
Wakaf Kemandirian Pangan: Benih Padi Unggulan
Dompet Dhuafa Jawa Tengah Kondisi pesisir Kota Pekalongan menghadapi tantangan serius dalam sektor pertanian selama satu dekade terakhir. Sekitar 95 hektar lahan pertanian di wilayah tersebut tidak bisa ditanami akibat genangan banjir air laut (rob) yang berkepanjangan. Meskipun pembangunan tanggul laut dan bendung gerak oleh Pemerintah Kota Pekalongan pada tahun 2023 telah berhasil membebaskan sebagian besar lahan dari genangan air, area tersebut belum bisa langsung digunakan. Lahan eks-rob ini menyisakan kadar salinitas (kandungan garam) yang tinggi, sehingga tidak ideal untuk metode pertanian konvensional dan memerlukan intervensi khusus agar dapat kembali produktif.

Sebagai solusi atas kendala tersebut, pada tahun 2025 Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan telah berhasil menguji coba penanaman padi salin, jenis padi yang adaptif terhadap lahan bersalinitas tinggi di demplot seluas 1,3 hektar yang kini perkembangannya telah meluas hingga 40 hektar. Melalui program ini, potensi lahan eks-rob seluas 95 hektar di Kelurahan Krapyak dan Degayu dapat dimanfaatkan kembali dari total pagu sawah Kota Pekalongan yang mencapai 721 hektar. Kendala utama yang dihadapi para petani di lapangan saat ini adalah keterbatasan akses dan pemenuhan benih padi varietas biosalin tersebut untuk skala yang lebih luas.

Proyek wakaf produktif ini difokuskan pada Kelompok Tani Degayu di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, yang saat ini mengelola lahan aktif seluas 22 hektar dari total potensi lahan baku sebesar 95 hektar. Keberadaan program wakaf benih ini diproyeksikan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan secara terukur. Selain merevitalisasi lahan baku seluas 95 hektar, proyek ini ditargetkan dapat meningkatkan volume produksi padi daerah.
Program ini diusulkan untuk menggerakkan ekosistem wakaf di daerah melalui sinergi multipihak. Kolaborasi ini melibatkan KPwBI Tegal, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Pekalongan, dan Dompet Dhuafa guna mewujudkan tata kelola wakaf yang mandiri dan profesional. Sektor pengelolaan aspek syariah diserahkan kepada Nazhir Wakaf dari MES Kota Pekalongan.

Program wakaf produktif ini secara makro mendukung sektor prioritas nasional, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemulihan lahan rusak. Proyek ini juga menjadi implementasi nyata dari konsep green economy (ekonomi hijau), di mana lahan yang sebelumnya tidak produktif akibat dampak perubahan iklim diubah menjadi sumber mata pencaharian baru yang ramah lingkungan. Total nilai program wakaf yang dibutuhkan adalah sebesar Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah), yang dialokasikan seluruhnya untuk pengadaan 3 ton benih varietas padi biosalin guna memenuhi kebutuhan tanam di lahan seluas 95 hektar.
Cara Berdonasi:
1. Klik tombol "Wakaf Sekarang".
2. Masukkan nominal donasi terbaik Anda.
3. Pilih metode pembayaran.
4. Bagikan kisah ini ke grup WhatsApp atau media sosial Anda agar lebih banyak "Orang Baik" yang terlibat.
