan bekal niat yang tulus.
Namanya Ustadz Diki Wahyudi. Dai muda asal Asahan, Sumatera Utara, yang kini berdakwah di Desa Rantebua, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, wilayah pegunungan dengan akses yang sulit dan Muslim sebagai minoritas.

Di sini, dakwah bukan tentang mimbar besar atau jamaah yang ramai.
Ada orang tua yang shalat sambil membuka panduan, karena sejak kecil tak pernah diajari.
Ada anak-anak yang berjalan berjam-jam hanya untuk belajar huruf Al-Qur’an.
Ada keluarga yang belum memahami tata cara wudu yang benar.
Toraja Utara memang indah, bukit menjulang, kabut turun perlahan, rumah adat berdiri gagah. Namun di balik keindahan itu, ada sunyi yang jarang terlihat: Muslim di wilayah ini adalah minoritas, minim guru ngaji, pendidikan agama, minim fasilitas dasar, jarak antarjamaah sangat jauh, dan akses transportasi terbatas.
Ada orang tua yang shalat sambil membuka panduan, karena sejak kecil tak pernah diajari.
Ada anak-anak yang berjalan berjam-jam hanya untuk belajar huruf Al-Qur’an.
Ada keluarga yang belum memahami tata cara wudu yang benar.
Toraja Utara memang indah, bukit menjulang, kabut turun perlahan, rumah adat berdiri gagah. Namun di balik keindahan itu, ada sunyi yang jarang terlihat: Muslim di wilayah ini adalah minoritas, minim guru ngaji, pendidikan agama, minim fasilitas dasar, jarak antarjamaah sangat jauh, dan akses transportasi terbatas.

Niat baik tak selalu berjalan mulus. Dengan segala keterbatasan dan pengorbanan, para dai tetap melanjutkan perjuangan.
Tak hanya jarak dan akses yang menjadi rintangan. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang Islam juga kerap menimbulkan penolakan,
bukan karena kebencian, melainkan karena kebiasaan adat dan budaya yang telah mengakar kuat.
Di titik inilah dakwah diuji: bukan hanya menyampaikan, tapi bersabar, merangkul, dan memberi contoh dengan perbuatan.
Ketika hampir lelah, ia teringat suara-suara kecil yang menunggu:
“Ustadz, hari ini kita belajar apa?”
“Ustadz, ajari saya wudu.”
“Ustadz, saya ingin bisa baca Al-Qur’an.”

Di banyak desa pedalaman Indonesia, dai harus menempuh medan ekstrem tanpa kendaraan layak. Cuaca sering membatalkan pengajian. Sinyal hilang. Pembinaan tidak bisa rutin. Anak-anak harus menunggu lebih lama untuk belajar agama. Padahal, kehadiran yang konsisten adalah kunci perubahan umat.
Namun dari titik-titik kecil itulah, cahaya Islam tetap bertahan. Ustadz Diki menjaga cahaya itu dengan satu pengajian demi satu pengajian, satu rumah demi satu rumah, satu doa demi satu doa.
Sahabat, mari ringankan langkah dakwah mereka, karena dakwah bukan hanya tentang kata, tetapi tentang menghadirkan Islam yang hidup di tengah umat. Klik DONASI SEKARANG
Kabar Terbaru
Campaign ini belum memiliki kabar terbaru
Donatur358
Oky Taufik Dwiputra
Donasi
Rp 20.000
Oky taufik dwiputra bin indra bakty
diberikan kesehatan sekeluarga, mempunyai keluarga sakinah mawardah dan warohmah, Anaknya Rayyan Nayaka Saputra menjadi anak yg bertakwa pada Allah, soleh, dan berbakti kepada kedua orang tuanya, kami sekeluarga dimudahkan urusan pekerjaannya dan rezekinya agar terus dapat beramal di jalan Allah
Affiliate Fundraiser0
