
Berbuat Untuk Gaza
Siti Nur Arifah 

Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩ Ψ§Ψ΄ΩΩΩ Ω ΩΨ±ΩΨΆΩΨ§ΩΩΩ Ω ΩΩΨͺΩΩΩΨ¨ΩΩΩΩ Ψ΄ΩΩΩΨ―ΩΨ§Ψ‘ΩΩΩΩ ΩAllahummashfi mardahum wa taqabbal syuhada'ahum."Ya Allah, sembuhkan yang terluka dan terimalah mereka yang syahid."


Mereka bertahan dengan iman, kita bantu dengan aksi. Karena sedekah kita berikan mereka harapan dan kekuatan. Klik DONASI SEKARANG!
22 Kapal Harapan Dihentikan, 640 Ribu Warga Gaza Kini di Ambang Kelaparan Ekstrem...
Hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nashir.
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong."
Sejak Rabu, 29 April 2026, sebanyak 22 kapal kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla yang sedang berlayar menuju Gaza kembali dibajak Israel di perairan internasional.

Kapal-kapan itu berlayar dengan satu tujuan sederhana: membawa harapan. Di dalamnya ada makanan, obat-obatan, dan bantuan yang sudah lama dinantikan oleh jutaan warga Gaza yang hidup dalam blokade Israel.
Tak hanya membawa bantuan, kapal kemanusiaan ini berlayar untuk menembus blokade kemanusiaan di Gaza.

Data Integrated Food Security Phase Classification (IPC) menunjukkan, lebih dari 2,4 juta penduduk Gaza kini hidup dalam kondisi kerawanan pangan akut. Sedangkan sekitar 640.700 orang berada di ambang kematian akibat kelaparan.
Angka itu bukan sekadar statistik, tapi manusia : anak-anak, ibu, dan keluarga yang perlahan kehabisan daya untuk bertahan.
Ironisnya, semua ini terjadi di tengah apa yang disebut sebagai “gencatan senjata”. Serangan udara, drone, dan kekerasan masih terus berlangsung setiap hari. Sejak Oktober 2025, sekitar 800 warga sipil Palestina telah kehilangan nyawa. Damai hanya terdengar dalam kata, tapi tidak pernah benar-benar dirasakan

Selama "gencatan senjata" 600 truk bantuan kemanusiaan dijanjikan, namun hanya sekitar 150 truk yang diperbolehkan masuk ke Gaza.
Lebih dari 2 juta rakyat Palestina kini hidup sebagai pengungsi di tanah mereka sendiri. Mereka tidak hanya kehilangan rumah, tapi juga rasa aman, kepastian, dan masa depan. Di tengah dunia yang perlahan mengalihkan perhatian, mereka masih menunggu bukan sesuatu yang mewah, tapi sekadar kehidupan yang layak.

Lantangkan suara, kirimkan doa terbaik, dan sisihkan bantuan terbaikmu hari ini, karena bagi mereka, itu bisa jadi satu-satunya harapan untuk bertahan hidup. KUATKAN SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
Ketika Mobile Clinic Jadi Nafas Bagi 2.250 Pasien di Kamp Al-Nuseirat, Jalur Gaza
Di tengah duka Sumatera dan musim dingin yang kembali menghantam Gaza, ada satu cahaya kecil yang tetap menyala, layanan kesehatan Dompet Dhuafa yang terus bertahan untuk para penyintas. Genosida masih terjadi, kebutuhan kemanusiaan di Jalur Gaza meningkat drastis. Sektor kesehatan mengalami kerusakan besar, banyak rumah sakit tak lagi berfungsi, dan akses layanan medis esensial semakin sulit.

Dompet Dhuafa tetap hadir lewat Mobile Clinic, memberikan layanan kesehatan bagi para penyintas yang bertahan di wilayah Al-Nuseirat, Gaza. Layanan diberikan setiap hari, mulai dari perawatan darurat, pemeriksaan umum, rawat luka, konsultasi spesialis, hingga distribusi obat-obatan.
Alhamdulillah, sejak November 2025 Mobile Clinic Dompet Dhuafa berhasil melayani lebih dari 2.250 penerima manfaat. Anak-anak, ibu-ibu, ayah-ayah, dan lansia datang satu per satu, berkonsultasi, diperiksa, dan mendapatkan perawatan dalam ketenangan penuh harap. Mereka bukan sekadar pasien, mereka adalah manusia yang bertahan, yang mencoba bangkit dari kejamnya zionis Israel.

Di tengah tenda dan trauma, mereka masih mengucap: Syukron, Indonesia, Syukron Dompet Dhuafa.
Ucapan “syukron” dan “terima kasih” yang datang dari mereka bukan sekadar kata, itu adalah rasa lega, harapan baru, dan kehidupan yang terus diperjuangkan.

Cahaya Kecil dari Joufa: Cerita di Balik 200 Hot Meal untuk Anak-anak Gaza
Udara yang biasanya sunyi, kini lebih hangat. Di halaman kecil sebuah sekolah di kawasan pengungsian Gaza, Joufa, Amman, wajah-wajah mungil itu tersenyum sederhana. Senyuman itu menjadi bahasa yang paling jujur, bahwa secercah kebaikan bisa menyalakan harapan, bahkan di tengah duka yang panjang.

Bagi sebagian orang mungkin hanya permainan biasa, tapi bagi anak-anak pengungsi, itu adalah momen berharga: saat mereka bisa menjadi anak-anak lagi.
Di sinilah peran Dompet Dhuafa dalam melanjutkan misi kemanusiaan untuk Palestina, tidak hanya menyalurkan bantuan pangan, tapi juga membangun harapan lewat shelter, food truck, klinik darurat, hingga pasar kecil bagi para pengungsi yang berjuang menata hidup dari awal.
Wilayah Joufa, atau Jabal Al-Joufa, berdiri di jantung Kota Amman. Dulu hanyalah salah satu dari tujuh bukit tua yang membentuk kota, kini menjadi rumah bagi banyak keluarga Palestina yang kehilangan tanah kelahirannya.

Kami percaya, setiap langkah kecil kebaikan bisa menumbuhkan harapan besar. Semoga tangan-tangan yang terulur hari ini menjadi bagian dari upaya memulihkan hak kemanusiaan mereka.
Mari tetap lantangkan suara kebenaran, tetap langitkan doa untuk para pejuang Palestina. Klik BANTU KUATKAN PALESTINA
Alhamdulillah, 100 Ton Bantuan Pangan & Medis Tiba untuk Pengungsi Gaza π€²


Senyum Kecil di Camp Sukna: Makanan Siap Saji, Paket Pangan dan Mobile Clinic Tiba!
Alhamdulillah, pada Rabu (10/09/2025) setelah melepas bantuan kapal kemanusiaan dari Tunisia menuju Gaza, tim Dompet Dhuafa lanjut menggulirkan bantuan lainnya kepada para pengungsi di Camp Sukna, Yordania. Sebuah kawasan yang menjadi tempat tinggal 50.000 pengungsi asal Palestina.

Tim kemanusiaan Dompet Dhuafa menyalurkan berbagai bantuan diantaranya makanan siap saji, bahan-bahan pokok serta layanan kesehatan melalui program Mobile Clinic.
Camp Sukna dihuni oleh pengungsi yang beragam, sebagian di antaranya sudah menetap selama lebih dari 16 tahun, namun banyak juga yang baru tiba dalam beberapa waktu terakhir akibat genosida dan pengusiran oleh zionis.
Di tengah keterbatasan logistik, sanitasi, dan akses kesehatan, Mobile Clinic menjadi harapan besar bagi para pengungsi. Banyak di antara mereka mengalami ISPA, hipertensi, diabetes, hingga gangguan kulit akibat kondisi kamp yang padat dan serba terbatas.

Lewat Mobile Clinic, tim medis berkeliling langsung ke kamp pengungsian. Mereka memberikan layanan kesehatan, obat-obatan, hingga ruang konsultasi sederhana. Tak hanya tubuh yang dirawat, tetapi juga hati yang ditenangkan. Anak-anak bahkan diajak menggambar dan mewarnai—aktivitas kecil yang mampu menumbuhkan senyum tulus di wajah mereka.

Di balik tenda sederhana Camp Sukna, seorang ibu bernama Linda (33) duduk memeluk erat anaknya. Usianya baru 33 tahun, namun wajahnya menyimpan lelah yang dalam. Linda adalah salah satu dari ribuan warga Palestina yang terpaksa meninggalkan Gaza kehidupan dan perlindungan.

Bantuan ini mungkin tampak sederhana, namun bagi pengungsi seperti Linda dan saudara kita lainnya sangat berharga. Setiap paket makanan, setiap obat yang diberikan, adalah bentuk nyata kasih sayang dari saudara mereka di Indonesia.
Namun perjuangan belum selesai, ribuan pengungsi lain masih menanti harapan. Tetap kuatkan solidaritas untuk perjuangan mereka! Klik SOLIDARITAS PALESTINA
Mereka membom sekolah, anak kami menderita malnutrisi! Kisah hidup pejuang pengungsi Gaza
Kami dievakuasi ke Yordania, awalnya kami tinggal di Khan Yunis, namun serangan datang berkali-kali hingga kami mengungsi dari Khan Yunis ke sekolah-sekolah di Al-Anwar. Besoknya, sekolah itu dibom sehingga kami mengungsi ke rumah sakit. Anak ini menderita malnutrisi, artinya kondisinya sangat buruk, kesehatannya sangat buruk,” ujar Abu Samur (29).

Ungkapan Ayah dari seorang anak penderita malnutrisi yang kini dievakuasi ke Yordania. Keluarga Abu Samur pernah merasakan getirnya hidup di bawah serangan beruntun di Khan Yunis, Jalur Gaza. Demi menyelamatkan diri, ia bersama istrinya, Linda, dan anak-anak mereka harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tanpa kepastian akan adanya esok hari.
Menembus batas, tim Dompet Dhuafa menyapa keluarga penyintas Gaza melalui jalur Yordania pada Rabu (10/9/2025). Dompet Dhuafa menyalurkan paket berupa kebutuhan logistik, perlengkapan seperti selimut hangat untuk melindungi warga dari cuaca ekstrem. Kehadiran Dompet Dhuafa membawa lebih dari sekadar bantuan, tetapi juga semangat dan pelukan solidaritas.

Keluarga Abu Sumur dan penyintas lainnya tetap menyimpan satu harapan besar. Bila suatu saat Gaza kembali aman, mereka ingin pulang, kembali menjejak tanah kelahiran, dan melanjutkan hidup seperti sebelum rumah, kebun, serta seluruh kenangan mereka hancur oleh serangan zionis.
Sahabat, terima kasih sudah menemani perjuangan mereka sejauh ini. Jangan lelah dan lupakan mereka karena tidak ada kemerdekaan yang bisa dunia dapatkan, sebelum Palestina benar-benar merdeka.
Bantuan yang sudah terkumpul akan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan, perlindungan, dan pendidikan bagi para pengungsi yang tengah berjuang mempertahankan kehidupan.
Insya Allah, dengan segala jalur tim Dompet Dhuafa terus berikhtiar dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina. Tetap temani perjuangan mereka hingga Palestina merdeka dengan Klik DONASI SEKARANG!
βοΈ Terbang Menembus Blokade: 1.538 Box Landing untuk Pengungsi Palestina. Dalam setiap box berisi harapan!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Baik
Di bulan kemerdekaan Agustus 2025 kemarin, ketika kita di tanah air merayakan kebebasan, saudara-saudara kita di Gaza masih terus berjuang untuk sekadar hidup.

Dompet Dhuafa bersama Forum Zakat (FOZ) dan mitra lembaga zakat telah menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui jalur udara dengan mekanisme airdrop. Sekitar 1.538 box dengan berat total 30,7 ton terkemas dalam 96 palet atau parasut besar mendarat untuk pengungsi Palestina di Yordania.
Di tengah blokade dan kelaparan yang menyesakkan, setiap bantuan yang berhasil menembus Gaza menjadi bukti harapan tak pernah sirna.

Tak berhenti di udara, bantuan juga menempuh jalur laut. Dompet Dhuafa juga terlibat dalam misi kemanusiaan bersama Indonesia Global Palestine Convoy dan Global Sumud Flotilla.
Berlayar bersama armada internasional untuk menembus blokade Gaza melalui Tunisia. Kapal-kapal ini akan berlayar membawa persediaan logistik. Meski mendapatkan 2 kali serangan rudal dan intimidasi mengiringi perjalanan, misi ini tetap berjalan dengan keyakinan bahwa kebaikan tak akan pernah bisa diblokade.

Bayangin, dalam setiap box berisi harapan—ada harapan seorang ayah agar anaknya tidak tidur dalam keadaan lapar. Dalam satu paket obat, ada doa seorang ibu agar bayinya tetap hidup.
Sahabat, apa yang menurut kita terasa kecil, di Gaza menjadi jawaban besar atas doa yang terus dilangitkan. Tetap lantangkan kebenaran tentang Palestina, kuatkan perjuangan mereka dengan Klik DONASI SEKARANG!
Sebungkus nasi ini sering menjadi barang mewah tuk Gaza!
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Sahabat Baik
Mendobrak blockade kemanusiaan, Alhamdulillah pada bulan Juli - Agustus ini sekitar 4.500 paket makanan hangat siap saji bertahap warga Gaza terima. Nasi, sayuran dan masakanan kacang merah menjadi menu special yang menghangatkan tubuh 4.500 jiwa.

Fokus di tiga titik prioritas wilayah terdampak, yaitu pusat kamp Tel al-Hawa – Gaza Utara, kamp Umul Qura – Gaza Utara, dan pusat penampungan Bahrain – Gaza Utara.
Walaupun sedikit dan sederhana, tapi sebungkus nasi ini menjadi harapan dan menguatkan saudara ita di tengah krisis kemanusiaan di Gaza.

Terima kasih Sahabat, kepedulian ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tak mengenal batas dan jarak.
Jangan pernah lelah dan lupakan mereka, karena perjuangannya masih sangat panjang. Tetap kuatkan mereka bertahan dengan Klik DONASI SEKARANG!
"Saya mau ke Surga, ada makanan di sana" cerita pilu anak Gaza
Sejak bulan Maret 2025 zionis memblokir seluruh akses bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza. Persediaan logistik didalam Gaza sudah habis tak tersisa.
Dari 2,4 juta jiwa penduduk yang kelaparan akut, 70.000 anak di antaranya sudah menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi buruk atau malnutrisi.

Saking kelaparan dan keputusasaan setiap hari, seorang anak di Gaza mengutarakan keinginan untuk meninggal agar bisa pergi ke surga, karena mereka percaya "di sana setidaknya tersedia makanan", ujar Antonio Guterres - Sekjen PBB
Dalam 24 jam terakhir sedikitnya ada 10 orang tewas akibat kelaparan, termasuk anak-anak. Tubuh mungilnya tak kuat menahan lapar berbulan-bulan, tubuhnya kering hingga tampak tulang belulang.
Minggu, 27 Juli 2025 ada sekitar 100 truk bantuan kemanusiaan dari Mesir mulai memasuki Jalur Gaza. Namun jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan untuk 2,4 juta penduduk.

Sahabat, jangan lengah dan jangan tertipu karena semua bantuan yang masuk harus sama-sama kita pantau agar berjalan dengan aman tanpa diserang zionis.
Selain akses bantuan kemanusiaan harus dibuka total, genosida juga harus segera dihentikan. Terus lantangkan suara, doa dan ikhtiar bantuan untuk saudara kita di Gaza Palestina. Klik KUATKAN WARGA GAZA BERTAHAN
Masa kecil mereka dicuri dan hancur, 40.000 anak yatim di Gaza masih kelaparan!

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Sahabat Baik
Sejak meletusnya serangan Israel pada Oktober 2023, jumlah anak yatim di Gaza melonjak drastis, dari 22.000 menjadi lebih dari 40.000 jiwa.
Hari ke-621, genosida pun masih berlanjut hingga detik ini. Anak-anak hidup dalam kondisi memprihatinkan—kelaparan, kedinginan, dan dihantui mimpi buruk setiap malam.
Masa kecil mereka dicuri dan hancur di tengah reruntuhan genosida oleh Israel. Apa kabar masa depan mereka?
Bantuan kemanusiaan memang bertahap dibuka, namun sayangnya Israel masih terus menembaki warga Gaza saat sedang mengantre bantuan di tengah teriknya panas dan kelaparan.

Kisah-kisah seperti ini menggambarkan betapa masa kecil di Gaza bukan lagi masa bermain dan belajar, tetapi berubah menjadi perjuangan bertahan hidup dan kehilangan semuanya.
Sahabat Baik, jangan lupakan anak-anak Gaza yang masih kelaparan dan berjuang untuk bertahan hidup. Luka ganda mereka juga menjadi tanggungjawab kita semua sebagai saudara muslim dan kemanusiaan.
Terus lantangkan suara untuk mereka, kuatkan doa dan bantuan dengan Sedekah Tuk Palestina!
Ternyata ini perjalanan bantuan Anda bisa sampai ke Gaza
566 hari bukanlah hari yang singkat, Sahabat bisa bayangkan bagaimana saudara kita di Gaza bertahan hingga sekarang? π
Sedikitnya 51.305 jiwa warga sipil tewas, 117.096 lainnya luka-luka. Parahnya, pasca gencatan senjata pada 18 Maret 2025 zionis semakin kejam lancarkan genosida. Anak-anak dan perempuan menjadi target utama, tak hanya itu—garda terakhir seperti tim medis, rumah sakit dan ambulans tak luput jadi sasaran rudal dan tembakan.

Sejak Oktober 2023, jutaan bantuan datang untuk mereka. Salah satunya Dompet Dhuafa terus berikhtiar mengirim bantuan, dimana untuk menyalurkan amanah dari Sahabat Baik.
Lalu bagaimana proses bantuan Sahabat hingga sampai ke Palestina?
Di tengah blokade dan genosida yang masih berlanjut hingga detik ini, bantuan bertahap disalurkan bersama mitra lokal dan jalur-jalur kemanusiaan di Palestina. Dari mulai mengirim tim kemanusiaan, ambulans, makanan siap santap, obat-obatan, pos medis, popok bayi, hygiene kit, masjid darurat, air bersih, shelter, pakaian hangat dan lainnya.

Alhamdulillah, sekitar 202.264 jiwa rasakan bahagia karena sedekah Sahabat. Di bulan Ramadan 2024, Dompet Dhuafa menyalurkan 9.000 Paket Iftar dan 400 paket parsel ramadan. Tak hanya itu, di bulan Ramadan 2025 Dompet Dhuafa juga kirimkan bantuan 2.000 paket parsel ramadan, 20.000 paket iftar dan sahur serta mendirikan masjid darurat yang digunakan oleh pengungsi Gaza untuk shalat tarawih dan ibadah lainnya.
Terima kasih, bantuan Sahabat sangat berarti untuk mereka. Karena bantuan Sahabat menjadi sambung harapan mereka bertahan hidup hingga kini.
Insya Allah—hingga kini Dompet Dhuafa terus melanjutkan upaya-upaya untuk mengirim bantuan kemanusiaan meskipun segala akses zionis blokade. Perempuan, anak-anak dan lansia menjadi prioritas Dompet Dhuafa karena mereka adalah kelompok paling terdampak.

Jangan biarkan mereka merasa sendiri dalam perjuangan yang panjang ini. Mereka butuh jutaan bahkan milyaran bantuan untuk perlahan pulih dan bangkit. Tetaplah bersuara dan dukung perjuangan mereka hingga merdeka.
Karena bungkamnya kita, ada anak-anak Gaza kehilangan masa depannya. Ada anak-anak Gaza yang meninggal karena kelaparan, ada anak-anak Gaza yang mendadak Yatim dan penuh derita-derita lainnya. Sama-sama kita kuatkan mereka bertahan dengan klik DONASI SEKARANG!
ππ Hujan Jasad di Langit Gaza!

Ada yang berterbangan tapi bukan burung-burung, melainkan jasad anak-anak dan perempuan yang terpental sampai ke langit akibat pengeboman zionis laknatullah!
Sedikitnya 50.695 jiwa syuhada sejak serangan brutal zionis 07 Oktober 2023 dan 115.338 terluka. Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, jumlah korban tewas bisa menjadi lebih banyak sekitar 61.700 jiwa karena ribuan orang hilang di bawah reruntuhan bangunan.
Kami paham, kita semua terbatas. Kalau memang tak bisa mengangkat senjata, maka angkat suara. Kalau tak bisa turun ke jalan, maka jangan remehkan dahsyatnya doa dan sedekah untuk mereka. Karena sekecil apapun ikhtiar tetap bagian perlawanan. Mari Kuatkan Palestina!
JELANG HARI RAYA GAZA KEMBALI DISERANG, KUATKAN KEMBALI SOLIDARITAS! β
π Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Sahabat Baik βΊοΈ
Malam itu 18 Maret 2025 langit Gaza kembali memerah. Hanya dalam 50 jam, sebanyak 710 warga Palestina syahid dan 1.042 lainnya luka-luka. Ramadan yang seharusnya penuh berkah, justru menjadi penderitaan tanpa akhir.
Saudara-saudara kita di Palestina berjuang untuk bertahan hidup. Rumah sakit kehabisan obat, bayi-bayi meninggal dalam pelukan ibunya, dan jutaan jiwa terancam kelaparan lagi.
Rasulullah ο·Ί bersabda:
"Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta dan kasih sayang mereka seperti satu tubuh; jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam."
(HR. Muslim No. 2586)
Jangan biarkan dunia berpaling, terus lantangkan kisah mereka sampai Palestina merdeka. Di malam-malam terakhir Ramadan ini, jangan biarkan mereka berjuang sendirian.
Ayo temani mereka untuk jaga dan selamatkan bumi para nabi. Klik Kuatkan Sekarang!





