
Alirkan Kebaikan: Hadirkan Mata Air Kehidupan untuk Warga Cilongok Banyumas
Dompet Dhuafa Jawa Tengah Warga Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, kini tengah berjuang di tengah keterbatasan air bersih. Sebagai jantung kehidupan warga, musholla yang berdiri di atas tanah wakaf ini tidak hanya digunakan sebagai sarana ibadah, tetapi juga menjadi tempat belajar bagi anak-anak TPQ serta pendukung aktivitas belajar siswa SD Negeri 3 Panusupan. Namun, ketiadaan sumber air mandiri membuat aktivitas-aktivitas mulia tersebut kerap terhambat.

Hingga saat ini, ketersediaan air bersih di Musholla Al Basith sangat bergantung pada belas kasihan warga sekitar yang menyambungkan pipa dari sumur pribadi mereka. Kondisi ini berubah menjadi krisis saat musim kemarau tiba; hanya dalam kurun waktu 10 hari tanpa hujan, sumur-sumur warga mulai mengalami kekeringan total. Akibatnya, saat azan berkumandang, warga seringkali harus mengurungkan niat berwudhu, dan kegiatan belajar mengajar anak-anak pun terhenti karena hilangnya akses sanitasi yang layak.

Warga Desa Panusupan sangat berharap hadirnya bantuan pembangunan sumur bor melalui Dompet Dhuafa Jawa Tengah. Meskipun di desa tersebut sudah terdapat dua titik sumur bor, keberadaannya belum mampu mencukupi kebutuhan warga di sekitar Musholla Al Basith karena jarak yang terlalu jauh. Dengan adanya sumur bor tambahan ini, distribusi air bersih akan merata, mendukung kelancaran ibadah setiap waktu, serta meningkatkan kualitas hidup jamaah dan anak-anak sekolah.

Bayangkan hidup di mana setiap langkah menuju tempat sujud harus terhenti hanya karena setetes air bersih menjadi barang mewah yang sulit didapat. Mereka tidak meminta banyak—hanya ingin beribadah dan belajar dengan tenang tanpa harus khawatir sumur akan kering besok pagi. Dengan membantu membangun sumur bor ini, Sahabat tidak hanya memberikan akses air, tetapi juga memberikan kebahagiaan dan pahala jariyah yang terus mengalir dari setiap tetes wudhu warga.
Disclaimer: Apabila dana untuk pembangunan sumur ini telah terpenuhi, maka kelebihan dana akan disalurkan untuk mendukung program air bersih/sumur bor di pelosok Jawa Tengah lainnya.
Kabar Baik dari Cilongok, Sumur Bor Musholla Al Basith Mulai Mengeluarkan Air Bersih
Per 30 Juni 2026, proyek pembangunan sumur bor di Musholla Al Basith, Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Kerja keras di lapangan selama dua minggu ini membuahkan hasil, air bersih akhirnya berhasil keluar di kedalaman 60 meter. Saat ini, tim sedang melakukan proses pengurasan air (well flushing) untuk memastikan kondisinya benar-benar jernih dan layak guna, sembari menyiapkan instalasi pipa distribusi yang akan menghubungkan sumur langsung ke toren penampungan utama masjid.
Pekerjaan selanjutnya yaitu mencakup pemasangan pompa air berkapasitas optimal serta penempatan tangki penampung besar. Keberhasilan fase ini menjadi langkah krusial untuk menyudahi krisis air bersih menahun yang selama ini sering menghentikan aktivitas ibadah jamaah, anak-anak TPQ, hingga siswa SD Negeri 3 Panusupan saat musim kemarau tiba. Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan para donatur serta kebersamaan warga setempat; sedikit lagi, sumur bor mandiri ini akan berfungsi penuh dan mengalirkan kemudahan serta pahala jariyah yang berkelanjutan di setiap tetes air wudhunya.
Wakaf masih terus dikumpulkan untuk bisa memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat. Mari bergabung bersama kami untuk bermanfaat untuk masyarakat luas.
Pengeboran Sumur Musholla Telah Dimulai
Pembangunan sumur bor di Musholla Al Basith, Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, kini telah dimulai. Terhitung sejak Senin, 15 Juni 2026, tim teknis di lapangan resmi memulai proses pengeboran sumur dengan target kedalaman mencapai 60 hingga 80 meter guna menjamin kelancaran sumber air bersih. Nantinya proses pengerjaan akan dilanjutkan dengan infrastruktur pendukung berupa pemasangan jaringan pipa air, instalasi pompa air, serta penempatan toren penampungan berkapasitas besar. Seluruh rangkaian pengerjaan ini diestimasikan berlangsung selama tiga minggu ke depan, demi memastikan pemanfaatan air bersih dapat segera dirasakan secara merata oleh jamaah masyarakat.
Keberhasilan program yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat ini membutuhkan sinergi dan dukungan kolektif dari masyarakat. Setiap tahapan teknis yang sedang berjalan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan ikhtiar bersama untuk memutus krisis air bersih yang selama ini menghambat aktivitas ibadah dan pendidikan generasi penerus di Desa Panusupan. Oleh karena itu, Dompet Dhuafa Jawa Tengah mengajak segenap masyarakat, para donatur, dan pemangku kepentingan untuk turut serta menyukseskan program ini, baik melalui pengawalan progres di lapangan maupun kontribusi nyata yang berkelanjutan. Mari bersama-sama pastikan setiap tetes air yang mengalir dari sumur bor ini menjadi manifestasi pahala jariyah dan pembawa maslahat yang luas bagi sesama.
Tim Dompet Dhuafa Jawa Tengah Melaksanakan Asesmen Lapangan
Tim Dompet Dhuafa Jawa Tengah telah melaksanakan asesmen lapangan kembali di Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, untuk melakukan finalisasi teknis rencana pembangunan sumur bor di Musholla Al Basith. Langkah ini diambil guna memvalidasi titik koordinat pengeboran dan memastikan potensi sumber air tanah berada pada kedalaman yang optimal, sehingga krisis air yang sering menghentikan aktivitas ibadah dan belajar anak-anak TPQ saat musim kemarau tidak terulang kembali. Validasi teknis ini sangat krusial mengingat jarak sumur bor yang ada saat ini terlalu jauh, sehingga diperlukan perencanaan distribusi yang presisi agar manfaat air bersih dapat dirasakan secara merata oleh jamaah dan siswa SD Negeri 3 Panusupan.
Sejalan dengan selesainya proses asesmen, saat ini tim di lapangan tengah melakukan tahap penyiapan material dan mobilisasi alat kerja ke lokasi sasaran. Persiapan ini meliputi pengadaan pipa distribusi, tangki penampungan air berkapasitas besar, hingga komponen mesin pompa yang sesuai dengan spesifikasi geologis Desa Panusupan. Upaya percepatan ini merupakan bentuk tanggung jawab atas amanah para pewakaf, dengan harapan sumur bor mandiri ini segera dapat digunakan untuk memutus ketergantungan warga pada sumber air pribadi milik tetangga dan mengalirkan pahala jariyah melalui setiap tetes air wudhu yang digunakan.
