
PRAY FOR SUMATERA
Dompet Dhuafa DARURAT BANJIR SUMATERA

WILAYAH TERDAMPAK LONGSOR DAN BANJIR SUMATERA

Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) saat ini terus berupaya menjangkau lokasi terdampak, membantu proses evakuasi, serta menyalurakan kebutuhan darurat untuk warga terdampak.
Namun banyaknya jumlah warga terdampak dan parahnya kerusakan di berbagai wilayah sangat butuh bantuan dari berbagai pihak.

Hingga saat ini BNPB mencatat :
π Lebih dari 27.000 warga di Padang terdampak
π 46.893 warga Aceh terendam banjir
π 2.393 KK di Tapanuli masih bertahan di tengah genangan

Klik DONASI SEKARANG
Alhamdulillah, Family Kit Darimu Tiba di Kampung Rusip π
Hujan deras mengguyur Kampung Rusip malam itu, 26 November 2025. Gemuruh air bah terdengar dari kejauhan, menggetarkan tanah di sekitar rumah warga.
Bukan tanpa alasan, ternyata batu-batu besar dan pohon saling menghantam, menerabas semua hal di hadapan tanpa terkecuali jembatan yang jadi satu-satunya akses penghubung warga.
Listrik padam, signal hilang, akses terputus, rumah-rumah terendam, barang-barang banyak tidak terselamatkan.

Bersyukur, setelah berbulan-bulan tinggal di pengungsian dengan kondisi sangat terbatas, ratusan warga di Kampung Rusip mulai mencoba untuk pulih dan bangkit.
Satu di antaranya karena kepedulian Anda yang senantiasa hadir. Kali ini lewat bantuan Familiy Kit: Kasur, Karpet dan Selimut.


Melewati jalur yang masih terjal jejak banjir dan longsor, sebanyak 115 Family Kit dibagikan untuk warga Kampung Rusip, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Masya Allah, terima kasih Bapak/Ibu.

Tak sekedar paket keluarga, bantuan Anda jadi penguat mereka di pengungsian, khususnya di Ramadan ini.
Berdasarkan data BNPB per tanggal 25 Februari 2026, sebanyak 11.250 penyintas banjir Sumatera masih mengungsi. Mereka hidup dengan banyak kemalangan, satu di antaranya karena tidak memiliki perlengkapan pengungsian yang memadai.
Mari terus lanjutkan kebaikan bantu kuatkan penyintas banjir Sumatera di pengungsian dengan klik DONASI SEKARANG
Tolong! Banjir Kembali Terjang Bener Meriah
Hujan deras kembali mengguyur Kabupaten Bener Meriah pada Kamis (8/1) dan menyebabkan Sungai Weh Gile meluap.

Tak ada korban jiwa maupun kerusakan yang dilaporkan, namun pemerintah setempat menghimbau warga untuk tetap waspada mengingat derasnya debit air sungai dan banyaknya kayu gelondongan yang ikut terbawa arus sungai.
Bersamaan dengan itu, di wilayah Aceh lainnya, Aceh Tamiang, Pemerintah setempat telah memperpanjang status Tanggap Darurat hingga 20 Januari 2026 seiring masih banyaknya lumpur tebal di mana-mana, tumpukan sampah dan puing-puing yang berserakan, dan lebih dari 75.000 pengungsi masih bertahan di tenda pengungsian yang tersebar di 101 titik.

Sementara di Aceh Utara, sejumlah pengungsian kembali terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada tanggal 8 Januari 2026 dan menyebabkan para pengungsi kembali terdampak.

Mari tetap bersama untuk Sumatera karena perjuangan belum usai, klik DONASI SEKARANG untuk kuatkan mereka!
Alhamdulillah, WiFi Gratis Selamatkan Asa Guru Honorer di Aceh Tamiang
Hari itu (15/12) langit mulai gelap saat kami menyusuri Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang dalam misi mendistribusikan 1.000 porsi makanan. Di tengah kegelapan, sorot lampu kendaraan bermotor membelah kesunyian. Di atasnya, seorang wanita tampak panik, raut wajahnya menyiratkan ketakutan sekaligus harapan yang mendesak.
"Tolong saya Pak, hari ini deadline, terakhir," ucapnya.

Ibu Ros adalah seorang guru honorer Biologi di SMA 1 Rantau yang telah mengabdi selama 10 tahun. Hari itu, Senin (15/12), adalah batas akhir pendaftaran P3K Paruh Waktu, sebuah peluang yang telah ia tunggu-tunggu untuk memperbaiki nasibnya.
Namun, bencana seolah ingin menguji impiannya. Rumahnya terendam hingga nyaris menyentuh atap plafon, laptop yang biasa digunakannya rusak total terendam air, dan yang paling krusial adalah listrik padam total yang mengakibatkan seluruh jaringan komunikasi di wilayah pengungsiannya mati.
Tanpa pikir panjang, salah satu relawan kami bergerak cepat mengantar Ibu Ros ke Posko Dompet Dhuafa di Kota Langsa yang menyediakan internet gartis untuk penyintas banjir.

Di tengah duka kehilangan harta benda akibat banjir, malam itu ia berhasil menyelamatkan masa depannya sebagai guru.
"Terima kasih, Pak. Kalau tidak bertemu tim Dompet Dhuafa di jalan tadi, saya tidak tahu lagi harus bagaimana," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Terima kasih Bapak/Ibu. Karena wasilah kebaikan Anda, akhirnya Ibu Ros bisa mendaftarakan P3K Paruh Waktunya di detik-detik terakhir.

Tiga Minggu Berlalu, Penyintas Banjir Sumatera Masih Bertahan dalam Gelap dan Lapar
Saat bencana terjadi, korban terbanyak bukan hanya mereka yang meninggal, melainkan juga mereka yang bertahan hidup di tengah kondisi yang jauh dari kata baik-baik saja.
Dan kini, tingga minggu berlalu pasca banjir memporak-porandakan Sumatera, namun....
- Listrik Masih Mati Total

Ribuan warga di Aceh Tamiang, Langsa, dan sekitarnya menjalani hari-hari tanpa listrik dan jaringan internet. Lilin dan lampu darurat dari botol berisi minyak menjadi satu-satunya penerang. - Kelaparan

Stok pangan kian menipis, banyak keluarga bertahan dengan makanan seadanya atau mengunggu bantuan dari orang-orang baik.
- Sulit Akses Air Bersih

Lumpur tebal menutup hampir seluruh sumber air. Ribuan warga kesulitan medapatkan air bersih untuk minum, memasak, hingga kebutuhan MCK. - Fasilitas Kesehatan Lumpuh, Penyakit Mulai Menyerang

Lingkungan yang tidak sehat dan asupan gizi yang terbatas menyebabkan banyak warga mulai terserang berbagai penyakit. Di sisi lain, fasilitas kesehatan masih lumpuh tertimbun lumpur. - Sejumlah Akses Jalan Masih Terputus

Akses Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan sejumlah wilayah di Aceh Tengah masih terputus. Ribuan warga harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk mendapatkan bantuan.
Di tengah gelap, lapar, dan sakit, mereka masih bertahan dengan harapan. Harapan bahwa bantuan akan datang, bahwa ada tangan-tangan baik yang peduli.

Mari terus bersama untuk Sumatera karena ribuan warga masih benar-benar butuh bantuan kita.
Klik DONASI SEKARANG untuk kuatkan penyintas banjir Sumatera!
60.781 Jiwa Terbantu. Saatnya Kita Lanjutkan Kebaikan Ini.
Dua pekan pasca bencana, mungkin suara kita mulai reda untuk bercerita tentang Sumatera, lini masa mulai sepi. Tapi derita para penyintas masih berlangsung tanpa henti.
Bapak/Ibu, terima kasih atas dukungan Anda untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera. Berkat kebaikan Anda, 60.781 jiwa telah menerima manfaat dari berbagai aksi cepat Dompet Dhuafa sejak masa tanggap darurat dimulai.
Berikut rangkuman upaya yang telah kita lakukan bersama hingga 9 Desember 2025, pukul 16.00 WIB:
Ini semua terwujud karena Anda hadir lebih dulu. Namun, kondisi di lapangan masih terus berubah. Kebutuhan pangan, obat-obatan, hunian darurat, hingga pendampingan psikososial masih sangat dibutuhkan. Warga masih mengantre air bersih. Anak-anak masih tidur dengan selimut tipis di balai desa. Dan setiap hari, tim kami masih menemukan titik baru yang membutuhkan pertolongan cepat.
Setiap rupiah Anda kembali menjadi energi bagi tim di lapangan untuk menyelamatkan, melindungi, dan menguatkan para penyintas. Terima kasih telah menjadi bagian dari aksi kemanusiaan ini. Semoga Allah membalas dengan keberkahan yang lebih luas. Aamiin.
Bencana belum selesai. Uluran tangan kita harus tetap berjalan. Ayo lanjutkan kebaikan untuk Sumatera!
Senyum Baru Anak-Anak Sumatera Pasca Bencana π«Άπ»
Saat terjadi bencana anak-anak jadi salah satu yang paling rentan mengalami trauma. Hantaman banjir yang begitu besar, juga longsor yang memporak-porandakan rumah, tempat bermain, juga kampung halaman mereka jadi memori luka yang entah sampai kapan akan di bawa.
Bersyukur, bersama Tim Relawan DMC Dompet Dhuafa, luka itu perlahan coba diurai melalui program PFA (Psychological First Aid)

Berlokasi di Kampung Apar Koto Tangah, Kota Padang, puluhan anak korban banjir mengikuti kegiatan dongen ceria dan mewarnai bersama Kak Ojan (Pendongeng). Meski sederhana, kegiatan ini merupakan upaya kami mengurai sedikit demi sedikit trauma yang di alami anak-anak pasca bencana.

Tak lebih, kami hanya berharap anak-anak bisa kembali tersenyum dan tak lupa akan fitrahnya untuk tetap bisa bermain dan berbahagia.

Terima kasih untuk seluruh donatur yang telah terlibat dalam terwujudnya kegiatan ini.
Semoga anak-anak korban banjir Sumatera bisa kembali merasakan hangatnya pelukan keluarga, kembali bersekolah tanpa rasa takut, dan kembali menata hari-hari mereka dengan harapan yang tidak lagi terputus oleh bencana.

Mari terus sambung kebaikan ini untuk anak-anak di Sumatera dengan klik DONASI SEKARANG
60 Ton Bantuan Kembali Diberangkatkan untuk Sumatera

Alhamdulillah, pagi tadi (05/12), Tim Respon Darurat Banjir Sumatera ke-2 telah kembali berangkat membawa 60 ton bantuan kemanusiaan yang terdiri dari kebutuhan pokok seperti beras, tepung, gula, minyak goreng, sarden, obat-obatan, hygiene kita dan kebutuhan darurat lainnya untuk audara-saudara kita di pengungsian.


Tim bergerak dari gudang Food Station Tjipingan Jaya, Jakarta Timur, menuju pelabuhan Tanjung Priok untuk berlabuh di Pelabuhan Belawan, Medan.

Terima kasih tetap bersama kami bantu kuatkan saudara kita di Sumatera, Bapak/Ibu.
Hingga saat ini, BNPB mencatat sebanyak 893 orang meninggal dunia, 521 hilang, 4.200 terluka, 3.3 juta terdampak, dan lebih dari 2.1 juta lainnya mengungsi.
Mereka kedinginan, kekurangan makanan, bahkan mulai terancam berbagai penyakit karena akses kesehatan lumpuh, air bersih semakin sulit ditemukan, dan tempat-tempat pengungsian yang penuh sesak tak lagi mampu melindungi mereka dari malam yang basah dan angin yang menusuk tulang.

Mari terus bersamai mereka dengan doa dan bantuan logistik terbaik selama di pengungsian dengan klik DONASI SEKARANG
Hari ke-7 Banjir Sumatera: Bantuan Terus Diupayakan, Jutaan Warga Masih Butuh Pertolongan
- Jumlah korban terus bertambah
- yang hilang masih terus dalam proses pencarian
- yang terisolir masih menunggu bantuan karena kini mereka terancam kelaparan


Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) dan relawan cabang terus berupaya membantu proses evakuasi dan mendirstribusikan kebutuhan Darurat di beberapa titik :



- 776 orang meninggal dunia
- 564 hilang
- 2.600 terluka
- 3, 3 juta warga terdampak
- Lebih dari 2,1 juta warga mengungsi.
Mari bersama untuk Sumatera karena jutaan jiwa masih butuh pertolongan kita!

Klik DONASI SEKARANG untuk bantu kuatkan Sumatera!
Alhamdulillah! sejumlah bantuan telah didistribusikan, namun ribuan warga masih butuh pertolongan
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Bapak/Ibu
Kondisi semakin memilukan di Sumatera. Jumlah korban terus bertambah, ratusan orang hilang belum ditemukan, bahkan ribuan warga masih terisolir dan terancam kelaparan.

Meski begitu, hingga saat ini pemerintah pusat belum menetapkan bencana di Sumatera sebagai bencana nasional. Sementara tiga Bupati di Aceh telah menyatakan tidak mampu menangani situasi ini sendirian, yaitu Bupati Aceh Selatan, Aceh Tengah, dan Pidie Jaya.

Dompet Dhuafa melalui Tim Disaster Management Center (DMC) saat ini telah dan terus berupaya membantu proses evakuasi warga yang masih terisolir serta menyalurankan bantuan darurat seperti makanan cepat saji, air bersih, hingga layanan kesehantan dasar.

Mohon doa semoga distibusi bantuan dan evakuasi terus berjalan lancar, Bapak/Ibu. Karena hingga saat ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan diguyur hujan lebat disertai petir dana ngin kencang dalam beberapa hari ke depan.
Mari terus bersama untuk Sumatera!
Kirim bantuan terbaikmu dengan klik DONASI SEKARANG untuk kuatkan saudara kita di Sumatera!









